Big banks pimpin penguatan sektor perbankan, cek saham yang menarik dikoleksi

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Sektor perbankan berhasil mengakhiri pekan perdagangan dengan performa yang membanggakan, di mana mayoritas saham bank tercatat bergerak di zona positif. Performa cemerlang ini utamanya didorong oleh dominasi bank-bank berkapitalisasi besar, atau yang dikenal sebagai big banks, yang kembali menjadi magnet utama bagi para investor di pasar modal.

Advertisements

Pada penutupan perdagangan Kamis, 15 Januari 2026, saham BBNI dari PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatatkan performa paling agresif, melonjak signifikan 4,13% menjadi Rp 4.540. Penguatan impresif ini bahkan mencapai 7,84% sepanjang pekan lalu. Tren positif juga diikuti oleh saham BMRI milik PT Bank Mandiri Tbk, yang melaju 3,10% secara harian dan menguat 3,74% dalam sepekan, mencapai level Rp 4.990. Sementara itu, saham BBRI dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga tidak kalah perkasa, menguat 2,69% pada hari perdagangan tersebut dan membukukan kenaikan 2,96% dalam sepekan ke level Rp 3.820.

Pergerakan Saham Big Banks Pekan Ini, Simak Penjelasan Analis dan Rekomendasinya

Di tengah gairah pasar, saham BBCA dari PT Bank Central Asia Tbk turut menunjukkan penguatan, meskipun dengan kenaikan yang lebih moderat. BBCA terpantau menguat 0,94% dalam sehari dan naik tipis 0,31% dalam sepekan, mengakhiri perdagangan di Rp 8.075. Antusiasme investor terhadap saham perbankan semakin jelas terlihat dari derasnya aksi net buy di pasar reguler. BBRI menduduki peringkat teratas sebagai saham bank yang paling banyak dikoleksi, mencatatkan net buy hingga Rp 314,9 miliar. Diikuti oleh BMRI dengan Rp 231,6 miliar dan BBCA sebesar Rp 216,3 miliar. Sementara itu, BBNI berada di posisi ketujuh dalam daftar saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing dan domestik, dengan nilai net buy mencapai Rp 43,8 miliar.

Advertisements

  BBRI Chart by TradingView  

Sentimen positif yang menyelimuti sektor ini tidak hanya terbatas pada big banks. Saham bank lapis dua juga turut menikmati keuntungan. BBTN dari PT Bank Tabungan Negara Tbk melonjak 1,67% secara harian dan menguat 5,17% dalam sepekan, mencapai Rp 1.220. BRIS dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk bahkan mencatatkan kenaikan lebih impresif, yakni 1,78% secara harian dan melesat 7,51% sepanjang pekan, menembus level Rp 2.290. Diikuti oleh BDMN dari PT Bank Danamon Tbk yang naik 1,56% secara harian dan 3,17% dalam sepekan ke Rp 2.600, serta BNGA dari PT Bank CIMB Niaga Tbk yang menguat 0,84% secara harian dan 0,56% secara mingguan ke Rp 1.810.

Masih Jadi Sasaran Jual Asing, Saham Big Banks Berpotensi Naik Ketika IHSG Rebound

Berbeda halnya dengan saham bank digital, pergerakannya cenderung lebih dinamis dan fluktuatif. BBYB dari PT Bank Neo Commerce Tbk mencatat kenaikan signifikan 5,49% secara harian dan 2,46% dalam sepekan, mencapai Rp 500. AGRO dari PT Bank Raya Indonesia Tbk juga menguat 3,33% secara harian dan 0,81% mingguan, berakhir di Rp 248. Namun, tidak semua bank digital berhasil mempertahankan performa positif secara mingguan. Saham SUPA dari PT Super Bank Indonesia Tbk, meskipun naik 6,60% secara harian, justru terkoreksi 3,00% dalam sepekan ke Rp 1.130. Demikian pula dengan ARTO dari PT Bank Jago Tbk, yang meski menguat tipis 0,79% pada hari itu, tetap mencatatkan penurunan 3,79% dalam sepekan, berada di Rp 1.905.

Terangkat Kondisi Makro, Saham Big Banks Kembali Diburu Asing

Menganalisis derasnya aliran dana dan tren penguatan harga yang konsisten, saham big banks seperti BBRI, BMRI, dan BBNI tetap dinilai sangat menarik untuk dicermati. Ini terutama berlaku bagi investor yang memprioritaskan stabilitas dan likuiditas tinggi. Di sisi lain, saham bank lapis dua seperti BRIS dan BBTN dapat menjadi alternatif menjanjikan bagi investor yang mengincar potensi pertumbuhan dengan tingkat risiko yang lebih terukur. Sementara itu, untuk saham bank digital, para analis merekomendasikannya lebih cocok untuk strategi trading jangka pendek, mengingat karakteristik volatilitas harganya yang relatif tinggi.

Menatap ke depan, dinamika pergerakan saham perbankan masih akan sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor krusial. Ini meliputi arah kebijakan suku bunga, performa laporan keuangan masing-masing emiten, serta sentimen makroekonomi baik di tingkat global maupun domestik yang terus berkembang.

Advertisements

Also Read

Tags