IHSG dibayangi rupiah dan modal asing, cek saham JARR-TOBA

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing menjadi sejumlah faktor yang akan dicermati investor dalam menentukan arah indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Jumat (30/10/2026).

Advertisements

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih dipengaruhi pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp18.185 per dolar AS, berlanjutnya arus modal asing keluar, serta ketidakpastian terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Tekanan jual terjadi meski The Fed mempertahankan suku bunga, seiring pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp18.185 per dolar AS, berlanjutnya capital outflow, serta ketidakpastian terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI,” ujar Reza dalam risetnya.

Advertisements

Pada perdagangan Kamis (29/10/2026), investor asing kembali mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,52 triliun di pasar reguler. Tekanan jual terutama terjadi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Dari eksternal, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75%–4,00%. Namun, keputusan tersebut tidak bulat karena dua pejabat mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Reza menilai perbedaan pandangan di internal The Fed menunjukkan risiko pengetatan kebijakan moneter lanjutan masih terbuka. Inflasi AS yang tetap tinggi turut mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026.

Ke depan, investor akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah dan arus modal asing, di samping perkembangan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI. Pelaku pasar juga akan memperhatikan rilis data perdagangan Indonesia September 2026 dan inflasi Oktober 2026 yang dijadwalkan pada pekan depan.

“Ke depan, investor juga akan mencermati rilis data perdagangan Indonesia untuk September dan inflasi Oktober pada pekan depan, di samping perkembangan kebijakan BEI dan MSCI,” kata Reza.

Pada perdagangan Kamis (29/10/2026), IHSG ditutup anjlok 3,49% ke level 5.098,06. Indeks bahkan mengakhiri perdagangan di dekat level terendah hariannya seiring tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

Dari sisi teknikal, Reza mengatakan IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus level support 5.170 dan ditutup di bawah level tersebut.

“MACD masih negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum, sementara harga berada jauh di bawah MA20 sekitar 5.646, menegaskan tren turun masih dominan,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi menguji level support Fibonacci di 5.026. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpeluang bergerak menuju support berikutnya di 4.942.

BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan harian (day trade) sebagai berikut.

Rekomendasi Saham Hari Ini

– PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) — Buy, harga penutupan Rp2.240, target Rp2.360–Rp2.585, stop loss di bawah Rp2.090.

– PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) — Buy, harga penutupan Rp985, target Rp1.010–Rp1.060, stop loss di bawah Rp930.

– PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) — Buy, harga penutupan Rp4.250, target Rp4.300–Rp4.365, stop loss di bawah Rp4.200.

– PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) — Sell, harga penutupan Rp424, target Rp340.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read