BANYU POS – – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 15,48 poin atau 0,31 persen ke level 4,919 setelah mengalami koreksi yang cukup tajam hingga menyentuh pada perdagangan Selasa (3/11) sebesar 3,49 persen.
Namun, penguatan tersebut belum mampu membawa IHSG keluar dari tekanan. Pada perdagangan Rabu (4/11), IHSG kembali bergerak di zona merah sejak pembukaan.
IHSG dibuka melemah 47,33 poin atau 0,97 persen ke level 4.856,96. Tekanan jual berlanjut hingga indeks sempat menyentuh level terendah 4.824,36.
Pada perdagangan sesi pertama, IHSG ditutup melemah 43,35 poin atau 0,88 persen ke level 4.860,94. Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak ke level tertinggi 4.902,71 sebelum kembali terkoreksi.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan, skandal penyadapan berpotensi menggerus kepercayaan pasar terhadap stabilitas nasional dan integritas birokrasi.
Jadi Tersangka, Mantan Kapolri Listyo Sigit dan 2 Jenderal Polri Langsung Ditahan di Rutan Mabes
Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap iklim investasi, aktivitas dunia usaha, hingga pergerakan pasar keuangan domestik.
Menurutnya, persoalan penyadapan tidak hanya menyangkut aspek hukum dan keamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.
“Tentu saja akan berdampak pada kepercayaan pasar menurun,” ujar Esther ketika dihubungi JawaPos.com, Rabu (4/11).
Esther mengatakan, skandal penyadapan dapat memicu kekhawatiran pelaku usaha mengenai stabilitas nasional dan integritas birokrasi. Selain itu, ketidakpastian yang muncul berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Menurutnya, kekhawatiran investor terhadap perkembangan situasi tersebut dapat tercermin melalui instrumen keuangan jangka pendek, termasuk pasar saham. Investor berpotensi mengambil langkah lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan investasi.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga dapat mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap IHSG apabila sentimen negatif berlangsung secara berkelanjutan.
“Berdasarkan dinamika pasar di Bursa Efek Indonesia, ketidakpastian akibat isu penyadapan terbukti memicu aksi jual oleh investor yang cemas, menyebabkan IHSG mengalami tekanan hebat dan depresiasi yang cukup tajam akibat penurunan kepercayaan pasar secara mendadak,” ucapnya.
Kronologi Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit dan Jenderal Polri Lainnya
Esther menambahkan, dampak lainnya dapat dirasakan oleh dunia usaha, terutama dalam pengambilan keputusan strategis. Korporasi besar maupun investor asing berpotensi menunda ekspansi dan investasi baru sembari mencermati penyelesaian skandal tersebut.
Investor cenderung mengambil posisi bertahan hingga memperoleh kepastian mengenai penanganan persoalan secara transparan dan profesional oleh otoritas hukum.
Selain itu, sentimen negatif domestik juga berpotensi mendorong arus modal keluar atau capital outflow. Ketika investor global mengurangi eksposur terhadap aset di negara yang menghadapi ketidakpastian politik dan keamanan, tekanan terhadap mata uang lokal dapat meningkat.
“Ketika investor global mengurangi eksposur mereka pada aset-aset di negara yang sedang mengalami kegaduhan politik-keamanan, tekanan terhadap mata uang lokal akan meningkat, yang berisiko memicu gangguan ekonomi makro yang lebih luas,” ungkapnya.




