Siapa Low Tuck Kwong? Ia merupakan pengusaha kelahiran Singapura. Dia dikenal sebagai pendiri Bayan Resources, salah satu perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia.
Kini, miliarder Indonesia, Low Tuck Kwong bersama putrinya, Elaine Low, menandatangani perjanjian bersyarat untuk melepas 10 miliar saham Bayan Resources. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 persen kepemilikan di perusahaan pertambangan batu bara tersebut. Saham itu akan dijual kepada Jhonlin Baratama, perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pengusaha komoditas asal Indonesia, Andi Syamsuddin Arsyad.
Andi Syamsuddin Arsyad, yang lebih dikenal dengan nama Haji Isam, merupakan pengusaha asal Kalimantan yang juga dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia disebut akan mengakuisisi sekitar sebagian dari 62 persen saham Bayan yang dimiliki Low.
Transaksi tersebut berlangsung setelah Bayan Resources yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan kondisi kahar atau force majeure dalam kontrak pasokan batu baranya. Keputusan tersebut berkaitan dengan belum disetujuinya revisi kuota produksi pertambangan Bayan oleh pemerintah Indonesia.
Baca juga:
- Daftar Orang Terkaya RI versi Terbaru Forbes, Low Tuck Kwong Geser Prajogo
- Suku Bunga The Fed Berpotensi Naik, Waspada IHSG ke 6.000 hingga Outflow Asing
- Hak Tambang Batu Bara Bayan (BYAN) Terganjal RKAB di Tengah Manuver Haji Isam
Siapa Low Tuck Kwong? Low Tuck Kwong (Forbes Asia)
Low Tuck Kwong lahir di Singapura, lalu menjadi warga negara Indonesia pada tahun 1992. Ia tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, dengan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai sekitar US$16 miliar.
Melansir Forbes.com, Low Tuck Kwong dikenal sebagai salah satu pengusaha besar di sektor batu bara. Pria kelahiran Singapura tersebut merupakan pendiri Bayan Resources, perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Indonesia.
Selain Bayan Resources, Low juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya bernama Manhattan Resources. Ia juga memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Low juga mendukung SEAX Global, perusahaan yang tengah mengembangkan sistem kabel bawah laut untuk menyediakan konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Perjalanan bisnisnya di Indonesia bermula setelah ia pindah dari Singapura pada tahun 1972 untuk mencari peluang usaha yang lebih besar. Sebelumnya, saat masih remaja, Low pernah bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura.
Pada Agustus 2024, Low Tuck Kwong juga mengalihkan saham Bayan yang saat itu bernilai sekitar US$6,6 miliar kepada putrinya, Elaine. Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan kepemilikan aset keluarga yang berkaitan dengan bisnisnya di sektor pertambangan.
Perjalanan Karier Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong mulai memiliki hubungan bisnis dengan Indonesia pada awal tahun 1970-an. Pada tahun 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pekerjaan tanah, pekerjaan umum, dan struktur kelautan. Perusahaan tersebut kemudian berkembang dan memasuki sektor pertambangan batu bara pada tahun 1988.
Perjalanan bisnis Low kemudian berlanjut ke sektor pertambangan. Pada tahun 1998, ia mengakuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP) dan PT Dermaga Perkasapratama (DPP). Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan bisnis Bayan Group hingga menjadi perusahaan pertambangan batu bara.
Forbes menyebut Low mulai memperoleh kekayaan besar setelah membeli tambang pertamanya pada tahun 1997. Dari bisnis tersebut, kekayaannya kemudian berkembang seiring pertumbuhan perusahaan yang bergerak di sektor batu bara.
Bisnis dan Kepemilikan Low Tuck Kwong di Bayan Resources
Low Tuck Kwong merupakan pendiri sekaligus salah satu pemegang saham PT Bayan Resources Tbk. Berdasarkan data perusahaan per 31 Maret 2026, Low Tuck Kwong memiliki 40,22 persen saham dengan hak suara yang sah di Bayan Resources.
Bayan Group berkembang melalui berbagai strategi akuisisi di sektor batu bara. Salah satu proyek penting yaitu Tabang/Pakar di Kalimantan Timur. Menurut informasi perusahaan, proyek tersebut mengalami peningkatan produksi secara signifikan dari 1,9 juta ton batu bara pada tahun 2014 menjadi sekitar 22,7 juta ton pada tahun 2018.
Siapa Low Tuck Kwong? Ia merupakan pengusaha kelahiran Singapura yang membangun karir bisnisnya di Indonesia dan dikenal sebagai pendiri Bayan Resources. Perjalanan bisnisnya bermula dari sektor konstruksi sebelum berkembang ke pertambangan batu bara.




