Rakornas SP Pegadaian 2026: Sinergi Manajemen dan Pekerja Dorong Transformasi 2030

Hikma Lia

Upaya penguatan kolaborasi antara pihak manajemen PT Pegadaian (Persero) dan Serikat Pekerja (SP) Pegadaian terus ditingkatkan secara berkelanjutan guna mendukung agenda transformasi perusahaan menuju Pegadaian 2030. Sinergi strategis antara pimpinan perusahaan dan seluruh insan Pegadaian menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa setiap langkah perubahan yang diambil dapat berjalan secara efektif, efisien, serta memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Advertisements

Langkah nyata dalam memperkuat hubungan kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) SP Pegadaian 2026. Kegiatan berskala nasional ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak tanggal 28 hingga 31 Oktober 2026, berlokasi di Platinum Hotel Jimbaran, Bali. Pertemuan ini dirancang sebagai wadah konsolidasi organisasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan internal untuk merumuskan arah kebijakan serta langkah strategis perusahaan ke depan.

Pelaksanaan kegiatan Rakornas SP Pegadaian 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Budi Wahju Soesilo. Kehadiran jajaran manajemen puncak dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak perusahaan untuk terus membangun komunikasi yang transparan dan inklusif. Selain dihadiri oleh pihak manajemen, forum ini juga diikuti oleh jajaran pengurus serta perwakilan anggota Serikat Pekerja Pegadaian yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Advertisements

Dalam forum konsolidasi nasional ini, agenda utama yang diusung mengacu pada tema besar, yaitu “Solid Berkontribusi, Tangguh Berkapabilitas, Serikat Pekerja Berdaya, Pegadaian Jaya, Karyawan Sejahtera”. Tema tersebut mencerminkan filosofi dasar dan semangat bersama dalam menyelaraskan tujuan organisasi pekerja dengan target pertumbuhan korporasi secara keseluruhan.

Rakornas ini menjadi sarana diskusi mendalam mengenai sejumlah isu dan agenda strategis yang krusial bagi masa depan perusahaan. Pokok-pokok pembahasan dalam forum ini mencakup penguatan hubungan industrial yang harmonis, upaya peningkatan produktivitas kerja, program pengembangan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan, hingga strategi untuk memastikan keberlanjutan kesejahteraan bagi seluruh karyawan.

Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) Pegadaian, Mufri Yandi, menegaskan bahwa serikat pekerja memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung akselerasi pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, keberadaan organisasi pekerja tidak boleh hanya terbatas pada fungsi tradisional sebagai penyalur aspirasi dan penampung keluhan anggota, melainkan harus berkembang menjadi elemen yang memiliki kapasitas penuh untuk berkontribusi langsung terhadap kemajuan bisnis perusahaan.

Dalam penjelasannya, Mufri Yandi menyampaikan bahwa soliditas di internal serikat pekerja harus diimbangi dengan peningkatan kapabilitas individu maupun organisasi secara menyeluruh. Kualitas kerja, profesionalisme, serta daya saing para pekerja menjadi faktor penentu utama agar kontribusi yang diberikan dapat berdampak positif terhadap kinerja korporasi.

“Serikat Pekerja tidak cukup hanya solid dalam memperjuangkan aspirasi anggotanya, tetapi juga harus memiliki kapabilitas untuk berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan. Soliditas harus diterjemahkan menjadi kolaborasi, sementara kapabilitas diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, profesionalisme, dan daya saing pekerja,” ujar Mufri.

Mufri Yandi juga menggarisbawahi adanya keterkaitan simbiotis yang sangat erat antara kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan bisnis perusahaan. Peningkatan kesejahteraan karyawan tidak dapat dipisahkan dari kondisi perusahaan yang sehat dan kompetitif. Sebaliknya, kemajuan perusahaan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tenaga kerja yang kompeten, memiliki produktivitas tinggi, serta merasa dihargai melalui kesejahteraan yang memadai.

Pentingnya konsistensi dalam menjalankan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati oleh manajemen dan pekerja juga menjadi salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Mufri Yandi. Ia menilai bahwa penandatanganan kesepakatan hanyalah awal dari proses panjang, sedangkan kunci keberhasilan yang sebenarnya terletak pada komitmen seluruh pihak untuk menjalankan isi kesepakatan tersebut secara konsisten dan penuh integritas.

