Bank Indonesia menaikkan BI Rate 50 bps ke 5,25% untuk mengatasi ketidakpastian global dan menjaga stabilitas rupiah, meski berisiko menahan pertumbuhan ekonomi.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyoroti risiko sistemik di era arsitektur keuangan baru, menekankan pentingnya koordinasi dan otonomi lembaga keuangan.
The Fed menahan suku bunga, sinyal kebijakan bergeser dari dovish ke netral karena inflasi naik. Perdebatan internal meningkat, keputusan hati-hati diambil.
Bank Indonesia diperkirakan menahan BI Rate di 4,75% pada April 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global dan ekspektasi inflasi yang meningkat.
Bank Indonesia akan intervensi rupiah di pasar offshore selama libur Lebaran 2026 untuk mengantisipasi gejolak Timur Tengah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.