BANYU POS Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 3 November 2026 diwarnai gelombang tekanan jual massal yang menekan seluruh saham berkapitalisasi besar di tengah nilai transaksi bursa yang tercatat sebesar Rp11,7 triliun.
Investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) senilai Rp575,00 miliar di tengah volume transaksi bursa yang menembus 26,59 miliar saham.
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
Harga Saham Anjlok 38%, Emiten Sawit Ini Beri Dividen Interim dengan Yield 5% Lebih
Seluruh Saham PER Rendah Tertekan, ANTM Pimpin Koreksi Kode Close PER PBV Perubahan BBTN 855 2,50 0,32 -4,47% INKP 6.125 3,04 0,26 -6,49% MEDC 1.280 3,27 0,78 -6,57% NCKL 700 3,80 0,94 -4,11% JPFA 1.665 4,54 0,91 -4,03% PGAS 1.330 4,62 0,63 -2,92% ELSA 580 4,64 0,75 -6,45% ANTM 2.400 4,90 1,45 -6,98% AADI 10.425 4,99 1,20 -2,57% HRTA 1.350 5,19 1,58 -6,90%
Sumber: Pusat Data Kontan dan RTI
Seluruh saham anggota indeks LQ45 dengan PER terendah kompak mengalami tekanan jual masif pada perdagangan 3 November.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin koreksi terdalam di kelompok ini setelah merosot 6,98%, disusul PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang turun 6,90% dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang melemah 6,57%.
Tekanan serupa juga menghantam emiten energi dan perbankan lainnya di tengah sentimen pelemahan pasar secara luas.
Grafik IHSG 30 hari terakhir
Harga Saham ANTM Rontok Ke Rp 2.580, Analis Prediksi Bisa Kembali Ke Rp 4.000-an
Bursa Dilanda Tekanan Jual Massal, INDY Pimpin Pelemahan Kode Close PER PBV Perubahan GOTO 24 24,00 0,83 0,00% BUMI 120 20,00 1,50 -6,25% INDY 1.795 19,30 0,43 -6,75% BRPT 1.045 17,71 2,19 -6,70% MBMA 294 16,33 1,09 -6,37% UNTR 23.175 14,52 0,88 -2,83% DEWA 222 13,06 1,09 -6,72% SMGR 1.350 12,86 0,21 -4,59% MDKA 1.845 12,47 2,86 -6,35% PGEO 870 12,08 0,99 -6,45%
Sumber: Pusat Data Kontan dan RTI
Tekanan jual serentak turut melanda kelompok saham PER tertinggi di bursa pada perdagangan 3 November.
PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin koreksi terdalam di kelompok ini setelah merosot 6,75%, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang turun 6,72%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 6,70%, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang ambles 6,45%.
Di tengah gelombang koreksi masif bursa, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi satu-satunya emiten yang berhasil bertahan stagnan.
Adapun PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) tetap kokoh memegang status Price to Book Value (PBV) terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,21 kali.
Harga Saham Rontok 82%, 4 Emiten Prajogo Pangestu Masih Bisa Buyback Rp 3 T Lebih