“Perusahaan yang kuat membutuhkan pekerja yang kompeten, produktif, dan sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui perusahaan yang sehat, kompetitif, dan terus bertumbuh. Keberhasilan menyepakati PKB adalah pencapaian penting, namun tantangan utamanya terletak pada konsistensi seluruh pihak dalam menjaga dan menjalankan kesepakatan tersebut dengan penuh integritas,” tegasnya.

Sinergi pekerja dukung transformasi Pegadaian

Perspektif mengenai pentingnya hubungan industrial yang harmonis juga disampaikan oleh Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto. Ia menyimpulkan bahwa iklim kerja yang kondusif dan saling mendukung antara manajemen dan pekerja merupakan landasan utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta efisien.

Menurut Edy Purwanto, komunikasi yang terbuka dan bentuk kolaborasi yang konstruktif sangat diperlukan guna menyelaraskan berbagai kepentingan pekerja dengan arah kebijakan serta strategi pengembangan perusahaan. Selain itu, peningkatan kompetensi secara berkelanjutan dipandang sebagai kebutuhan mutlak agar seluruh karyawan Pegadaian memiliki kesiapan dalam menghadapi cepatnya perubahan dinamika industri keuangan.

“Serikat Pekerja memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis sekaligus mendorong kemajuan perusahaan. Melalui komunikasi yang terbuka, kolaborasi yang konstruktif, serta semangat untuk terus meningkatkan kompetensi, kami optimistis seluruh insan Pegadaian dapat bergerak dalam satu arah untuk mewujudkan Pegadaian yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing menuju Pegadaian 2030,” ungkap Edy.

Penyelenggaraan Rakornas SP Pegadaian 2026 juga memiliki arti penting sebagai langkah persiapan sumber daya manusia perusahaan dalam menghadapi transformasi menyeluruh di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini berada di bawah naungan Danantara. Perubahan struktur dan tata kelola di bawah Danantara ini membawa dinamika serta tantangan baru, terutama dalam hal pengelolaan talenta, peningkatan kompetensi pekerja, serta tuntutan daya saing organisasi secara keseluruhan.

Direktur Human Capital PT Pegadaian (Persero), Tribuana Tunggadewi, menyampaikan pandangannya terkait pentingnya keselarasan komitmen antara manajemen dan para pekerja. Menurutnya, kesamaan visi dan komitmen sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa seluruh elemen di dalam perusahaan bergerak ke arah yang sama saat menghadapi berbagai gelombang perubahan industri.

Prinsip keselarasan ini sejalan dengan tema “One Commitment, Shared Future” yang menjadi pilar utama pembahasan dalam agenda Rakornas pada tahun ini. Semangat tersebut menegaskan pentingnya rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif dalam membangun masa depan Pegadaian yang lebih cerah dan berkelanjutan.

“Semangat ‘One Commitment, Shared Future’ menjadi landasan bersama untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan, serta memastikan seluruh insan Pegadaian memiliki arah dan tujuan yang selaras dalam mewujudkan masa depan perusahaan. Rakornas 2026 ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kesiapan pekerja menghadapi transformasi BUMN di bawah Danantara, termasuk dinamika pengembangan talenta, peningkatan kompetensi, dan peningkatan daya saing,” tegas Tribuana.

Melalui penyelenggaraan Rakornas SP Pegadaian 2026 di Bali ini, pihak manajemen PT Pegadaian (Persero) beserta Serikat Pekerja Pegadaian menyatakan komitmen bersama untuk menjaga iklim hubungan industrial yang harmonis. Langkah ini diimbangi dengan upaya memperkuat kontribusi nyata para pekerja dalam pencapaian berbagai target strategis korporasi.

Kolaborasi yang erat antara kedua belah pihak diharapkan mampu mendukung secara maksimal seluruh tahapan transformasi Pegadaian menuju tahun 2030. Proses transformasi tersebut akan terus dijalankan dengan senantiasa memperhatikan keseimbangan antara peningkatan produktivitas perusahaan dan peningkatan kesejahteraan karyawan.

Dengan demikian, langkah penguatan organisasi pekerja serta peningkatan kapasitas dan kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian integral dari strategi PT Pegadaian (Persero) dalam menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.

Advertisements

Also Read

Tags