Penjualan lahan diproyeksi meningkat, simak rekomendasi saham Surya Semesta (SSIA)

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat penurunan kinerja sepanjang Januari – September 2025. Penjualan lahan dan pendapatan berulang dari segmen bisnis hotel diproyeksi menjadi salah satu penentu kinerja di tahun 2026. 

Advertisements

SSIA mengantongi pendapatan Rp 3,31 triliun, turun 14,15% per kuartal III – 2025. Sedangkan laba bersih SSIA anjlok 97,17% menjadi hanya Rp 6,46 miliar per kuartal III – 2025. 

Yasmin Soulisa, Analis Ciptadana Sekuritas Asia menilai prospek penjualan lahan di Subang dapat mendorong pertumbuhan. Penjualan lahan pemasaran Surya Semesta Internusa (SSIA) diproyeksikan meningkat secara signifikan, dari 46,7 ha pada tahun 2025 menjadi 135 hektar (ha) pada tahun 2026. 

“Pada tahun 2026, Subang diperkirakan akan menyumbang sekitar 121 ha, dengan lebih dari 50% permintaan berasal dari sektor otomotif. Penjualan sisanya diproyeksikan didorong oleh industri non-otomotif, termasuk furnitur (15%), tekstil (15%), dan mesin berat (10%),” ujar Yasmin dalam risetnya pada 26 Januari 2026. 

Advertisements

Proyek Subang Smartpolitan Dorong Prospek Surya Semesta (SSIA), Cek Rekomendasinya

Sementara itu, Suryacipta City of Industry di Karawang diperkirakan akan menghasilkan penjualan lahan seluas 14 ha pada tahun 2026, naik 30,8% secara year on year (yoy). Peningkatan yang solid mengingat terbatasnya cadangan lahan yang tersedia. Meskipun penjualan pemasaran Subang masih terpapar risiko volatilitas, Yasmin memperkirakan hal ini akan mereda dalam jangka menengah, didukung oleh kemajuan proyek Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) dan basis penyewa yang lebih beragam. 

Yasmin mengatakan, konektivitas Subang Smartpolitan ke Pelabuhan Patimban sangat bergantung pada Jalan Tol Akses Patimban, yang menghubungkan Jalan Tol Cipali ke Pelabuhan Patimban. Pada Desember 2025, usaha patungan antara Adhi Karya (ADHI) dan anak perusahaan konstruksi SSIA, Nusa Raya Cipta (NRCA), bekerja sama dengan PT Jasamarga Akses Patimban (JAP), menandatangani kontrak jasa konstruksi untuk Paket I Jalan Tol Akses Patimban. 

Sebagai Proyek Strategis Nasional, Paket I membentang sepanjang 7,10 km dan mencakup Persimpangan Cipeundeuy yang menghubungkan Subang Smartpolitan. Konstruksi telah dimulai, dengan jalan tol ditargetkan dibuka pada kuartal kedua 2027. 

Surya Semesta (SSIA) Inbreng Aset Rp 1,66 Triliun, Intip Rekomendasi Sahamnya

Selain itu, Yasmi menyoroti Paradisus by Meliá Bali yang melakukan rebranding untuk mendukung pemulihan sektor perhotelan SSIA. Pendapatan berulang SSIA melemah tahun lalu karena penutupan sementara aset perhotelan unggulannya, Meliá Bali, untuk renovasi dan rebranding. 

Tercatat pada tahun 2024, hotel mewah ini merupakan kontributor terbesar bagi pendapatan perhotelan perusahaan, menyumbang 51% dari total pendapatan hotel. Setelah selesainya renovasi, properti ini telah diperkenalkan kembali sebagai Paradisus by Meliá Bali, menawarkan pengalaman resor yang lebih inklusif. 

Dengan pembukaan terbatas yang dijadwalkan pada bulan Februari, Yasmin memperkirakan pendapatan hotel akan pulih menjadi sekitar Rp 746 miliar pada tahun 2026, masih sekitar 20% di bawah level sebelum renovasi pada tahun 2024, tetapi dengan potensi peningkatan lebih lanjut di tahun-tahun mendatang seiring kembalinya pelanggan tetap dan permintaan baru. 

“Sementara itu, resor unggulan SSIA lainnya, Umana Bali, terus memberikan pertumbuhan yang solid, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 34,6% yoy pada sembilan bulan di 2025, yang semakin memperkuat portofolio perhotelan grup tersebut,” terang Yasmin. 

Kinerja Surya Semesta (SSIA) Masih Lesu, Ini Rekomendasi Analis

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand mengatakan prospek kinerja SSIA kuartal I-2026 kemungkinan menunjukkan stabilisasi kinerja setelah tekanan 2025. Ini didukung oleh percepatan konstruksi dan awal pengakuan pendapatan lahan di proyek Subang Smartpolitan serta pemulihan segmen properti dan konstruksi. Meskipun tekanan segmen perhotelan dan penjualan lahan yang belum optimal masih menjadi faktor moderat. Analisis eksternal memperkirakan pertumbuhan pendapatan dalam jangka menengah dengan pola pengakuan proyek yang lebih kuat.

“Tantangan utama SSIA di kuartal I – 2026 berasal dari tekanan pada segmen perhotelan yang masih belum pulih, arus kas dan pengakuan penjualan lahan yang fluktuatif, serta kebutuhan realisasi marketing sales yang kuat untuk mencapai target tahunan. Selain itu, margin juga bisa tertekan jika segmen non-proyek utama berjalan lebih lambat dari ekspektasi,” jelas Abida kepada Kontan, Rabu (11/2/2026). 

Ahnaf Yassar Lilo, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, menilai terdapat tiga katalis fundamental positif bagi SSIA. Antara lain jalan tol dan Pelabuhan Patimban; cadangan lahan terbesar; dan biaya tenaga kerja termurah di daerah Subang tersebut. Ia melihat tahun 2026 SSIA dapat menangkap potensi kenaikan harga lahan. 

Ditopang Subang Smartpolitan, Simak Rekomendasi Saham SSIA

“Prospek positif kami terhadap SSIA didorong oleh proyeksi penjualan lahan yang kuat sebesar 60 hektar – 70 hektar per tahun selama beberapa tahun ke depan,” ucap Ahnaf. 

Yasmin memproyeksikan pendapatan dan laba bersih SSIA tahun 2026 masing – masing sebesar Rp 5,66 triliun dan Rp 176 miliar. Pendapatan SSIA tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp 4,56 triliun dan laba bersih Rp 8 miliar. Adapun pada tahun 2024, SSIA mengantongi pendapatan Rp 6,25 triliun dan laba bersih sebesar Rp 234,2 miliar. 

Yasmin merekomendasikan Buy saham SSIA dengan target harga Rp 2.080 per saham. Ahnaf merekomendasikan Buy saham SSIA dengan target harga Rp 4.000 per saham. Sementara Abida merekomendasikan Netral saham SSIA dengan target harga Rp 2.300 per saham. 

Abida melihat beberapa potensi revaluasi aset dan pertumbuhan kinerja. Sementara risk-aware view menyarankan wait and see atau target konservatif di bawah itu. Secara umum, rekomendasi netral-positif untuk jangka menengah tetap relevan jika realisasi proyek dan marketing sales membaik.

Surya Semesta Internusa (SSIA) Mau Restrukturisasi Anak Usaha, Begini Detailnya

Advertisements

Also Read

Tags