BANYU POS – , JAKARTA — Aksi penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) saham PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) oleh PT Astra International Tbk. (ASII) memasuki tahap pelaksanaan mulai besok, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan prospektus yang terbit di harian Bisnis Indonesia, Senin (12/10/2026), periode penawaran tender sukarela AUTO dijadwalkan berlangsung selama sebulan, yakni mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026.
Sementara itu, pencairan dana bagi pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan pada 18 November 2026, dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) bertindak sebagai perantara pedagang efek.
Dalam aksi ini, ASII membidik sebanyak-banyaknya 238.442.293 saham atau setara 4,947% dari total saham disetor penuh AUTO dengan harga penawaran Rp3.600 per saham. Total nilai maksimum transaksi mencapai Rp858,39 miliar.
Manajemen ASII menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kepemilikan saham di Astra Otoparts sebagai salah satu pilar utama di industri komponen otomotif.
“Peningkatan kepemilikan saham ini sejalan dengan strategi ASII untuk memperkuat bisnis otomotif yang saat ini menjadi salah satu core businesses ASII,” tulis manajemen Astra dalam keterbukaan informasi.
Manajemen Astra juga menyatakan bahwa penawaran tender sukarela ini tidak mengakibatkan perubahan pengendali pada AUTO mengingat Astra International merupakan pemegang saham pengendali perseroan.
Sebelumnya, Presiden Direktur Astra International Rudi menjelaskan aksi korporasi ini didasari oleh keyakinan manajemen terhadap kinerja fundamental dan potensi pertumbuhan jangka panjang bisnis komponen otomotif.
“Ini menggambarkan keyakinan Astra terhadap fundamental Astra Otoparts. Kinerja laporan laba rugi mereka cukup baik, menghasilkan arus kas yang bagus, dan kami melihat ada potensi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Rudi dalam Konferensi Pers Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Rudi menambahkan, penambahan modal tersebut bakal mengerek kepemilikan saham ASII di AUTO dari 80% menjadi 84,95%. Kendati demikian, porsi ini dipastikan tetap memenuhi minimum free float sebesar 15% di pasar sekunder.
“Posisi Astra sebagai pengendali tidak berubah dan kami berkomitmen mempertahankan ketentuan free float minimum 15%,” ucapnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




