KB Bank (BBKP) tawarkan transaksi langsung won-rupiah, bisa hemat kurs 20%

Hikma Lia

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau KB Bank memiliki layanan local currency transaction (LCT) Korean won (KRW) untuk menggaet lebih banyak nasabah korporasi asal Korea Selatan. Upaya itu dijalankan perseroan di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.

Advertisements

LCT Korean won memungkinkan nasabah melakukan transaksi langsung dari rupiah ke won Korsel tanpa harus melalui konversi ke dolar Amerika Serikat (AS). Metode tersebut membuat nasabah menghemat biaya transaksi secara signifikan dibandingkan dengan harus menukarkan ke dolar AS terlebih dulu.

Kepala Divisi Transaction Banking KB Bank, Novita S Djani menuturkan, LCT memberikan efisiensi bagi nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi dengan Korea. Sebelumnya, nasabah yang hendak melakukan pembayaran ke Korea harus mengonversi rupiah ke dolar AS, kemudian kembali menukarkan dolar tersebut ke won Korsel.

Advertisements

“Dengan LCT, itu jadi membuat menjadi lebih efisien dari segi transaksionalnya, jadi mempercepat waktu untuk transfer keluarnya, dan juga membuat menjadi lebih murah, karena nasabah itu cuma kena satu kali untuk FX-nya,” kata Novita dalam Media Workshop KB Bank di Jakarta, Kamis (24/9).

Menurut dia, skema tersebut membantu perusahaan-perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia dan memiliki kebutuhan pembayaran ke kantor pusatnya di Korea. Kebutuhan tersebut antara lain repatriasi dana ke kantor pusat, pembayaran uang sekolah hingga pembayaran asuransi.

KB Bank melihat layanan LCT juga dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan bisnis foreign exchange (FX) perseroan. Novita mengatakan layanan tersebut sekaligus menjadi nilai tambah yang dapat ditawarkan kepada nasabah korporasi Korea.

Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi menuturkan, LCT juga berpotensi menghemat biaya transaksi nasabah karena memangkas salah satu tahapan konversi mata uang. Menurut perhitungan kasar perseroan, nasabah dapat menghemat sekitar 20% dari spread apabila transaksi dilakukan secara langsung melalui skema LCT dibandingkan melalui dua kali konversi mata uang.

“LCT ini bisa menghemat spread. Kalau dulu kan rupiah ke USD (dolar AS), USD ke Korean won, itu mungkin bisa sampai 20% dari spread itu yang bisa dihemat oleh nasabah,” ujar Widodo.

Dia mengatakan, potensi tersebut menjadi semakin relevan bagi nasabah yang memiliki transaksi rutin dengan Korea. KB Bank pun terus melakukan edukasi kepada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia mengenai manfaat penggunaan LCT.

Menurut Widodo, transaksi won Korsel di KB Bank menunjukkan tren peningkatan dari bulan ke bulan. Kendati demikian, dia belum membeberkan volume transaksi menggunakan LCT ini di KB Bank.

“Dari bulan ke bulan trennya naik terus. Kalau kami lihat year on year-nya masih di high single digit, tetapi pertumbuhannya masih luar biasa,” kata dia.

KB Bank memperkirakan pertumbuhan transaksi won Korea masih dapat meningkat ke level double digit seiring semakin luasnya pemanfaatan LCT. Widodo menganggap edukasi menjadi salah satu pekerjaan rumah karena belum banyak perusahaan Korea yang mengetahui fasilitas transaksi langsung dalam mata uang lokal tersebut.

Dia menyatakan, layanan LCT juga dapat menjadi pintu masuk bagi KB Bank untuk memperluas hubungan dengan nasabah korporasi. “LCT ini juga merupakan suatu door opener, karena ini adalah suatu unique value proposition yang bisa ditawarkan oleh KB Bank,” ucap Widodo.

Kendati demikian, kata dia, KB Bank tidak melihat adanya lonjakan berarti pada simpanan valuta asing nasabah meski kondisi nilai tukar rupiah bergejolak.

Widodo mengatakan komponen terbesar dana pihak ketiga (DPK) KB Bank masih berasal dari rupiah. Kondisi tersebut berlaku baik pada segmen ritel maupun wholesale.

Advertisements

Also Read

Tags