Rekap kinerja pasar sepekan: IHSG naik 4,9%, BMRI pimpin top leaders

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Sejumlah indikator kinerja pasar saham Indonesia sepanjang 19–23 Oktober 2026 menunjukkan pergerakan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, diikuti peningkatan nilai transaksi harian dan kapitalisasi pasar, meskipun investor asing masih mencatatkan jual bersih.

Advertisements

Melansir statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG selama sepekan menguat 4,90% atau 254,15 poin ke level 5.439,26. Dalam periode tersebut, IHSG sempat menyentuh level terendah 4.907,37 dan tertinggi 5.455,21.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 9,39% menjadi 39,96 miliar saham. Sebaliknya, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 13,80% menjadi 1,95 juta kali. Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian (RNH) tumbuh 25,42% menjadi Rp20,34 triliun. Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 4,66% menjadi Rp9.583 triliun dari Rp9.157 triliun pada pekan sebelumnya.

Advertisements

Menilik transaksi investor, asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp6,67 triliun sepanjang pekan ini. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencatatkan net sell Rp3,19 triliun.

Top Gainers–Top Losers

Dalam pekan ini, saham TRUK memimpin daftar top gainers mingguan setelah menguat 87,11% menjadi Rp6.025 per saham.

Berikutnya, saham PNSE naik 70,57% menjadi Rp655. Disusul saham WMUU yang tumbuh 63,64% menjadi Rp36, saham TOBA menguat 53,85% menjadi Rp520, serta ANDI naik 47,37% menjadi Rp28 per saham.

Di sisi lain, daftar saham dengan koreksi terdalam atau top losers dipimpin oleh ALDO yang turun 29,92% menjadi Rp1.370 per saham.

Posisi berikutnya ditempati AIMS yang melemah 29,29% menjadi Rp700, MMIX turun 28,92% menjadi Rp590, IFSH terkoreksi 24,50% menjadi Rp1.310, serta ALKA melemah 21,79% menjadi Rp4.380 per saham.

Top Leaders–Top Laggards

Sepanjang 19–23 Oktober 2026, saham BMRI menguat 15,04% dan berkontribusi sebesar 40,65 poin terhadap kenaikan IHSG. Kinerja tersebut menempatkan BMRI sebagai pemimpin daftar saham top leaders, yakni saham dengan kontribusi terbesar terhadap penguatan indeks komposit.

Di posisi berikutnya, saham BBRI menguat 10,23% dan memberikan kontribusi sebesar 39,76 poin terhadap IHSG. Selanjutnya, saham TLKM naik 17,89% dengan kontribusi 31,31 poin.

Saham BREN juga masuk dalam jajaran top leaders setelah melonjak 28,30% dan memberikan kontribusi 20,39 poin terhadap IHSG. Sementara itu, saham BBNI menguat 15,15% dengan kontribusi sebesar 14,79 poin.

Sebaliknya, dalam daftar saham top laggards, BBCA menempati urutan pertama. Saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut terkoreksi 2,90% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 13,66 poin terhadap IHSG.

Di posisi kedua, saham MORA melemah 17,14% dengan kontribusi negatif 11,67 poin terhadap indeks. Kemudian, saham DCII turun 3,81% dan memberikan bobot negatif sebesar 7,32 poin.

Saham BYAN turut menjadi pemberat IHSG setelah terkoreksi 3,59% dengan kontribusi negatif 6,55 poin. Adapun saham MDKA melemah 9,88% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 6,49 poin terhadap indeks komposit.

Advertisements

Also Read