Daftar 8 emiten umumkan buyback saham, dari grup Barito hingga BCA

Hikma Lia

 

BANYU POS – – Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembelian kembali saham atau buyback maupun mengumumkan rencana aksi korporasi tersebut pada periode 19 hingga 23 Oktober 2026.

Advertisements

Aksi korporasi tersebut dilakukan di tengah gejolak pasar saham imbas rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan rencana menurunkan status pasar saham di Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Pada periode tersebut, PT Bank Central Asia (BBCA) melanjutkan pelaksanaan buyback saham hingga 23 Oktober 2026. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (TLKM) melaporkan telah menyelesaikan pembelian kembali 15,96 juta saham pada 20 Oktober 2026.

Advertisements

Di sisi lain, sejumlah perusahaan mengumumkan rencana buyback baru, mulai dari emiten Grup Barito hingga perusahaan di sektor pertambangan, konstruksi, perbankan, dan barang konsumsi.

Berikut daftar perusahaan yang melakukan atau mengumumkan rencana buyback saham pada periode tersebut.

1. BBCA melanjutkan buyback hingga 23 Oktober

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperpanjang pelaksanaan buyback saham yang semula dijadwalkan berakhir pada 21 Oktober menjadi 23 Oktober 2026.

Manajemen BCA menyatakan, aksi tersebut merupakan kelanjutan dari program pembelian kembali saham yang sebelumnya dilaksanakan pada April dan Juni 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendukung stabilisasi pasar modal sekaligus mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnisnya.

Program buyback tersebut merupakan bagian dari persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2026, dengan periode keseluruhan 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih awal.

2. TLKM melaporkan pembelian 15,96 juta saham

PT Telkom Indonesia (TLKM) melaporkan penyelesaian pembelian kembali sebanyak 15,96 juta saham pada 20 Oktober 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dilaporkan pada 22 Oktober, aksi tersebut berkaitan dengan pemenuhan ketentuan pemisahan segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity tahap kedua.

Secara terpisah, Telkom juga menyatakan tengah menyiapkan percepatan pelaksanaan program buyback dengan nilai maksimal Rp 4 triliun yang telah disetujui dalam RUPST pada 8 Juni 2026. Per 19 Oktober, sisa alokasi dana program tersebut masih lebih dari Rp 3 triliun.

3. Grup Barito dan CUAN siapkan buyback Rp 3,5 triliun

Empat emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Prajogo Pangestu mengumumkan rencana buyback pada Oktober 2026. Keempatnya adalah PT Barito Pacific (BRPT), PT Barito Renewables Energy (BREN), PT Chandra Asri Pacific (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN).

BRPT dan BREN masing-masing menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun. TPIA juga mengalokasikan dana hingga Rp 1 triliun, sedangkan CUAN menyiapkan maksimal Rp 500 miliar.

Dengan demikian, total dana maksimal yang disiapkan keempat perusahaan tersebut mencapai Rp 3,5 triliun. Namun, angka itu merupakan plafon anggaran, bukan nilai transaksi yang dipastikan terealisasi.

BRPT, BREN, dan CUAN menjadwalkan pelaksanaan buyback mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026. Sementara itu, periode pelaksanaan TPIA tercatat mulai 20 Oktober hingga 31 Desember 2026.

4. DSSA mengalokasikan dana Rp 1 triliun

PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengumumkan rencana buyback saham dengan dana maksimal Rp 1 triliun yang bersumber dari kas internal.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan pada 19 Oktober 2026, periode pelaksanaan aksi korporasi tersebut berlangsung hingga 18 Januari 2027.

Manajemen menyebut buyback dilakukan untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham, menjaga agar kinerja saham mencerminkan fundamental perseroan, serta mempertahankan kepercayaan publik.

5. Amman Mineral siapkan buyback Rp 1 triliun

PT Amman Mineral Internasional (AMMN) melaporkan rencana pembelian kembali saham dengan alokasi dana maksimal Rp 1 triliun pada 22 Oktober 2026.

Perusahaan menunjuk BCA Sekuritas untuk melaksanakan transaksi pembelian kembali saham di pasar. Program tersebut menambah daftar emiten sektor pertambangan yang mengambil langkah korporasi di tengah fluktuasi pasar saham.

6. BBRI umumkan rencana buyback baru

PT Bank Rakyat Indonesia  (BBRI) juga masuk dalam daftar emiten yang mengumumkan rencana buyback baru pada 22 Oktober 2026.

Berdasarkan kompilasi informasi emiten, perseroan menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk program tersebut. Pengumuman ini perlu dibedakan dari program BBRI sebelumnya yang memiliki alokasi Rp 500 miliar dan telah berakhir pada September 2026.

7. Indofood CBP umumkan rencana buyback

PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) mengumumkan rencana pembelian kembali saham pada 23 Oktober 2026.

Pengumuman tersebut muncul di tengah kondisi pasar yang mengalami fluktuasi signifikan. Berdasarkan informasi awal yang dipublikasikan, perseroan menyampaikan rencana buyback dengan batas maksimal yang perlu dikonfirmasi kembali melalui dokumen keterbukaan informasi resmi, termasuk besaran dana, jumlah saham, dan periode pelaksanaan.

8. PTBA masih mengkaji opsi buyback

PT Bukit Asam (PTBA) menyampaikan bahwa manajemen tengah mengkaji berbagai strategi korporasi, termasuk kemungkinan melakukan buyback saham.

Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno mengatakan, kajian tersebut mempertimbangkan perkembangan makroekonomi, industri energi, dan dinamika pasar modal. Perseroan menegaskan bahwa keputusan yang diambil akan mengacu pada prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, dan ketentuan yang berlaku.

Di sisi fundamental, PTBA membukukan pendapatan Rp 22,03 triliun pada semester I 2026, naik 8 persen secara tahunan. Laba bersihnya mencapai Rp 2,65 triliun atau melonjak 218 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Advertisements

Also Read

Tags