Direktur Amman Irwin Wan pilih mundur di tengah volatilitas saham AMMN

Hikma Lia

JAKARTA — PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mengumumkan pengunduran diri Irwin Ka Pui Wan dari jabatannya sebagai Direktur. Keputusan ini secara resmi diajukan oleh Irwin yang telah mengemban posisi tersebut sejak tahun 2021.

Advertisements

Kabar mengenai pengunduran diri ini terungkap melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Amman Mineral mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima pemberitahuan resmi dari Irwin Ka Pui Wan terkait rencana pengunduran dirinya selaku Direktur AMMN pada Kamis, 14 Mei 2026. “Pada tanggal 14 Mei 2026, Perseroan [AMMN] telah menerima pemberitahuan resmi dari Bapak Irwin Ka Pui Wan sehubungan rencana pengunduran diri beliau selaku Direktur Perseroan,” demikian penjelasan Vemmy Febrianti, Corporate Secretary AMMN, dalam keterangan resmi di BEI yang diterbitkan pada Senin, 18 Mei 2026.

Sebagai tindak lanjut, Amman Mineral akan mengajukan permohonan persetujuan atas pengunduran diri ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Sosok Irwin Ka Pui Wan bukanlah nama asing bagi industri pertambangan. Dikutip dari laman resmi AMMN, ia membawa lebih dari dua dekade pengalaman global yang mendalam di sektor pertambangan, pekerjaan tanah, dan teknik. Sejak bergabung dengan Amman Mineral pada tahun 2016, Irwin memegang peran krusial dalam mengawal transformasi operasional dan budaya perusahaan, khususnya selama periode transisi kepemilikan.

Advertisements

Jauh sebelum berkarya di AMMN, rekam jejak Irwin Ka Pui Wan telah dihiasi dengan posisi-posisi penting. Ia pernah menjabat di manajemen senior Leighton (Thiess) Contractors dan menjadi penasihat utama bagi Grup HKND untuk proyek ambisius Terusan Besar Nikaragua, yang kala itu dikenal sebagai salah satu proyek pekerjaan tanah dan infrastruktur terbesar di dunia. Pengalamannya juga meluas sebagai Direktur Proyek dan Kepala Pertambangan untuk Hunnu Coal Limited, perusahaan yang terdaftar di ASX, serta perusahaan energi Banpu yang terdaftar di SET, di mana ia bertanggung jawab mengawasi tambang batu bara kokas di Mongolia.

Dengan latar belakang yang mumpuni, Irwin Ka Pui Wan merupakan anggota Institut Pertambangan dan Metalurgi Australia dan memiliki kualifikasi sebagai Orang yang Kompeten untuk pelaporan Kode JORC. Ia juga menyandang beberapa gelar kehormatan di bidang teknik serta perdagangan, meliputi keuangan perusahaan, investasi keuangan, dan akuntansi, yang semuanya diperoleh dari Universitas Western Australia.

Di sisi lain, pergerakan saham AMMN di pasar modal menunjukkan tren menurun. Sejak awal tahun (year-to-date/YtD) 2026, saham Amman Mineral tercatat telah terkoreksi hingga -50,44%. Pada penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026, pukul 15.20 WIB, harga saham AMMN berada di level Rp3.370, setelah dibuka pada level Rp3.580 per lembar.

Terkait volatilitas transaksi saham AMMN, Vemmy Febrianti dalam keterbukaan informasi di BEI menegaskan bahwa perseroan tidak menyimpan informasi atau fakta material yang belum diungkapkan kepada publik. “Perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 yang belum kami laporkan kepada Bursa Efek Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan,” jelas Vemmy, menekankan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi.

Lebih lanjut, Vemmy juga memastikan bahwa perusahaan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang berpotensi memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi para pemodal, sesuai dengan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi BEI. “Sampai dengan saat ini, kami juga belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, kecuali terkait dengan pengalihan saham hasil pembelian kembali,” tambahnya, menggarisbawahi stabilitas rencana korporasi Amman Mineral.

Baca juga: Data Terbaru Kepemilikan Grup Salim di Saham Amman Mineral (AMMN)

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read