QRIS makin meluas di Jepang, dari kuil Sensoji hingga kedai kopi

Hikma Lia

Wisatawan Indonesia kini semakin mudah dalam bertransaksi saat berkunjung ke Jepang. Tak harus selalu mengandalkan uang tunai yen atau pembayaran berbasis kartu, pembayaran di sejumlah tempat usaha/merchant di Negeri Sakura kini dapat dilakukan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Advertisements

Layanan QRIS di Jepang resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2025. Sistem pembayaran ini memungkinkan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi menggunakan aplikasi pembayaran domestik dengan memindai kode JPQR Global yang tersedia di merchant Jepang.

Saat ini, QRIS memang baru dapat digunakan di puluhan merchant di Jepang. Bank Indonesia (BI) terus mendorong perluasan jaringan merchant sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kemudahan pembayaran lintas negara.

Advertisements

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali mengatakan pengembangan QRIS di Jepang merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi antara kedua negara.

“QRIS ini akan membantu transaksi yang dilakukan antara kedua negara, cross-border payment, sehingga akan memberikan perbaikan dari sisi efisiensi, keamanan, dan kecepatan,” kata Ricky saat dijumpai di Tokyo, Rabu (14/10).

Menurutnya, pengalaman penerapan QRIS lintas negara di sejumlah negara menunjukkan perkembangan yang positif. Karena itu, BI optimistis penggunaan QRIS di Jepang juga akan terus meningkat, didukung hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang yang erat.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat serta perluasan jaringan merchant yang dapat menerima pembayaran QRIS.

QRIS Hadir di Kuil Sensoji dan Tokyo Tower Penggunaan QRIS di Jepang terhubung dengan sistem JPQR Global. (Katadata/Maria Margaretha)

Katadata merasakan langsung kemudahan penggunaan QRIS di Jepang pada 15 Oktober 2026. Pemanfaatan QRIS mulai menjangkau destinasi wisata budaya, salah satunya yang populer adalah Kuil Sensoji di Asakusa, Tokyo. 

Sejak April 2026, wisatawan Indonesia dapat menggunakan QRIS untuk membayar uang persembahan sebesar 100 yen saat mengambil omikuji, yakni kertas ramalan keberuntungan yang menjadi salah satu tradisi di kuil-kuil Jepang.

Kepala Pengelola Kuil Sensoji, Moriyama, mengapresiasi layanan QRIS karena memberi kemudahan tidak hanya untuk wisatawan tetapi juga pihak kuil. 

“Sistem yang disediakan oleh Bank Indonesia sangat memudahkan juga bagi kami. Karena kalau tunai, kami harus menyediakan kembalian dan cukup repot juga menghitung uang logam 100 yang sangat banyak,” ujar Moriyama.

Meski demikian, penggunaan QRIS oleh wisatawan Indonesia di Sensoji masih tergolong terbatas. Menurut Moriyama, baru sekitar 2% pengunjung Indonesia menggunakan metode pembayaran tersebut.

Sementara itu, pembayaran digital oleh wisatawan asal China, khususnya melalui WeChat Pay, masih lebih banyak digunakan.

Tak hanya untuk omikuji, QRIS juga dapat digunakan untuk membeli jajanan seperti es krim hingga membeli oleh-oleh di toko souvenir di kawasan Sensoji. Namun, belum semua toko menyediakan fasilitas tersebut. Wisatawan perlu mencari toko yang telah memasang logo JPQR sebagai penanda tersedianya pembayaran melalui QRIS.

Selain Kuil Sensoji, wisatawan Indonesia di Jepang juga bisa membeli oleh-oleh menggunakan QRIS saat mengunjungi toko souvenir Tokyo Print Kobo di Tokyo Tower. 

Kedai Kopi Indonesia di Tokyo Rasakan Manfaat QRIS QRIS menjadi salah satu opsi sistem pembayaran di kedai kopi selain pembayaran berbasis kartu (Katadata/Maria Margaretha)

Manfaat QRIS juga dirasakan oleh pelaku usaha Indonesia yang mengembangkan bisnisnya di Jepang. Salah satunya Kopikalyan, jaringan kedai kopi asal Indonesia yang membuka cabang luar negeri pertamanya di Garden Square Harajuku, Tokyo pada awal 2021.

Country Director Kopikalyan Tokyo, Kenny Erawan, mengatakan kehadiran QRIS menjadi alternatif pembayaran yang memudahkan wisatawan Indonesia maupun diaspora yang tinggal di Jepang.

Pelanggan dapat langsung melakukan pembayaran menggunakan saldo rupiah yang dikonversi dalam proses transaksi.

Dari sisi merchant, Kenny menyoroti biaya transaksi QRIS dan JPQR yang dinilainya kompetitif dibandingkan sejumlah metode pembayaran lainnya.

“Paling penting menurut saya adalah di zaman sekarang karena pembayaran mayoritas menggunakan credit card dan pembayaran digital persentase itu menjadi penting buat kami. Setahu saya persentase yang dikenakan dari QRIS dan JPQR ini adalah salah satu yang termurah,” ujar Kenny.

Bagi Kopikalyan, keberadaan QRIS turut melengkapi upayanya memperkenalkan produk Indonesia kepada konsumen Jepang.

