Hashim ungkap IHSG terdisrupsi saham gorengan

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo menyoroti adanya indikasi praktik perdagangan yang kurang sehat di pasar modal domestik, khususnya fenomena manipulasi harga saham atau goreng saham.

Advertisements

Hashim menekankan, praktik tersebutlah yang menjadi perhatian serius bagi lembaga pemeringkat global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta para investor institusional asing yang menanamkan modalnya di bursa efek Indonesia.

“Ini [aksi goreng saham] yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing ini adalah kalau free-float-nya terbatas P/E ratio-nya itu gila-gilaan tidak masuk akal ini yang dipersoalkan saya mohon kepada kawan-kawan dari Kadin, ini masalah sangat-sangat serius,” ujar Hashim dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Advertisements

Dia menambahkan, apabila persoalan tata kelola pasar dan transparansi emiten ini tidak segera dimitigasi secara komprehensif, dikhawatirkan memicu risiko penurunan peringkat (downgrade) indeks pasar modal Indonesia menjadi standalone market.

Dampak lanjutan dari penurunan status tersebut berpotensi mengeringkan likuiditas serta memaksa arus modal asing keluar dari instrumen investasi di dalam negeri secara masif.

Di sisi lain, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berdampak langsung pada sentimen psikologis jutaan investor ritel lokal yang aktif bertransaksi di bursa efek.

“Saya diminta oleh Presiden untuk membantu Pak Rosan dan kawan-kawan di pemerintah untuk mitigasi masalah yang kita hadapi dari Morgan Stanley,” tambahnya.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa Indonesia masih layak berada di klasifikasi Emerging Market (EM) MSCI, alih-alih turun kelas ke Standalone Market.

Optimisme ini datang dari kondisi ekonomi dan fundamental emiten yang dinilai masih cukup solid. Bahkan, untuk sejumlah indikator, Indonesia lebih baik daripada negara emerging market lainnya. 

Sebagaimana diketahui, MSCI mengumumkan konsultasi usulan penurunan klasifikasi indeks MSCI Indonesia dari EM ke standalone market. Pelaku pasar dapat memberikan masukan mengenai proposal MSCI tersebut hingga 30 April 2027, dan keputusan final mengenai status pasar saham Indonesia akan diumumkan oleh MSCI pada atau sebelum 30 Juni 2027. 

Dalam dokumen update pasar modal MSCI-Indonesia yang diterbitkan, BEI menjelaskan bahwa standalone market adalah kelas untuk pasar yang uninvestable. 

Adapun, Bursa Efek Indonesia memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$498 miliar, dengan inflasi yang tetap dijaga di 3,29%, serta ada sembilan saham konstituen Indonesia masuk di MSCI Standard Index.

Advertisements

Also Read