Mengenal Kevin Warsh, bos baru The Fed pengganti Jerome Powell

Hikma Lia

Bisnis.com, JAKARTA – Kevin Warsh akan memimpin Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell pekan ini.

Advertisements

Pergantian kepala bank sentral Amerika Serikat (AS) ini terjadi di tengah tekanan inflasi yang persisten, dorongan Presiden Donald Trump untuk memangkas suku bunga, serta meningkatnya perdebatan mengenai dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terhadap perekonomian global.

Lantas, bagaimanakah rekam jejak Warsh?

: Senat AS Sahkan Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed

Advertisements

Mantan bankir Wall Street, penasihat Gedung Putih, dan gubernur The Fed tersebut menyatakan ingin membawa perubahan rezim kebijakan di bank sentral AS.

Melansir Financial Post, lulusan Stanford University dan Harvard Law School itu memulai kariernya di bidang investment banking di Morgan Stanley pada 1990-an. Dia kemudian menduduki sejumlah posisi penting sebagai penasihat ekonomi dan keuangan dalam pemerintahan Presiden George W. Bush pada awal 2000-an.

: : Komite Senat AS Setujui Pencalonan Warsh Jadi Bos The Fed Pengganti Jerome Powell

Pada usia 35 tahun, Warsh menjadi gubernur termuda dalam sejarah The Fed saat bergabung pada 2006. Latar belakangnya di sektor keuangan dinilai membantu bank sentral AS menghadapi krisis finansial 2008, terutama dalam menjembatani komunikasi antara pembuat kebijakan dan Wall Street di tengah perubahan kondisi pasar yang sangat cepat.

Selama periode pertamanya di The Fed, Warsh dikenal sebagai sosok “inflation hawk” yang berfokus menjaga inflasi tetap rendah. Dia juga dikenal berhati-hati terhadap pemangkasan suku bunga agresif dan kebijakan pelonggaran kuantitatif atau quantitative easing bank sentral.

: : Poin-Poin Sidang Panas Calon Bos The Fed Kevin Warsh: dari Epstein hingga ‘Boneka’ Trump

Setelah meninggalkan The Fed pada 2011, Warsh bergabung dengan Stanford Graduate School of Business sebagai dosen. Dia juga menjadi peneliti tamu terkemuka bidang ekonomi di Hoover Institution serta partner di Duquesne Family Office yang didirikan investor miliarder Stanley Druckenmiller.

Ketika Trump mengumumkan penunjukan Warsh sebagai ketua The Fed pada 30 Januari lalu, keputusan itu tidak terlalu mengejutkan. Nama Warsh sudah masuk radar Trump selama hampir satu dekade.

Dia sempat menjadi kandidat pengganti mantan ketua The Fed Janet Yellen pada 2017 sebelum posisi tersebut akhirnya diberikan kepada Jerome Powell. Warsh juga disebut pernah dipertimbangkan Trump untuk posisi menteri keuangan AS.

Warsh menikah dengan Jane Lauder, cucu pendiri perusahaan kosmetik Estée Lauder. Dokumen keterbukaan finansial terkait proses konfirmasinya menunjukkan Warsh memiliki aset lebih dari US$100 juta, sementara Forbes memperkirakan kekayaan istrinya melampaui US$2 miliar.

Agenda Kevin Warsh di The Fed

Dalam sidang konfirmasi di Senat AS pada 21 April, Warsh menilai The Fed yang telah berusia 112 tahun membutuhkan “perubahan rezim” kebijakan.

Meski sebelumnya dikenal hawkish, Warsh belakangan menyatakan suku bunga yang lebih rendah dapat dibenarkan. Dalam opini di Wall Street Journal pada November lalu, dia menyebut AI akan menjadi “kekuatan disinflasi yang signifikan” karena mampu meningkatkan produktivitas ekonomi.

Dia juga mengatakan inflasi merupakan “pilihan” yang terjadi “ketika pemerintah membelanjakan terlalu banyak uang dan mencetak terlalu banyak uang.”

Dalam sidang konfirmasi, Warsh mengatakan salah satu elemen penting kebijakan baru The Fed adalah memperoleh data yang lebih baik dan menggali lebih dalam potensi produktivitas dari gelombang investasi baru berbasis teknologi.

Warsh juga menilai bank sentral AS memerlukan kerangka baru dalam mengevaluasi inflasi. Selain itu, dia ingin mengurangi neraca The Fed secara “perlahan dan terukur”. Neraca The Fed diketahui melonjak dari kurang dari US$1 triliun pada pertengahan 2008 menjadi sekitar US$6,7 triliun pada awal Mei 2026.

Mantan deputi gubernur Bank of Canada sekaligus senior fellow di Centre for International Governance Innovation, Timothy Lane, mengatakan reformasi The Fed tidak akan mudah dilakukan.

“Ketua The Fed memang memiliki pengaruh besar hanya karena posisinya, tetapi itu saja tidak cukup. Dia tetap harus meyakinkan anggota lain terhadap pandangannya, dan proses itu bisa memakan waktu,” kata Lane seperti dikutip Financial Post, Jumat (15/5/2026).

Arah Kebijakan Suku Bunga

Trump berulang kali mendesak Powell agar menjaga suku bunga tetap rendah. Saat ditanya reporter CNBC International pada April apakah dia akan kecewa jika Warsh tidak segera memangkas suku bunga, Trump menjawab bahwa dirinya memang akan kecewa.

Menanggapi pertanyaan senator terkait tekanan Trump dan independensi The Fed, Warsh menegaskan dirinya akan bertindak independen apabila dikonfirmasi.

“Presiden tidak pernah meminta saya untuk menentukan, berkomitmen, menetapkan, atau memutuskan kebijakan suku bunga dalam setiap diskusi kami, dan saya tidak akan pernah setuju melakukan itu,” ujar Warsh.

Pengumuman suku bunga The Fed berikutnya dijadwalkan pada 17 Juni. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 98% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75%.

Chief economist Bank of Montreal, Douglas Porter, mengatakan probabilitas pemangkasan suku bunga tahun ini masih sangat rendah menurut perhitungan pasar.

“Bahkan untuk tahun depan, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2027,” katanya.

Advertisements

Also Read