Harga CPO rebound, permintaan ekspor dan prospek biodiesel jadi katalis

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Kenaikan permintaan minyak sawit dari pasar ekspor dan potensi peningkatan konsumsi biodiesel menjadi penopang harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Tren ini turut menjadi perhatian investor terhadap prospek kinerja emiten perkebunan sawit.

Advertisements

Mengacu pada data Trading Economics per Selasa (20/10/2026) pukul 19.33 WIB, harga CPO berada di level RM 4.817 per ton, naik 1,07% secara harian. Dalam sepekan, harga komoditas tersebut telah menguat 2,88%.

Salah satu faktor yang mendukung penguatan harga CPO adalah peningkatan pengiriman minyak sawit dari Malaysia. Para surveyor kargo melaporkan ekspor minyak sawit Malaysia pada paruh pertama Oktober 2026 melonjak 43,2%–58,3% secara bulanan.

Advertisements

Dari sisi permintaan, India sebagai salah satu importir utama minyak sawit dunia turut menopang pergerakan harga. Permintaan dari negara tersebut berpotensi meningkat menjelang periode festival yang biasanya mendorong konsumsi.

Rupiah Berpotensi Tertekan hingga Akhir 2026, Ini Faktor Pemberatnya

Selain itu, penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian, China, turut memberikan dukungan terhadap harga CPO.

Tim analis BRI Danareksa Sekuritas menilai kenaikan harga CPO berpotensi menjadi sentimen positif bagi sektor perkebunan sawit. Meski demikian, dampaknya terhadap kinerja perusahaan dan pergerakan saham tetap perlu dicermati dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.

“Sentimen ini berpotensi positif bagi emiten perkebunan sawit karena kenaikan harga CPO dapat mendukung prospek pendapatan dan margin keuntungan. Namun, perhatikan keberlanjutan kenaikan harga, biaya produksi, volume penjualan, serta kebijakan biodiesel domestik sebelum mengambil keputusan investasi. Rebound CPO menjadi katalis positif bagi sektor sawit. Konfirmasi tren harga dan respons saham emiten tetap diperlukan,” tulis tim analis BRI Danareksa Sekuritas dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Dari dalam negeri, rencana penerapan mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi prospek permintaan minyak sawit. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan penyerapan CPO untuk kebutuhan domestik sebagai bahan baku biodiesel.

Saham HSC Bakal Keluar dari IHSG, Cermati Rekomendasi Analis

Selain itu, harga minyak mentah yang tinggi dapat meningkatkan daya saing minyak sawit sebagai bahan baku energi alternatif. Kondisi ini berpotensi mendukung permintaan CPO apabila implementasi kebijakan biodiesel berjalan sesuai rencana.

Meski demikian, kenaikan harga CPO masih menghadapi tantangan dari sisi pasokan. Persediaan minyak sawit Malaysia tercatat mencapai rekor 3,51 juta ton pada September 2026, di tengah puncak produksi musiman.

Tingginya persediaan tersebut berpotensi membatasi kenaikan harga apabila pertumbuhan pasokan tidak diimbangi oleh peningkatan permintaan.

Advertisements

Also Read

Tags