IHSG Naik 0,42% ke 8.557 Sesi I Rabu (26/11): Saham BUMI, EXCL, DSSA Jadi Top Gainers

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengukir penguatan signifikan pada perdagangan sesi pagi Rabu (26/11/2025). Kenaikan ini sejalan dengan tren positif di bursa Asia, yang didorong oleh ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan Desember mendatang.

Advertisements

Mengutip data RTI, IHSG pada sesi I melonjak 0,42% atau setara 35,504 poin, mencapai level 8.557,387. Sentimen positif ini terlihat dari mayoritas saham yang menguat; tercatat 262 saham naik, 368 saham melemah, dan 174 saham lainnya stagnan. Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan total volume mencapai 32,2 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 14,6 triliun.

Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif dari sembilan indeks sektoral. Tiga sektor utama yang memimpin kenaikan adalah IDX-Energy yang melesat 2,05%, disusul IDX-Finance dengan kenaikan 1,59%, dan IDX-Cyclicals yang tumbuh 0,52%.

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 16.669 Per Dolar AS di Tengah Hari Ini (26/11)

Advertisements

Di antara saham-saham unggulan yang tergabung dalam LQ45, beberapa mencatat kenaikan signifikan:

  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan kenaikan 11,02% ke level 262.
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) juga menguat 4,336% menjadi Rp 2.870.
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ikut naik 3,54% ke Rp 111.000.

Whale Lepas Bitcoin, Akankah BTC Sentuh US$70.000?

Namun, beberapa saham LQ45 mengalami tekanan jual:

  • PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,65% ke Rp 2.200.
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 2,35% ke Rp 2.490.
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) terkoreksi 1,16% ke Rp 1.275.

KB Bank (BBKP) Tukar Aset Non-Produktif dengan Sukuk TOBA


BUMI Chart by TradingView

Sentimen Global: Bursa Asia Menguat Ikuti Wall Street

Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik turut merasakan sentimen positif, terpantik oleh reli yang terjadi di Wall Street pada Rabu. Hal ini diperkuat oleh meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan segera melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuannya.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga semakin menguat setelah laporan Bloomberg mengindikasikan Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, sebagai kandidat terkuat untuk menjadi Ketua The Fed berikutnya. Hassett dipandang memiliki pandangan yang lebih selaras dengan preferensi Presiden Donald Trump terhadap suku bunga rendah. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, bahkan menambahkan bahwa ada “peluang sangat besar” bagi Trump untuk menunjuk ketua The Fed baru sebelum Natal.

Berdasarkan data CME FedWatch, pasar kini memproyeksikan probabilitas pemangkasan suku bunga pada Desember mencapai lebih dari 84%. Selain itu, Presiden The Fed New York, John Williams, juga memberikan sinyal adanya ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter “dalam waktu dekat”, semakin memperkuat harapan pasar.

IHSG Bergerak Liar di Awal Perdagangan Rabu (26/11), Bursa Asia Kompak Menghijau

Rincian Pergerakan Bursa Asia

Secara lebih rinci, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,94%, didorong oleh kinerja cemerlang sektor utilitas, kesehatan, dan keuangan. Saham-saham yang mencatat kenaikan terbesar di Jepang antara lain Toppan Holdings naik 7,54%, SoftBank Group naik 6,89%, dan Otsuka Holdings naik 6,84%. Namun, saham Kioxia anjlok lebih dari 12% menyusul laporan Nikkei bahwa Bain Capital berencana melepas saham senilai 350 miliar yen, mengurangi kepemilikannya dari 51% menjadi 44%. Sementara itu, indeks Topix juga naik 0,9%.

Di Korea Selatan dan Australia, sentimen positif juga mendominasi. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,83% dan Kosdaq naik 1,69%. Indeks ASX/S&P 200 Australia mencatat kenaikan 0,86%, meskipun data inflasi Oktober menunjukkan peningkatan menjadi 3,8% secara tahunan, level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Bursa saham Tiongkok dan Hong Kong juga bergerak menguat secara moderat. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,22% dan CSI 300 Tiongkok menguat 0,41%. Kendati demikian, saham Alibaba mengalami penurunan 1,27% setelah laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITA) kuartalannya merosot 78% secara tahunan, meskipun pendapatannya melampaui ekspektasi.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (26/11): Turun Rp 2.000 Jadi Rp 2.378.000 Per Gram

Di sisi lain, pasar Taiwan dan India menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Taiex Taiwan melonjak 1,4%, didorong oleh kenaikan lebih dari 2% pada saham Foxconn yang mendapatkan tambahan insentif pajak hingga US$16 juta dari Wisconsin untuk ekspansi fasilitas. Sementara itu, indeks Nifty 50 India naik 0,33%, namun BSE Sensex justru terkoreksi 0,1%. Pelemahan di India salah satunya disebabkan oleh saham Bharti Airtel yang merosot 2,2% setelah laporan bahwa entitas promotor akan menjual 34,3 juta saham senilai minimal US$806 juta.

Advertisements

Also Read

Tags