ICBP siapkan Rp 750 miliar untuk buyback saham, laba per saham diproyeksi naik

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyiapkan dana maksimal Rp 750 miliar untuk membeli kembali sahamnya (buyback) pada 26 Oktober hingga 31 Desember 2026.

Advertisements

Aksi korporasi ini akan menggunakan kas internal dan diperkirakan meningkatkan laba bersih per saham, meski total aset dan ekuitas perseroan berkurang.

Berdasarkan keterbukaan informasi pada Jumat (23/10/2026), nilai buyback maksimal Rp 750 miliar tersebut belum termasuk biaya transaksi, jasa perantara perdagangan, dan biaya lainnya.

Advertisements

Penjualan Masih Tumbuh Kuat, Cermati Rekomendasi Saham ICBP

Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor perusahaan.

ICBP akan melaksanakan buyback pada harga yang dianggap baik dan wajar dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Periode pembelian berakhir pada 31 Desember 2026 atau lebih cepat jika nilai maksimal yang ditetapkan telah tercapai.

Manajemen ICBP memperkirakan buyback tidak akan menurunkan pendapatan ataupun memberikan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha perseroan.

  ICBP Chart by TradingView  

Perusahaan juga menyatakan memiliki permodalan dan arus kas yang memadai untuk mendukung operasional serta berbagai inisiatif bisnis ke depan.

“Buyback tidak akan berdampak negatif terhadap posisi keuangan perseroan,” demikian penegasan ICBP dalam keterbukaan informasi tersebut.

Dalam proforma keuangan berdasarkan laporan per 30 Juni 2026, dengan asumsi buyback mencapai Rp 750 miliar, total aset ICBP diperkirakan turun dari Rp 143,99 triliun menjadi Rp 143,24 triliun.

Total ekuitas juga diproyeksikan menyusut dari Rp 75,27 triliun menjadi Rp 74,52 triliun.

Kinerja ICBP Diproyeksi Tetap Positif, Simak Prospek dan Target Harganya

Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diproyeksikan tetap sebesar Rp 3,70 triliun. Sementara itu, laba bersih per saham diperkirakan meningkat dari Rp 317 menjadi Rp 321 per saham.

Penurunan aset tersebut sejalan dengan penggunaan kas internal untuk buyback, yang mengalihkan sebagian aset perseroan dari kas menjadi saham treasuri.

Advertisements

Also Read

Tags