Aksi pelepasan aset atau jual bersih (net sell) oleh investor asing masih terus membayangi pergerakan pasar saham Indonesia sepanjang tahun berjalan 2026. Berdasarkan rekapan data transaksi pasar modal yang dirilis oleh RTI Business, terhitung sejak perdagangan awal tahun hingga posisi 29 Oktober 2026, akumulasi nilai jual bersih yang dicatatkan oleh investor asing di pasar saham domestik telah menembus angka Rp 97,78 triliun. Pencapaian angka ini memperlihatkan betapa kuatnya tekanan arus modal keluar (capital outflow) dari para pelaku pasar internasional terhadap bursa saham tanah air selama periode tersebut.
Jika dibedah berdasarkan segmen pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat perbedaan dinamika transaksi yang sangat kontras antara segmen pasar reguler dan segmen pasar non-reguler. Data perdagangan yang dikutip melalui platform RTI Bisnis menunjukkan bahwa pusat dari aksi jual investor asing berada pada segmen pasar reguler (regular market). Di pasar reguler ini, akumulasi nilai jual bersih investor asing mencatatkan angka yang sangat masif, yakni mencapai Rp 126,20 triliun. Pasar reguler merupakan tempat utama bagi mekanisme perdagangan saham secara lelang berkelanjutan (continuous auction), sehingga tingginya angka penawaran jual dibanding permintaan beli dari pihak asing di pasar ini memberikan dampak langsung terhadap pergerakan harga saham secara umum.
Di sisi lain, pergerakan dana asing di segmen pasar non-reguler justru menunjukkan arah yang berlawanan. Pada segmen pasar negosiasi dan pasar tunai (NG+TN), investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai akumulasi mencapai Rp 28,41 triliun. Perdagangan di pasar negosiasi dan tunai biasanya melibatkan transaksi langsung dengan volume besar yang disepakati oleh antarpihak. Adanya aksi beli bersih sebesar Rp 28,41 triliun di pasar negosiasi dan tunai ini berperan mengurangi dampak dari tingginya angka pelepasan saham di pasar reguler. Dengan demikian, penggabungan antara aksi jual bersih sebesar Rp 126,20 triliun di pasar reguler dan aksi beli bersih sebesar Rp 28,41 triliun di pasar negosiasi dan tunai menghasilkan angka akhir jual bersih investor asing sebesar Rp 97,78 triliun di seluruh pasar.
Dilihat dari aspek volume perdagangan lembar saham, total transaksi saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia sepanjang periode tahun berjalan hingga 29 Oktober 2026 mencapai jumlah yang sangat besar, yaitu sebanyak 7,9 triliun lembar saham. Dari keseluruhan aktivitas transaksi saham tersebut, investor asing memberikan kontribusi volume sebesar 23,07 persen terhadap total keseluruhan volume perdagangan di bursa saham domestik.
Secara lebih mendalam, data perdagangan merinci bahwa volume transaksi pembelian saham yang dilakukan oleh investor asing mencapai angka 1,7 triliun lembar saham. Jumlah pembelian ini menyumbang porsi sebesar 10,88 persen terhadap total volume transaksi pasar secara keseluruhan. Sementara itu, untuk volume penjualan saham yang direalisasikan oleh investor asing, angkanya tercatat lebih tinggi, yakni mencapai 1,9 triliun lembar saham. Angka penjualan ini setara dengan porsi 12,19 persen dari total keseluruhan volume perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Selisih antara porsi volume penjualan yang sebesar 12,19 persen dan porsi volume pembelian sebesar 10,88 persen memperlihatkan bahwa intensitas pelepasan saham oleh pihak asing secara volume memang konsisten melampaui tingkat penyerapan atau pembelian mereka.
Di tengah berlanjutnya aksi pelepasan saham oleh investor internasional, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia sebenarnya masih digerakkan dan didominasi secara kuat oleh para pelaku pasar dari dalam negeri. Investor domestik mencatatkan porsi kepemilikan transaksi yang sangat dominan, yakni menguasai hingga 76,93 persen dari total volume perdagangan saham sepanjang tahun berjalan 2026. Hal ini menunjukkan bahwa likuiditas perdagangan harian di bursa saham nasional secara keseluruhan sebagian besar ditopang oleh aktivitas pasar investor lokal.
Rincian data volume transaksi investor domestik mencerminkan peran penting mereka dalam menjaga likuiditas di pasar modal. Volume pembelian saham yang dibukukan oleh investor domestik mencapai angka 6,2 triliun lembar saham, yang setara dengan porsi 39,12 persen dari total volume perdagangan pasar. Di sisi penjualannya, investor domestik mencatatkan volume sebesar 6 triliun lembar saham, atau setara dengan 37,81 persen terhadap keseluruhan transaksi. Dari perbandingan angka tersebut, terlihat bahwa volume aksi beli investor domestik (39,12 persen) lebih besar daripada volume aksi jual mereka (37,81 persen). Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor dalam negeri berada dalam posisi pembeli bersih secara volume, yang turut membantu menyerap suplai lembar saham yang dilepas oleh investor asing.
Dari sisi nilai perdagangan secara keseluruhan, akumulasi total nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun berjalan 2026 hingga tanggal 29 Oktober tercatat berada pada angka yang amat besar, yaitu mencapai Rp 4.018,6 triliun. Nilai transaksi yang menembus ribuan triliun rupiah ini menggambarkan tingginya perputaran dana dan aktivitas likuiditas yang melibatkan partisipasi gabungan antara pelaku pasar domestik serta pelaku pasar asing di pasar modal Indonesia.
Kendati likuiditas dan perputaran nilai transaksi saham tergolong sangat besar, maraknya tekanan aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan indeks acuan bursa. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih mengalami penurunan dan berada dalam fase koreksi sepanjang periode tahun berjalan (year to date/ytd). Berdasarkan data perdagangan per 29 Oktober 2026, IHSG tercatat mengalami pelemahan sebesar 41,57 persen.
Penurunan kinerja IHSG sebesar 41,57 persen secara year to date ini berbanding lurus dengan besarnya tekanan jual bersih yang terjadi di pasar reguler. Mengingat pasar reguler merupakan penggerak utama dalam pembentukan harga saham harian, pelepasan bersih modal asing sebesar Rp 126,20 triliun di segmen tersebut menjadi salah satu faktor kunci yang menekan pergerakan saham-saham pembentuk indeks. Dampak pelepasan di pasar reguler tersebut tetap membayangi kinerja indeks secara keseluruhan, meskipun sebagian berhasil diredam oleh aksi beli bersih investor asing di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp 28,41 triliun serta ditopang oleh tingginya partisipasi transaksi investor domestik yang mencapai 76,93 persen dari total volume perdagangan di bursa.




