Anthropic alokasikan 5 persen saham untuk filantropi, Musk janjikan saham SpaceX ke 72 juta anak AS

Hikma Lia

 

BANYU POS – – Anthropic dan Elon Musk menawarkan dua pendekatan berbeda untuk membagikan manfaat ekonomi dari ledakan kecerdasan buatan (AI). Pengembang chatbot Claude itu akan mengalokasikan 5 persen sahamnya untuk dana kepentingan publik, sedangkan Musk berjanji memberikan satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika Serikat (AS). Kedua langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keselamatan AI dan ancaman teknologi tersebut terhadap lapangan kerja.

Advertisements

Dilansir dari The Straits Times, Selasa (20/10/2026), nilai 5 persen saham Anthropic diperkirakan mencapai USD 75 miliar hingga USD 100 miliar atau sekitar Rp1.353 triliun hingga Rp1.804 triliun, dengan kurs Rp18.040 per dolar AS. Perkiraan itu didasarkan pada valuasi perusahaan sebesar USD 1,5 triliun hingga USD 2 triliun menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) yang berpotensi menjadi salah satu terbesar dalam sejarah.

Dana Anthropic Public Benefit Fund akan mendukung organisasi nirlaba, penyaluran langsung kepada kelompok masyarakat tertentu, serta upaya mengatasi dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Perusahaan sebelumnya telah mengalokasikan USD 200 juta atau sekitar Rp3,608 triliun untuk mempelajari dan menangani disrupsi ketenagakerjaan. Anthropic juga memperingatkan bahwa AI dapat menimbulkan risiko yang “bersifat katastrofik atau bahkan mengancam kelangsungan hidup umat manusia.”

Advertisements

Mukesh Ambani Buka Suara atas Tuduhan Elon Musk soal Peluncuran Starlink di India

Anthropic membuka peluang penambahan kepemilikan dana sebesar 2 persen saham setiap kali valuasi perusahaan meningkat 50 persen dari nilai acuan yang belum diumumkan, berdasarkan keputusan dewan direksi. Bersama komitmen para pendiri untuk menyumbangkan 80 persen saham mereka dan program pencocokan donasi karyawan, sekitar 20 persen saham perusahaan akan diperuntukkan bagi kepentingan publik. Dana tersebut tidak akan digunakan untuk lobi atau sumbangan politik.

Sementara itu, Musk memilih membagikan saham secara langsung. Dalam unggahan di X pada 19 Oktober, dia menyatakan, “Tahun depan, saya akan memberikan satu saham SpaceX kepada setiap anak di Amerika. Ini akan menjadi yang pertama dari banyak pemberian berikutnya.”

CEO SpaceX itu menambahkan, “Memberikan saham, yang merupakan kepemilikan dalam ekonomi masa depan, secara langsung kepada masyarakat adalah caranya.” Musk sendiri memiliki sekitar 6,42 miliar saham SpaceX per Juni.

Dengan jumlah anak di AS yang diperkirakan mencapai 72 juta, total nilai saham yang dijanjikan Musk diperkirakan mencapai USD 11 miliar atau sekitar Rp198,44 triliun. Namun, belum jelas apakah pembagian itu akan terhubung dengan Trump Accounts, program investasi pemerintah AS bagi anak yang lahir pada 2025 hingga 2028, dengan setoran awal USD 1.000 atau sekitar Rp18,04 juta per anak.

Program tersebut telah menarik dukungan perusahaan, termasuk Dell, Visa, Micron, dan Delta Air Lines. Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan suaminya sebelumnya juga menjanjikan saham bagi lebih dari dua juta anak melalui inisiatif itu. Michael Dell dan istrinya, Susan, turut menjanjikan USD 6,25 miliar atau sekitar Rp112,75 triliun dalam bentuk uang tunai untuk rekening investasi anak-anak kurang mampu.

Meski menjanjikan manfaat ekonomi, pembagian saham Musk menuai pertanyaan mengenai dampaknya. Robert Pavlik, manajer portofolio senior Dakota Wealth Management, mengatakan, “Itu jumlah saham yang sangat besar … Saya yakin akan ada pihak yang bersedia menerimanya.”

Dia menilai, “Ini terasa seperti aksi publisitas … Apakah langkah ini akan membangun sentimen positif publik? Mungkin.” Nilai pemberian Musk juga bergantung pada fluktuasi harga saham SpaceX.

Perbedaan kedua pendekatan ini memperlihatkan perdebatan tentang siapa yang seharusnya menikmati keuntungan dari pertumbuhan AI dan bagaimana manfaat itu disalurkan. Anthropic mengandalkan dana yang dikelola untuk kepentingan publik, sedangkan Musk mengusulkan distribusi kepemilikan secara langsung.

Elon Musk Sebut Pemerintah AS Bisa Jadi Dalang di Balik Pembatasan Kecepatan Drone Ukraina

Di tengah kekhawatiran tentang otomatisasi dan keselamatan teknologi, efektivitas kedua pendekatan akan bergantung pada pelaksanaan, penerima manfaat, dan nilai nyata yang akhirnya diterima masyarakat.

Advertisements

Also Read

Tags