Harga saham Rp 212, emiten bank ini akan bayar dividen Rp 580 miliar

Hikma Lia

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mengumumkan keputusan strategis yang menarik perhatian para investor dan pelaku pasar. Bank swasta terkemuka ini berencana untuk membayarkan dividen tunai senilai lebih dari Rp 500 miliar dari laba bersih tahun buku 2025. Pengumuman ini terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tahun 2026, di tengah pergerakan harga saham BNII yang berada di kisaran Rp 200-an.

Advertisements

Secara lebih rinci, RUPST 2026 secara resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 580,07 miliar. Angka ini setara dengan Rp 7,61 per saham, mewakili 35% dari total laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 yang mencapai Rp 1,65 triliun. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp 1,07 triliun atau 65% akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Keputusan ini diambil untuk memperkuat permodalan perusahaan dan mendukung rencana ekspansi bisnis Maybank Indonesia di masa depan, menegaskan komitmen bank terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selain keputusan dividen yang signifikan, RUPST 2026 juga membawa perubahan substansial pada jajaran komisaris dan direksi perseroan. Perombakan struktural ini diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan dan arah strategis Maybank Indonesia ke depan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris Maybank Indonesia yang baru.

Tak hanya itu, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim turut ditunjuk sebagai Komisaris, melengkapi jajaran kepemimpinan di tingkat dewan. Di sisi direksi, Mariana Husin resmi diangkat sebagai Direktur. Perubahan ini dilakukan untuk menggantikan Edwin Gerungan yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur, yang telah menyelesaikan masa jabatan mereka, menandai estafet kepemimpinan di tubuh bank.

Advertisements

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menegaskan bahwa perombakan ini merupakan bagian integral dari upaya perseroan untuk memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Maybank Indonesia sebagai mitra keuangan regional, sejalan dengan peran strategis Indonesia sebagai salah satu home market Maybank Group,” ujar Steffano dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026). Ia menambahkan, perseroan akan terus mengoptimalkan jaringan global dan kapabilitas internasional yang dipadukan dengan pemahaman pasar lokal demi mendorong pertumbuhan sektor keuangan nasional yang lebih dinamis.

Di tengah berita penting ini, performa harga saham BNII di pasar terpantau bergerak positif. Pada penutupan perdagangan Jumat, 17 April 2026, saham BNII ditutup di level Rp 212, menunjukkan kenaikan 2 poin atau 0,95% dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini mencerminkan respons pasar terhadap keputusan-keputusan strategis yang telah diumumkan perusahaan.

Berikut adalah susunan lengkap Pengurus Maybank Indonesia setelah RUPST 2026:

Komisaris:

  • Presiden Komisaris: Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid
  • Komisaris: Dato’ Sri Khairussaleh Ramli
  • Komisaris: Datuk Lim Hong Tat
  • Komisaris Independen: Hendar
  • Komisaris Independen: Putut Eko Bayuseno
  • Komisaris Independen: Marina R. Tusin
  • Komisaris Independen: Daniel James Rompas
  • Komisaris: Dr. Hasnita Dato’ Hashim

Direksi:

  • Presiden Direktur: Steffano Ridwan
  • Direktur: Irvandi Ferizal
  • Direktur: Effendi
  • Direktur: Widya Permana
  • Direktur: Bambang Andri Irawan
  • Direktur: Shaiful Adhli Yazid
  • Direktur: Yessika Effendi
  • Direktur: Romy Hardiansyah
  • Direktur: Bianto Surodjo
  • Direktur: Mariana Husin

Dewan Pengawas Syariah:

  • Ketua: M. Sa’ad Ih
  • Anggota: Sodikun
  • Anggota: Ahmad Satori

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/18/141300826/rupst-maybank-indonesia-bnii-setujui-bagi-dividen-tunai-rp-580-miliar.

Advertisements

Also Read

Tags