Tencent bawa AI yang bisa bekerja sendiri ke Indonesia, tak lagi sekadar chatbot

Hikma Lia

Tencent Cloud memperluas ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia dengan memperkenalkan tiga solusi AI berbasis agen atau AI agent untuk pasar internasional. Berbeda dengan chatbot yang umumnya hanya merespons pertanyaan pengguna, teknologi ini dirancang untuk menjalankan rangkaian pekerjaan secara lebih mandiri, mulai dari riset, analisis data, hingga pembuatan materi kreatif.

Advertisements

Peluncuran tersebut dilakukan dalam ajang AI Executive Day di Jakarta, Selasa (14/7), melalui tiga solusi utama, yakni WorkBuddy untuk meningkatkan produktivitas kerja, Design Miora untuk mendukung proses kreatif, dan TokenHub sebagai platform yang memudahkan perusahaan mengakses sekaligus mengelola berbagai model bahasa besar atau large language model (LLM).

Vice President of Tencent Cloud sekaligus Vice President of APAC Tencent Cloud International Jimmy Chen mengatakan perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai memasuki fase baru dalam adopsi AI.

Advertisements

“Perusahaan di Indonesia semakin berupaya untuk beranjak dari tahap uji coba AI menuju implementasi nyata,” kata Jimmy di Jakarta, Selasa (14/7).

Baca juga:

  • Raksasa Teknologi Cina Tencent Bangun Pusat Data Ke-3 di Indonesia Rp 8 Triliun
  • AI Bisa Ambil Keputusan dan Bertransaksi Mandiri, Bagaimana Verifikasinya?
  • AI Akan Bisa Transfer Uang dan Teken Kontrak Sendiri, Bank Dkk Diminta Bersiap

Menurut dia, perubahan tersebut membuat kebutuhan perusahaan tidak lagi sebatas chatbot atau asisten percakapan, melainkan agen AI yang mampu menyelesaikan pekerjaan secara end-to-end sehingga karyawan dapat lebih fokus pada inovasi dan pengambilan keputusan.

Jimmy menjelaskan agen AI seperti WorkBuddy dan Miora dapat membantu perusahaan mengalihkan pekerjaan yang membutuhkan banyak proses eksekusi kepada AI.

“AI agent bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat memahami tujuan pengguna, menyusun langkah-langkah yang diperlukan, menggunakan berbagai alat, lalu menyelesaikan tugas secara otomatis,” kata Jimmy dalam siaran pers. Menurut dia, pendekatan ini memungkinkan perusahaan memperoleh hasil bisnis yang lebih nyata melalui penerapan AI.

Ia menambahkan Indonesia menjadi salah satu pasar potensial bagi pengembangan AI untuk perusahaan. Mengutip riset EY yang dipublikasikan pada April 2026, sebanyak 57% perusahaan di Indonesia menjadikan AI sebagai prioritas utama dalam satu tahun ke depan. Sementara itu, 66% perusahaan berencana meningkatkan fokus pada teknologi agentic AI.

AI untuk Menyelesaikan Pekerjaan

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah WorkBuddy, solusi produktivitas berbasis AI agent yang dirancang mengubah satu instruksi menjadi hasil kerja yang lebih lengkap.

Platform tersebut dapat membantu pengguna melakukan riset pasar, analisis data, visualisasi data, hingga mengoordinasikan berbagai tugas di bidang keuangan, hukum, dan pemasaran.

Pengguna juga dapat menghubungkan model AI pilihannya melalui API serta mengelola alur kerja melalui Discord, Slack, dan Telegram.

Tencent mengklaim WorkBuddy telah memiliki lebih dari 8,85 juta pengguna aktif bulanan pada bulan pertama peluncurannya di Cina.

Selain itu, Tencent memperkenalkan Design Miora, studio kreatif berbasis AI yang ditujukan bagi desainer, kreator konten, dan pemasar.

Platform tersebut mampu menghasilkan aset grafis, video, model tiga dimensi, hingga antarmuka pengguna hanya melalui satu instruksi. Menurut Tencent, teknologi tersebut dapat memangkas waktu produksi dari berminggu-minggu menjadi hitungan jam.

Tencent juga meluncurkan TokenHub, platform Model-as-a-Service yang menyediakan akses terpusat ke berbagai model AI melalui API gateway.

Solusi tersebut dirancang membantu perusahaan mengoptimalkan biaya penggunaan AI sekaligus mengelola konsumsi token yang terus meningkat seiring bertambahnya penggunaan model AI.

Dalam acara yang sama, Tencent Cloud menyebut peluncuran WorkBuddy dan Miora merupakan bagian dari strategi perusahaan mendorong adopsi AI agent di Asia Tenggara. Perusahaan menilai teknologi tersebut akan membantu organisasi mengotomatisasi proses bisnis yang kompleks sehingga karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan bernilai tambah. 

XLSmart Pakai Agen AI

Selain memperkenalkan solusi AI baru, Tencent Cloud mengumumkan kerja sama dengan XLSmart dalam transformasi cloud berskala besar pascamerger XL Axiata dan Smartfren.

Chief Information Officer XLSmart Yessie D. Yosetya mengatakan proses merger menjadi momentum bagi perusahaan untuk menata ulang seluruh infrastruktur teknologi informasi sekaligus mengevaluasi teknologi yang akan digunakan ke depan.

“Seperti merger pada umumnya, saya rasa tugas pertama seorang CIO adalah melihat keseluruhan lanskap sistem dan melakukan konsolidasi. Namun, ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat apa yang bisa dirasionalisasi, melakukan modernisasi, dan mengevaluasi seluruh pilihan yang kami miliki,” kata Yessie.

Dalam proses evaluasi, XLSmart mempertimbangkan sejumlah penyedia layanan cloud. Menurut Yessie, ada dua faktor utama yang menjadi penilaian perusahaan.

Pertama adalah kelengkapan fitur dan fungsionalitas agar platform yang digunakan tidak memiliki kemampuan yang lebih rendah dibandingkan sistem sebelumnya.

Faktor kedua adalah kemampuan melakukan migrasi sistem dengan gangguan seminimal mungkin terhadap pelanggan.

“Aplikasi-aplikasi ini merupakan aplikasi yang sangat kritis dan digunakan langsung oleh pelanggan kami. Karena itu, kemampuan melakukan migrasi dengan gangguan sekecil mungkin kepada pelanggan menjadi hal yang kami evaluasi dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Atas pertimbangan tersebut, XLSmart memilih Tencent Cloud sebagai mitra dalam proses konsolidasi sistem teknologi informasi setelah penggabungan XL Axiata dan Smartfren, sekaligus memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Advertisements

Also Read

Tags