BANYU POS JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak dapat menjadi konstituen indeks utama, seperti LQ45, IDX30, IDX80, maupun indeks unggulan lainnya.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh saham yang memenuhi kriteria HSC, termasuk emiten yang masuk dalam daftar berdasarkan metodologi baru yang menggunakan indikator price-impact ratio.
“Seluruh saham dalam kategori high shareholding concentration tidak akan kami masukkan dalam indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya,” ucapnya dalam konferensi pers, Selasa (14/7/2026).
Menurut Jeffrey, saham yang sebelumnya telah menjadi anggota indeks utama juga berpotensi dikeluarkan apabila kemudian ditetapkan sebagai saham HSC. Proses penghapusan dari indeks akan mengikuti jadwal evaluasi berkala yang berlaku untuk masing-masing indeks.
Prospek Saham Astra (ASII) Masih Positif, Ditopang Pemulihan Otomotif
“Seandainya ada di dalam indeks utama tentu akan kami keluarkan. Pengeluarannya mengikuti periode evaluasi,” kata Jeffrey.
BEI menjadwalkan evaluasi indeks LQ45 pada akhir Juli dan hasilnya mulai berlaku pada awal Agustus. Oleh karena itu, pengumuman terbaru mengenai daftar saham HSC dilakukan sebelum proses evaluasi indeks dimulai.
“Hari ini kami menyampaikan itu supaya bisa digunakan dalam periode evaluasi LQ45 di akhir Juli. Demikian juga nanti seterusnya setiap tiga bulan,” ujar Jeffrey.
Kendati demikian, Jeffrey menekankan bahwa status HSC tidak bersifat permanen. BEI memberikan kesempatan kepada emiten untuk memperbaiki distribusi kepemilikan saham di publik sehingga dapat keluar dari kategori tersebut setelah melalui proses evaluasi ulang.
Rekomendasi Saham ADRO, CMRY, dan CPIN untuk Perdagangan Rabu (15/7)
“Kami membuka ruang untuk berdiskusi. Kalau perusahaan sudah melakukan distribusi saham yang lebih baik, silakan sampaikan kepada kami, kami akan screen ulang,” ucapnya.
Apabila hasil peninjauan menunjukkan bahwa indikasi HSC sudah tidak lagi ditemukan, BEI akan mengumumkan pencabutan status HSC kepada publik. Dengan demikian, saham tersebut kembali memiliki peluang untuk memenuhi persyaratan masuk ke indeks utama.
Sebagai informasi, BEI baru saja merevisi metodologi penentuan saham HSC dengan menambahkan indikator price-impact ratio. Perubahan metode tersebut membuat sebanyak 37 saham baru masuk ke dalam daftar HSC.




