IHSG anjlok 3,49%, asing net sell Rp 1,52 triliun, ini saham pilihan Jumat (30/10)

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan jual pada perdagangan Kamis (29/10/2026). IHSG anjlok 3,49% ke level 5.098,06 dan mengakhiri perdagangan di dekat level terendah hariannya.

Advertisements

Tekanan terhadap pasar saham domestik terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 18.185 per dolar Amerika Serikat (AS), berlanjutnya arus modal keluar atau capital outflow, serta ketidakpastian terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG Anjlok 3,49%, Simak Rekomendasi Saham SIDO, EXCL, dan INDY untuk Jumat (30/10)

Advertisements

Investor asing kembali membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 1,52 triliun di pasar reguler. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi sasaran tekanan jual.

Mengutip Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) BRI Danareksa Sekuritas, Jumat (30/10/2026), tekanan eksternal turut memengaruhi sentimen pasar domestik.

Dari Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%. Namun, keputusan tersebut tidak bulat karena dua pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Inflasi AS yang masih tinggi juga mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mendatang. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang tekanan terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah dan berlanjutnya arus modal asing keluar menjadi risiko utama bagi pergerakan IHSG.

Investor juga akan mencermati sejumlah agenda ekonomi pekan depan, termasuk rilis data perdagangan Indonesia periode September 2026 dan inflasi Oktober 2026. Selain itu, perkembangan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Laba Semakin Besar, Tapi Harga Saham GOTO Malah Loyo

Analisis teknikal IHSG

Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus level support 5.170 dan ditutup di posisi 5.098,06.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di area negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum.

Sementara itu, posisi IHSG yang jauh di bawah Moving Average 20 hari (MA20) di sekitar 5.646 mempertegas dominasi tren penurunan.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, IHSG berpotensi menguji level support Fibonacci berikutnya di 5.026. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpeluang bergerak menuju support lanjutan di 4.942.

Sentimen eksternal juga masih perlu dicermati setelah bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10/2026).

Dow Jones Industrial Average turun 0,25% ke level 52.342,56. Indeks S&P 500 melemah 0,30% menjadi 7.720,39, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 1,38% ke posisi 26.184,72.

Daftar Saham PER Terendah Tertinggi LQ45 (29 Oktober 2026), Asing Net Sell Rp1,076 T

Rekomendasi saham hari ini

Di tengah tekanan pasar, BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Jumat (30/10/2026), yakni JARR, SSMS, CMRY, dan TOBA.

1. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) – BUY

JARR menunjukkan upaya rebound dari area support 2.100-2.200 setelah mengalami koreksi dalam pola descending channel. Secara teknikal, saham ini dinilai menarik untuk strategi beli pada rentang 2.100-2.200, dengan target harga di level resistance 2.360 dan 2.585.

  • Rekomendasi beli: 2.100-2.200
  • Target resistance 1: 2.360
  • Target resistance 2: 2.585
  • Stop loss: di bawah 2.090

Wall Street Ditutup Merah (29/10), Saham Alphabet Ambles 12,6% Gegara Belanja AI

2. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) – BUY

SSMS menunjukkan momentum rebound setelah menguat ke level 985. Penguatan tersebut didukung peningkatan volume transaksi dan pemulihan harga dari area support 800-895. Secara teknikal, SSMS menarik untuk strategi beli pada rentang 950-985. Target resistance terdekat berada di 1.010 dan target berikutnya di 1.060.

  • Rekomendasi beli: 950-985
  • Target resistance 1: 1.010
  • Target resistance 2: 1.060

    Stop loss: di bawah 930

3. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) – BUY

CMRY berpotensi melanjutkan penguatan setelah pulih dari koreksi tajam. Harga terakhir berada di level 4.250 atau naik 2,41%. Strategi yang disarankan adalah buy on break apabila harga mampu menembus level 4.250. Target penguatan berikutnya berada di 4.300 dan 4.365. Meski demikian, CMRY masih menghadapi resistance MA20 di sekitar 4.312.

  • Strategi beli: Buy on break di atas 4.250
  • Target resistance 1: 4.300
  • Target resistance 2: 4.365
  • Stop loss: di bawah 4.200

Intip Saham yang Banyak Diburu Asing Saat IHSG Anjlok 3,48% ke 5.098, Kamis (29/10)

4. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) – SELL/AVOID

Berbeda dengan tiga saham sebelumnya, TOBA masih menunjukkan tekanan bearish. Saham ini turun 6,61% ke level 424 setelah mengalami penolakan kuat di area resistance 620, disertai lonjakan volume jual. Harga TOBA juga kembali berada di bawah MA20 di level 432. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan jual masih dominan.

Investor disarankan menghindari atau menjual saham TOBA dengan mencermati area support berikutnya di 340 dan 295.

  • Harga terakhir: 424
  • Rekomendasi: SELL/AVOID
  • Support berikutnya: 340
  • Support lanjutan: 295

*Rekomendasi saham tersebut merupakan pandangan teknikal BRI Danareksa Sekuritas dan perlu disesuaikan dengan profil risiko serta strategi investasi masing-masing investor.

Advertisements

Also Read

Tags