Finance

Kinerja emiten EBT beragam, ini prospek PGEO, BREN dan KEEN hingga 2027

Hikma Lia

Prospek sektor energi baru dan terbarukan (EBT) masih dinilai positif hingga 2027, meski kinerja emiten di sektor ini sepanjang semester I-2026 belum seragam. Sejumlah perusahaan mencatat pertumbuhan laba, sementara sebagian lainnya masih menghadapi tekanan pendapatan dan profitabilitas. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi dua emiten yang membukukan pertumbuhan laba...

Finance

BTPN Syariah siapkan buyback saham Rp1 triliun

Hikma Lia

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan anggaran maksimal Rp 1 triliun. Rencana aksi korporasi tersebut akan terlebih dahulu meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Oktober 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/10/2026), BTPN Syariah mengusulkan pelaksanaan buyback...

Finance

Blog habiskan seluruh dana IPO Rp138,23 miliar, ini penggunaannya

Hikma Lia

PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) telah merealisasikan seluruh dana bersih hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 138,23 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, Selasa (6/10/2026), BLOG mengantongi dana IPO sebesar Rp 140,81 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp 2,58 miliar, dana bersih yang tersedia mencapai Rp 138,23 miliar. Baca Juga:...

Finance

Harga Ayam Naik, Ini Rekomendasi Saham Unggas yang Layak Dikoleksi

Hikma Lia

Prospek emiten di sektor unggas tetap positif didukung oleh tingginya harga ayam broiler yang didorong oleh keberlanjutan program makan bergizi gratis sepanjang tahun 2026. Berdasarkan riset yang dipublikasikan CGS International, harga ayam broiler naik selama tiga bulan berturut-turut hingga September 2026 menjadi rata-rata Rp 25.000 per kg atau naik 2% dibandingkan bulan sebelumnya, terutama didorong oleh berlanjutnya...

Finance

Kurs Rupiah Hari Ini: Menanti Data Cadev dan Risalah The Fed

Hikma Lia

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi antisipasi pasar terhadap kebijakan suku bunga global serta rilis data cadangan devisa domestik. Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (6/10/2026), rupiah spot berada di level Rp 17.899 per dolar AS, menguat 0,10%. Sementara itu, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia mencatat rupiah berada di Rp 17.910 per dolar...

Finance

Siap Buyback Saham Rp 1 Triliun, BTPN Syariah Gelar RUPSLB

Hikma Lia

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menyiapkan aksi pembelian kembali saham alias buyback dengan nilai maksimal Rp 1 triliun. Rencana tersebut bakal dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Oktober 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/10/2026), BTPN Syariah mengusulkan buyback saham dengan jumlah maksimal 10% dari modal...

Finance

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp 17.899 per Dolar AS

Hikma Lia

Nilai tukar rupiah di pasar spot mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan hari ini. Selasa (6/10/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 17.899 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah menguat 0,1% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.917 per dolar AS. Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, baht Thailand menjadi mata uang dengan...

Finance

4 Strategi Investasi Warren Buffett Saat Pasar Saham Anjlok

Hikma Lia

Pasar saham tidak selalu bergerak naik dalam jangka panjang. Setelah periode kenaikan yang panjang, investor tetap perlu memahami cara menghadapi penurunan pasar tanpa mengambil keputusan secara terburu-buru. Salah satu pendekatan yang sering dikaitkan dengan Warren Buffett adalah tetap fokus pada nilai bisnis dan peluang jangka panjang. Strategi t...

Finance

BI Rate Ditahan 5,75%, Multifinance Hati-Hati Rilis Obligasi Baru

Hikma Lia

Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan BI Rate yang bertahan di level 5,75% cenderung membuat multifinance tetap berhati-hati dalam menerbitkan obligasi. "Meski demikian, hal itu juga tidak menghentikan penerbitan obligasi oleh multifinance," ujar Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin kepada Kontan, Senin (5/10/2026)....