KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) berencana membagikan saham bonus kepada pemegang saham dengan rasio 6:4. Artinya, setiap pemegang enam saham PPGL akan memperoleh empat saham bonus.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu (21/10/2026), PPGL berencana menerbitkan maksimal 514,12 juta saham bonus dengan nilai nominal Rp 22 per saham. Dengan demikian, nilai total saham bonus yang akan dibagikan mencapai maksimal Rp 11,31 miliar.
Saham bonus tersebut berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham perusahaan per 31 Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp 13,21 miliar. Pembagian ini bukan merupakan dividen saham.
Manajemen menyampaikan, rencana pembagian saham bonus bertujuan memperkuat struktur permodalan sekaligus memberikan manfaat kepada pemegang saham. Perusahaan juga berharap pembagian saham secara proporsional dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham PPGL di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Prima Globalindo Logistik (PPGL) Siapkan 514 Juta Saham Bonus, Tetapkan Rasio 6:4
Melalui penerbitan saham bonus tersebut, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh PPGL diperkirakan meningkat dari 771,18 juta saham menjadi maksimal 1,29 miliar saham.
Rencana pembagian saham bonus ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Oktober 2026. Jika usulan tersebut tidak disetujui, pembagian saham bonus tidak dapat dilaksanakan.
Adapun pemegang saham yang berhak memperoleh saham bonus adalah investor yang tercatat dalam daftar pemegang saham PPGL pada 4 November 2026. Perdagangan dengan hak atas saham bonus di pasar reguler dan negosiasi berlangsung hingga 2 November 2026, sedangkan di pasar tunai hingga 4 November 2026.
Saham bonus dijadwalkan didistribusikan kepada pemegang saham pada 25 November 2026. Untuk saham yang tercatat dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), distribusi akan dilakukan melalui rekening efek masing-masing pemegang saham.
BEI Cabut Suspensi Saham PPGL, ALKA, LIFE dan AGAR, Mulai Diperdagangkan Kamis (3/9)




