IHSG sesi I turun 1,94% ke 5.975, saham konglomerat BREN, RATU cs berguguran

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan hari ini, Senin (12/10/2026) ditutup melemah 1,94%. Sejumlah saham konglomerat terpantau mengalami aksi jual yang signifikan sepanjang 3 jam perdagangan Bursa.

Advertisements

Data BEI menunjukkan IHSG mengalami koreksi 1,94% ke level 5.975,78, setelah sempat dibuka menguat ke level 6.109,32 pada perdagangan pagi hari. Tidak lama bertahan di zona hijau, indeks bergerak lesu hingga sempat terkoreksi pada level 5.971,41.

Sejalan dengan kinerja indeks, sejumlah saham milik konglomerat RI juga ambles pada perdagangan hari ini.

Advertisements

Saham-saham milik Boy Thohir misalnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) turun 2,12% ke Rp11.550, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun 1,32% ke Rp1.500, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 1,55% KE Rp2.540, atau PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) turun 2,56% ke Rp570.

Begitu juga saham milik Prajogo Pangestu, dengan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) jatuh 8,52% ke Rp2.470, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) ambles 4,63% ke Rp1.340, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) turun 6,31% ke Rp520, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 9,09% ke Rp700, PT Petrosea Tbk. (PTRO) turun 8,84% ke Rp4.330, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun 7,16% ke Rp1.555.

Sementara itu, kinerja saham andalan Anthoni Salim justru menguat, dengan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) naik 0,72% ke Rp7.000 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik 1,08% ke Rp7.025. Sebaliknya, saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) turun 1,68% ke Rp1.460 dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) turun 0,89% ke Rp555.

Saham-saham milik Happy Hapsoro juga tercatat lesu hingga sesi I perdagangan, dengan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) turun 4,51% ke Rp635, PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) turun 7,14% ke Rp195, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) turun 6,02% ke Rp625, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) turun 4,46% ke Rp3.860.

BRI Danareksa dalam risetnya, menerangkan pergerakkan pasar masih dibayangi berbagai sentimen global, antara lain ketegangan geopolitik yang kembali memanas hingga rilis data ekonomi global yang mempengaruhi Indonesia.

”Sentimen global pekan ini dibayangi eskalasi geopolitik Timur Tengah serta pertemuan IMF dan Bank Dunia pada 12—18 Oktober,” kata para analis dalam risetnya, Senin (12/10/2026).

Selain itu, pasar juga dinilai tengah mencermati inflasi AS dan China, serta neraca perdagangan China yang berisiko mempengaruhi ekspektasi suku bunga, dolar AS, rupiah, hingga permintaan komoditas global. Pidato pejabat The Fed pada periode 14—16 Oktober juga dinilai akan menjadi perhatian pasar natninya.

”Cenderung negatif untuk IHSG dalam jangka pendek, di tengah tekanan jual dan ketidakpastian geopolitik. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan berisiko memperkuat dolar AS dan menekan rupiah serta arus dana asing. Sementara data China berpotensi mempengaruhi prospek ekspor dan saham berbasis komoditas,” tulis analis.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read