PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dengan kode emiten WSKT) secara resmi mengumumkan pelaksanaan transaksi aksi korporasi berupa pelepasan atau penjualan saham mayoritas pada salah satu cucu usahanya, yaitu PT Waskita Wado Energi (WWE). Transaksi jual beli saham ini dieksekusi secara tidak langsung melalui anak usaha langsung perseroan, yakni PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI).
Dalam struktur hierarki korporasi, PT Waskita Wado Energi merupakan anak perusahaan yang berada di bawah naungan langsung PT Waskita Karya Infrastruktur, yang sekaligus menjadikan WWE sebagai cucu usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Transaksi pengalihan kepemilikan saham ini menandai pergeseran penting dalam peta kepemilikan modal serta pengendalian operasional pada entitas bisnis yang bergerak di sektor energi tersebut.
Detail Penjualan Saham WKI di WWE Senilai Rp14,11 Miliar
Berdasarkan dokumen resmi keterbukaan informasi yang dipublikasikan melalui bursa pada portal Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal Sabtu (10/10/2026), PT Waskita Karya Infrastruktur selama ini bertindak sebagai pemegang saham mayoritas tunggal pada PT Waskita Wado Energi.
Dalam susunan permodalan awal sebelum dilaksanakannya transaksi ini, WKI tercatat menguasai sebanyak 14.109 lembar saham pada WWE. Jumlah tersebut merepresentasikan porsi kepemilikan yang sangat dominan, yakni sebesar 99,99 persen dari seluruh modal yang disetor. Sementara itu, porsi sisa kepemilikan saham sebesar 0,01 persen atau setara dengan 1 lembar saham dipegang oleh pihak koperasi.
Dalam aksi korporasi ini, pihak investor strategis yang menyatakan minat dan merealisasikan akuisisi atas saham PT Waskita Wado Energi adalah PT EDT. Investor tersebut melakukan transaksi pembelian saham WWE sebanyak 14.111 lembar saham dengan total nilai akuisisi mencapai Rp14,11 miliar.
Mekanisme dan Tahapan Peningkatan Modal Ditempatkan
Sebelum transaksi pelepasan dan pengalihan kepemilikan saham kepada PT EDT dieksekusi, seluruh pihak yang berkepentingan terlebih dahulu menyepakati skema penataan ulang permodalan entitas. Proses ini diawali dengan tindakan korporasi berupa peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor pada PT Waskita Wado Energi.
Pada kondisi awal sebelum dilakukannya aksi korporasi tersebut, total modal ditempatkan dan disetor pada WWE tercatat sebanyak 14.110 lembar saham dengan nilai nominal keseluruhan mencapai Rp14,11 miliar. Melalui persetujuan bersama seluruh pemegang saham, jumlah modal ditempatkan dan disetor tersebut dinaikkan secara signifikan menjadi dua kali lipat dari posisi semula.
Setelah dilakukannya peningkatan modal, jumlah saham diterbitkan WWE melesat menjadi 28.221 lembar saham dengan total nilai nominal mencapai Rp28,22 miliar. Pelaksanaan peningkatan modal ditempatkan dan disetor ini menjadi landasan hukum dan permodalan sebelum skema transaksi penjualan saham kepada investor baru dijalankan.
Pergeseran Pengendalian Usaha: PT EDT Resmi Jadi Pemegang Saham Mayoritas
Pelaksanaan transaksi pelepasan saham tersebut secara langsung merubah struktur kepemilikan modal dan hak pengendalian manajemen pada PT Waskita Wado Energi. Setelah seluruh tahapan transaksi diselesaikan, PT EDT secara resmi mengantongi sebanyak 14.112 lembar saham pada WWE.
Dengan kepemilikan sebanyak 14.112 lembar saham tersebut, PT EDT kini menguasai porsi kepemilikan sebesar 50,01 persen dari total saham WWE yang telah ditingkatkan. Angka kepemilikan ini secara sah menetapkan PT EDT sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus pemegang kendali utama (controlling shareholder) atas operasional dan arah strategis PT Waskita Wado Energi.
Di sisi lain, PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) tetap tercatat sebagai pemegang saham di dalam struktur permodalan PT Waskita Wado Energi, namun posisinya bergeser dari pemegang saham pengendali menjadi pemegang saham minoritas. WKI saat ini memegang sebanyak 14.109 lembar saham pada WWE, yang mencakup porsi kepemilikan sebesar 49,99 persen.
Dengan demikian, transaksi ini secara resmi mengalihkan status pengendalian atas PT Waskita Wado Energi dari grup Waskita Karya kepada PT EDT sebagai investor baru.
Pihak manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk memberikan penjelasan resmi mengenai dampak dari perubahan struktur kepemilikan dan hak pengendalian pada cucu usahanya tersebut. Manajemen menyampaikan optimisme bahwa pergeseran kendali ini akan memberikan nilai tambah bagi perseroan dan anak usahanya.
“Dengan dilakukannya transaksi dimaksud yang mengakibatkan perubahan pengendalian atas WWE, diharapkan akan memberikan dampak positif dan peningkatan nilai yang baik bagi Perseroan maupun Anak Usaha Perseroan,” tegas manajemen Waskita Karya dalam pernyataan tertulis di keterbukaan informasi BEI.
Dinamika Restrukturisasi Keuangan dan Penurunan Utang Waskita Karya
Aksi korporasi berupa pengalihan porsi mayoritas saham pada cucu usaha ini berlangsung beriringan dengan langkah strategis penataan portofolio serta restrukturisasi keuangan yang sedang gencar dilakukan oleh Waskita Karya.
Sebagai bagian dari upaya penyehatan kinerja keuangan secara menyeluruh, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berfokus pada efisiensi operasional dan pengurangan beban finansial. Salah satu pencapaian dalam proses restrukturisasi ini adalah keberhasilan perseroan dalam menekan dan menurunkan porsi utang perusahaan hingga sebesar Rp17 triliun.
Keberhasilan memangkas angka utang sebesar Rp17 triliun ini menjadi poin krusial bagi manajemen Waskita Karya dalam memulihkan stabilitas finansial perusahaan. Melalui perbaikan struktur modal dan penurunan kewajiban utang tersebut, perseroan berharap otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat segera mencabut status penghentian sementara perdagangan saham (membuka gembok suspensi saham) WSKT di bursa efek.
Posisi Waskita Karya dan WIKA dalam Rencana Merger BUMN Konstruksi
Di luar langkah efisiensi portofolio dan restrukturisasi utang internal, Waskita Karya juga menjadi pusat perhatian terkait wacana penggabungan atau merger perusahaan-perusahaan BUMN di sektor konstruksi (BUMN Karya).
Meskipun pemerintah tengah merancang konsolidasi industri konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tercatat belum ikut serta dalam proses integrasi atau merger BUMN Karya tersebut.
Terdapat pertimbangan dan alasan mendasar mengapa Waskita Karya dan WIKA belum bergabung dalam tahap merger BUMN Karya saat ini. Kedua BUMN konstruksi tersebut masih harus memprioritaskan penuntasan agenda restrukturisasi keuangan internal, pembenahan neraca keuangan, serta penyelesaian kewajiban utang masing-masing entitas. Penataan internal serta pemulihan kesehatan finansial menjadi syarat utama sebelum kedua perusahaan dapat melangkah lebih jauh ke dalam skema penggabungan usaha di tingkat BUMN. Penjualan saham mayoritas pada PT Waskita Wado Energi oleh WKI merupakan salah satu perwujudan konkret dari strategi penataan ulang portofolio aset yang tengah dijalankan perseroan.



