Industri game Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat, berdasarkan data 2025, valuasi industri game di Indonesia mencapai Rp 32 triliun.
Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Aryo Pamoragung mengatakan, perkembangan industri gim tidak terlepas dari pertumbuhan ekosistem esports di Indonesia. “Sepanjang digelarnya peringatan Hari Bhakti Postel, ini baru pertama kalinya esports masuk ke dalam rangkaian peringatan. Industri game itu bukan lagi sekedar permainan sebelah mata, ini industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital,” katanya saat menghadiri Turnamen Esports Mobile Legends Hari Bhakti Postel ke-81 di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/9), dikutip dari siaran pers.
Menurut dia, masuknya esports dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel bukan sekadar memberikan warna baru dalam kegiatan tersebut. Turnamen esports juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri game nasional.
Aryo berharap keterlibatan pelaku industri digital dalam turnamen tersebut tidak berhenti sebagai pemain, tetapi juga dapat mendorong lahirnya kreator dan pengembang game lokal.
Baca juga:
- Indosat Bidik Gamer Jadi Mesin Pertumbuhan Pengguna 5G, Gandeng HoYoverse
- Top Up Game Jadi Mesin Uang Baru BUKA Bukalapak, Sumbang 87% Pendapatan
- Bisnis Top Up Gim Jadi Andalan Baru Bukalapak di Tengah Persaingan E-Commerce
“Kami harap rekan-rekan yang hadir di sini tidak hanya jadi pemain, tapi juga memunculkan creator-creator game di Indonesia, creator game lokal, developer-developer game lokal, sehingga pasar game di Indonesia ini tidak hanya dinikmati oleh luar, tapi Indonesia bisa mengambil manfaat ekonomi disitu,” ujarnya.
Selain nilai industri game yang mencapai Rp 32 triliun pada 2025, laporan PwC memprediksi nilai pasar esports Indonesia pada 2029 sebesar US$ 2,4 miliar.
Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo Riza Pradipto turut mendorong esports menjadi bagian tetap dari rangkaian Hari Bhakti Postel yang digelar setiap tahun.
Menurut Ibnu, potensi ekonomi esports tidak hanya berasal dari profesi sebagai pemain profesional. Ekosistem tersebut juga mencakup berbagai profesi lain, seperti penyelenggara acara, manajer tim, wasit, dan caster esports.
“Esports mendapatkan pengguna 68 juta gamers aktif, ini adalah future work, ini adalah masa depan ekonomi Indonesia. Ekosistemnya bukan hanya pro player, tapi juga event organizer, manager tim esports, wasit esports, ada juga caster esports. Itu adalah opportunity, dan bukan tidak mungkin teman-teman di sini mendapat kesempatan itu untuk menjadi profesi,” tegasnya.
Ibnu juga menjanjikan para pemenang juara 1 dan 2 Turnamen Mobile Legends Hari Bhakti Postel untuk bermain bersama atau mabar dengan pro player Indonesia dan Timnas Mobile Legends.
Esports dan Infrastruktur Digital
Turnamen Esports Mobile Legends tersebut untuk pertama kalinya digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) ini menjadi wadah untuk mempererat kolaborasi dan kebersamaan antar pelaku industri ICT dan ekosistem digital Indonesia.
Turnamen diikuti tim dari berbagai perusahaan dan institusi di sektor ICT dan digital, termasuk perwakilan dari lingkungan Kementerian Komdigi, industri pos dan telekomunikasi, serta perusahaan media.
Pengurus ASPIMTEL Indra Gunawan mengatakan tingginya peminat turnamen esports terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi perkiraan panitia.
Menurut Indra, penyelenggaraan turnamen tersebut juga sejalan dengan tema besar Hari Bhakti Postel ke-81, yakni “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”.
“Tanpa ada konektivitas sudah pasti tidak ada mobile legends. Dan kita percaya dengan konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game, dan mobile legends khususnya, di Indonesia,” ungkap Indra.
Turnamen berlangsung di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat (4/9), dengan rangkaian pertandingan mulai dari babak penyisihan, 8 besar, semifinal, hingga final. Kegiatan juga diisi sesi hiburan, doorprize, dan awarding.
Turnamen tersebut memperebutkan total hadiah Rp30,5 juta untuk juara 1, juara 2, dan Most Valuable Player (MVP).
Tim Esports Infranexia Raih Juara
Tim esports PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia) berhasil menjadi juara Turnamen Esports Mobile Legends pertama dalam rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81.
Tim yang digawangi Abi dan kawan-kawan tersebut mengalahkan tim esports PT Amron Citinet (ACT) dengan skor 2-0 pada pertandingan final. Sementara itu, gelar MVP diraih Rivaldi dari tim esports PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia).
Abi mengatakan kekompakan menjadi salah satu kunci kemenangan timnya. “Kuncinya objektif sama penguasan heronya, biar bisa konsisten terus untuk juara 1, dan kita harus kompak,” ungkap Abi.
Ia juga berharap turnamen esports dapat tetap menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel pada tahun-tahun berikutnya.
Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026 Theodorus Ardi Hartoko mengapresiasi penyelenggara dan peserta turnamen. Menurut dia, kompetisi gamers tersebut merupakan event ketiga dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel tahun ini.
“Ini merupakan event ketiga, sebelumnya ada seminar, ada funwalk, dan yang cukup meriah sekarang adalah kompetisi gamers hari ini. Ayo kita meriahkan Hari Bhakti Postel dan ini adalah dari apresiasi terhadap seluruh insan pos dan telekomunikasi di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Teddy tersebut.
Setelah turnamen esports, rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 masih akan dilanjutkan dengan kegiatan donor darah dan pertandingan mini soccer. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung melalui upacara Hari Bhakti Postel ke-81 pada 27 September 2026 di Bandung.
Melalui penyelenggaraan turnamen Mobile Legends, ASPIMTEL berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat hubungan antarperusahaan, meningkatkan semangat kolaborasi, serta mendukung pertumbuhan industri ICT dan digital nasional.