Selain menyediakan berbagai kopi spesialti dari sejumlah daerah di Indonesia, Kopikalyan juga menghadirkan minuman khas Nusantara, seperti kunyit asam, beras kencur, hingga kreasi Tolak Angin Latte.

Sementara itu, Yuki Onishi – Pemilik Euki Nusantara di Osaka, Jepang, turut berperan aktif dalam mendorong perluasan akseptasi QRIS Antarnegara di Jepang. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan fasilitas pembayaran JPQR di coffee shop miliknya di Osaka, serta pengenalan secara proaktif mengenai pemanfaatan QRIS Antarnegara kepada pelaku usaha coffee shop lainnya di wilayah Kansai. 

Serabi Solo di Hidden Gem Tokyo Manfaat QRIS digunakan oleh wisatawan Indonesia di kedai Surabi, Kichijoji, Tokyo. (Katadata/Maria Margaretha)

Penggunaan QRIS juga dapat ditemukan di usaha kuliner Indonesia lainnya, yakni Kedai Surabi milik Adi Nurwan di kawasan Kichijoji, Tokyo yang berjarak sekitar 40 menit dari pusat kota.

Adi, yang telah tinggal di Jepang selama sekitar 15 tahun, mengembangkan usaha kuliner tersebut dengan menggabungkan tradisi Indonesia dan bahan baku lokal Jepang.

Serabi yang dijual menggunakan tepung beras produksi Niigata, daerah asal istrinya. Produk tersebut kemudian diolah menjadi berbagai varian, mulai dari serabi tradisional khas Solo hingga kreasi rasa yang disesuaikan dengan selera konsumen Jepang.

Dalam menjalankan usahanya, Adi menerima berbagai metode pembayaran, termasuk uang tunai, kartu, dan terbaru QRIS.

Menurutnya, QRIS menjadi salah satu pilihan pembayaran yang paling relevan bagi pelanggan asal Indonesia.

“Sejak QRIS masuk Jepang, kita langsung terapkan. Kebetulan untuk area Kichijoji ini,  ada museum Ghibli, salah satu hidden gem juga. Banyak orang kita yang pakai QRIS di sini,” kata adi.  

Di sisi lain, usaha serabinya mendapat sambutan positif dari konsumen lokal. Menu tradisional khas Solo menjadi salah satu produk favorit pembeli Jepang, disusul varian choco banana dan custard.

QRIS Antarnegara Terus Berkembang Sistem QRIS di Kuil Sensoji diterapkan sejak April 2026. (Katadata/Maria Margaretha)

Pengembangan QRIS di Jepang merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia memperluas konektivitas sistem pembayaran antarnegara atau Regional Payment Connectivity (RPC).

Program ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dan 2030 yang mendorong integrasi pembayaran digital lintas negara.

Secara nasional, perkembangan QRIS menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Februari 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,41 juta dengan 43,93 juta merchant. 

Pada periode tersebut, transaksi QRIS tumbuh 133,20% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tingkat internasional, QRIS pertama kali diimplementasikan di Thailand pada 29 Agustus 2022. Kerja sama kemudian diperluas ke Malaysia pada 8 Mei 2023 dan Singapura pada 17 November 2023, sebelum menjangkau Jepang pada Agustus 2025.

Sepanjang 2026, konektivitas pembayaran QRIS juga diperluas melalui implementasi kerja sama dengan Korea Selatan pada 1 April dan Cina pada 30 April.

Data Bank Indonesia menunjukkan aktivitas pembayaran QRIS antarnegara pada 2025 lebih banyak dilakukan wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia (inbound) dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound).

Khusus Jepang, konektivitas pembayaran masih diterapkan satu arah, yakni masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS untuk bertransaksi di merchant Jepang yang telah terhubung dengan sistem JPQR Global, namun masyarakat Jepang belum bisa menggunakannya di merchant Indonesia.

Transaksi QRIS Indonesia–Jepang juga terus menunjukkan perkembangan positif. Transaksi  QRIS Indonesia outbound di Jepang dalam Triwulan II 2026 tercatat mengalami peningkatan 95% dibandingkan triwulan sebelumnya.

Berikut daftar beberapa toko di Jepang yang menyediakan sistem pembayaran QRIS:

Lokasi di Tokyo: Antre Tokyo, Cabe Meguro, Cinta Jawa Cafe, Edo Event-Kan, Edo-Shokuhinkan di bandara Haneda, Haba Labo, Halal Wagyu Ramen Shinjuku-Tei, Kopikalyan, Kuta Bali Cafe, Omikuji Sanshigashi, Shinsannishi, Sando, Gejin, Pos CCT Lab, Souvenir Shop Hirao, Sugoimobile Main Store, Suku Shop, Suku Space Shibuya Showroom, Surabi Kichijoji, Teracoya Hompo Nakamise Morita, Tokyo Print Kobo.

  • Lokasi di Osaka: Cafe Bintang, Euki Coffee and Cacao
  • Lokasi di Kyoto: Yoshiya
  • Lokasi di Kanagawa: Cinta Jawa Cafe
  • Lokasi di Saitama: Cinta Jawa Cafe
  • Lokasi di Aichi: Cafe & Dining Bulan Bali
  • Lokasi di Okinawa: Shuri Chinen Seika Ishimine
Advertisements

Also Read

Tags