Semen Indonesia (SMGR) masih kaji opsi buyback saham

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Emiten pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mengkaji rencana pembelian kembali saham atau buyback di tengah dinamika pasar saham domestik. 

Advertisements

Direktur Utama SMGR Indrieffouny Indra mengatakan langkah ini dipertimbangkan untuk menjaga kepentingan pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental perseroan.

“Perseroan terus mencermati perkembangan pasar saham dan membuka opsi buyback dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Advertisements

Menurutnya, harga saham SMGR saat ini belum tentu mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang sesungguhnya.

“Di tengah dinamika pasar saham domestik, kami menegaskan keyakinan dan kepercayaan perusahaan atas fundamental kuat yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja dan mencapai pertumbuhan dalam jangka panjang,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kajian buyback dilakukan secara cermat dengan memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan mengacu pada POJK No. 13/2023.

Di sisi operasional, SIG mengandalkan portofolio solusi bahan bangunan, jaringan produksi dan distribusi yang luas, serta jangkauan pasar hingga daerah terpencil untuk menjaga daya saing dan menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Meski demikian, rencana buyback tersebut masih dalam tahap kajian. SIG belum mengumumkan nilai dana, jumlah saham yang akan dibeli, maupun jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

SMGR membukukan lonjakan kinerja keuangan pada semester I/2026 dengan laba bersih melesat hingga 470,95% secara tahunan. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, SMGR mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp228,25 miliar pada semester I/2026

Melonjaknya laba bersih perseroan sejalan dengan pertumbuhan top line. Pada paruh pertama 2026, SMGR meraup pendapatan Rp17,64 triliun atau tumbuh 13,07% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya Rp15,60 triliun. 

Advertisements

Also Read