FKS Food (AISA) tuntas kuasi reorganisasi hapus defisit Rp 2,71 T, bisa bagi dividen

Hikma Lia

BANYU POS   JAKARTA. PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) resmi menuntaskan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan kuasi reorganisasi. AISA telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum atas perubahan anggaran dasar yang memuat penurunan modal, sehingga aksi korporasi tersebut kini berlaku efektif.

Advertisements

Sekretaris Perusahaan PT FKS Food Sejahtera Tbk, Ivan Gunawan dalam keterbukaan informasi di BEI pada Selasa (21/7/2026) mengatakan efektivitas penurunan modal tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0056039.AH.01.02.Tahun 2026 tertanggal 18 Juli 2026 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

“Dengan diperolehnya persetujuan dari Menteri Hukum tersebut, maka pengurangan modal perseroan sehubungan dengan pelaksanaan kuasi reorganisasi telah resmi berlaku efektif,” ujar Ivan dalam keterbukaan informasi.

Advertisements

Cermati Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi Tipis, Rabu (22/7)

Sebelumnya, rencana penurunan modal tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 15 Mei 2026.

Melalui kuasi reorganisasi, AISA menghapus akumulasi defisit sekitar Rp2,71 triliun berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026. Defisit tersebut sebagian besar merupakan warisan kerugian yang terjadi pada 2017, terutama akibat penurunan nilai piutang kepada pihak berelasi serta investasi.

AISA menjelaskan beban defisit tersebut merupakan akumulasi kerugian historis yang masih membebani neraca, bukan berasal dari kondisi operasional perusahaan saat ini.

Penghapusan defisit dilakukan menggunakan sejumlah pos ekuitas, antara lain Tambahan Modal Disetor (agio saham) sebesar sekitar Rp 1,52 triliun, selisih transaksi entitas sepengendali, komponen penghasilan komprehensif lain, hingga mekanisme penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar.

Dengan langkah tersebut, struktur ekuitas perseroan menjadi lebih sehat. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, total ekuitas AISA tercatat sebesar Rp 1,16 triliun.

Kuasi reorganisasi dilakukan ketika bisnis utama AISA sebenarnya telah kembali mencetak keuntungan.

Pada kuartal I-2026, AISA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 505,23 miliar, meningkat 4,93% secara year on year (yoy). AISA membukukan laba bersih sebesar Rp 11,28 miliar pada tiga bulan pertama 2026. Angka tersebut memang turun dibandingkan laba bersih Rp 34,94 miliar pada kuartal I-2025, tetapi tetap menunjukkan AISA masih mampu mencatatkan keuntungan.

UPDATE-Wall Street Bergerak Mixed Rabu (22/7), Jelang Kinerja Alphabet dan Tesla

Total laba komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp 12,58 miliar, ditopang revaluasi aset tetap dan pengukuran kembali program imbalan pasti.

Manajemen menilai kuasi reorganisasi diperlukan agar struktur permodalan dan laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang telah pulih. Dengan dihapuskannya akumulasi defisit, AISA memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk menjalankan strategi bisnis ke depan, termasuk membuka peluang pembagian dividen apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

Advertisements

Also Read

Tags