
BANYU POS JAKARTA – Emiten infrastruktur digital terkemuka, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), menunjukkan komitmen kuatnya dalam mempercepat pengembangan ekosistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Fokus strategis ini mencakup visi jangka panjang untuk mewujudkan Sovereign AI Indonesia, sebuah langkah krusial demi kemandirian digital nasional.
Executive General Manager Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa, memaparkan secara rinci bahwa TLKM telah menyusun peta jalan komprehensif untuk pengembangan AI yang akan berlangsung hingga tahun 2028. Strategi ini dirancang berjenjang, dimulai dari optimalisasi internal hingga ekspansi solusi AI ke berbagai sektor industri, yang pada akhirnya dapat dimonetisasi secara berkelanjutan.
Pada tahapan awal, implementasi AI difokuskan untuk memperkuat operasional internal perusahaan. Komang menjelaskan, “Pada tahap awal kami memastikan implementasi AI terbukti dulu di internal. Lalu solusi yang sudah ada akan ditambahkan kapabilitas AI agar lebih produktif dan efisien.” Setelah teruji secara internal, kapabilitas AI yang telah terbukti efisien dan produktif akan diperluas untuk menawarkan solusi eksternal berbasis industri yang dapat melayani beragam sektor secara lebih luas.
Simak Rekomendasi Teknikal BBRI, ASII, dan DEWA untuk Selasa (3/3)
Memasuki tahun 2027, Telkom berambisi untuk mulai mengembangkan model AI yang disesuaikan secara spesifik berdasarkan vertikal industri. Pendekatan ini mencakup sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, ritel, hingga manufaktur. Masing-masing industri ini membutuhkan model AI yang berbeda dan pendekatan yang terpersonalisasi, mengingat karakteristik data dan proses bisnis yang unik pada setiap sektor.
Komang menegaskan, kebutuhan AI di setiap industri tidak bisa disamakan. Oleh karena itu, TLKM menargetkan pembangunan Large Language Model (LLM) yang dirancang khusus untuk memenuhi konteks dan kebutuhan unik masing-masing sektor. “Model AI untuk industri kesehatan tentu berbeda dengan pendidikan atau retail, sehingga kami harus membangun kapabilitas model yang sesuai dengan konteks industrinya,” ujarnya lebih lanjut.
Puncak dari peta jalan pengembangan ini akan terwujud pada tahun 2028, di mana Telkom menargetkan terwujudnya Sovereign AI Indonesia. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah mengembangkan model dan infrastruktur AI secara mandiri, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform global serta menjaga keamanan dan kedaulatan data nasional. Isu perpindahan data lintas negara, menurut Komang, telah menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tensi teknologi global.
Komang menekankan pentingnya data pelanggan dan perusahaan agar dapat tersimpan dengan aman di pusat data domestik. Ia menambahkan, “Kalau kita tidak membangun sovereign AI sendiri, data berpotensi keluar negeri, sehingga kami mulai merancang agar data dan model bisa berada di dalam ekosistem nasional.” Untuk mendukung strategi ambisius ini, TLKM akan memperkuat fondasi infrastruktur digitalnya melalui pengembangan pusat data (data center) dan penyediaan Unit Pemrosesan Grafis (GPU) yang mumpuni. Infrastruktur ini sangat krusial mengingat pemrosesan AI membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat tinggi.
Pendapatan Ditargetkan Tumbuh 10%, Analis Sebut Target AKRA Terlalu Optimistis




