BEI Perlebar Jaring HSC, Emiten Kapitalisasi Pasar Rp 5 Triliun Kini Bisa Tersar

Hikma Lia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan ambang batas kapitalisasi pasar emiten yang bisa masuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi dari Rp 10 triliun menjadi Rp 5 triliun. Daftar emiten HSC di BEI berpotensi akan bertambah panjang. 

Advertisements

P.H. Sekretaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri mengatakan, perubahan metodologi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pasar, memperkuat perlindungan investor serta menyediakan informasi yang lebih berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

“PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat reformasi transparansi pasar modal Indonesia melalui pengayaan data kepemilikan saham dengan informasi yang lebih terperinci serta perluasan cakupan metodologi Kepemilikan Saham Konsentrasi Tinggi,” tulis Aulia dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (10/10).

Advertisements

BEI sebelumnya menggunakan metodologi price impact ratio untuk menilai konsentrasi kepemilikan saham pada emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Melalui penyempurnaan ini, metode tersebut juga diterapkan pada saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun.

Perluasan cakupan tersebut memungkinkan BEI dan KSEI memantau konsentrasi kepemilikan pada lebih banyak saham. Kedua lembaga juga berkomitmen menyempurnakan metodologi dan data kepemilikan secara berkelanjutan dengan mengacu pada praktik global serta masukan investor dan penyedia indeks global.

BEI menilai informasi kepemilikan saham yang lebih lengkap dan terperinci dapat membantu investor mengambil keputusan secara lebih akurat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Sejak pertama kali menerbitkan daftar HSC pada 2 April 2026, BEI telah mengidentifikasi 63 emiten yang sahamnya terkonsentrasi tinggi pada pihak tertentu.

Dalam pembaruan terbaru, BEI memasukkan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham sebesar 94,96%, serta PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang mencapai 99,95%.

Berikut 63 emiten yang masuk ke dalam daftar kepemilikan dengan konsentrasi tertinggi (HSC):

No.

Nama Perusahaan

Kepemilikan dengan Konsentrasi Tertinggi (HSC)

1

PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

99,99%

2

PT DCI Indonesia Tbk (DCII)

99,96%

3

PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)

99,95%

4

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

99,95%

5

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

99,95%

6

PT Golden Flower Tbk (POLU)

99,94%

7

PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

99,93%

8

PT Bank Permata Tbk (BNLI)

99,92%

9

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

99,91%

10

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)

99,32%

11

PT Charnic Capital Tbk (NICK)

99,28%

12

PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)

99,85%

13

PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)

99,84%

14

PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)

99,78%

15

PT FAP Agri Tbk (FAPA)

99,77%

16

PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

99,77%

17

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

99,58%

18

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

99,42%

19

PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

99,41%

20

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

99,24%

21

PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)

99,21%

22

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)

99,14%

23

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)

98,90%

24

PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)

98,62%

25

PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)

98,62%

26

PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

98,50%

27

PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

98,40%

28

PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)

98,35%

29

PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)

98,21%

30

PT Steady Safe Tbk (SAFE)

98,14%

31

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

98,06%

32

PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

98,03%

33

PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)

97,75%

34

PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)

97,62%

35

PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)

97,35%

36

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

97,31%

37

PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

97,21%

38

PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

97,02%

39

PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

96,70%

40

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

96,64%

41

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

96,09%

42

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

95,94%

43

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

95,82%

44

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

95,76%

45

PT Bank Mega Tbk (MEGA)

95,68%

46

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)

95,65%

47

PT Bukit Darmo Tbk (BKDP)

95,45%

48

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)

95,35%

49

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

95,08%

50

PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)

95,00%

51

PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)

94,96%

52

PT Siantar Top Tbk (STTP)

94,95%

53

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

94,95%

54

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

94,79%

55

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

94,31%

56

PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)

94,27%

57

PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

94,10%

58

PT Saranacentral Tbk (BAJA)

93,89%

59

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)

93,83%

60

PT Mahkota Group Tbk (MGRO)

93,76%

61

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)

93,08%

62

PT MD Entertainment Tbk (FILM)

92,98%

63

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

92,71%

Sumber: BEI

Advertisements

Also Read

Tags