IHSG mengawali perdagangan pekan pertama November 2026 di zona merah setelah terkoreksi 0,13% ke 5.050,42 sehingga memicu penurunan market cap.
BANYU POS – , JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengawali perdagangan November 2026 di zona merah. Sepanjang perdagangan 2–6 November 2026, indeks komposit turun 0,13% menuju posisi 5.050,42.
Seiring pelemahan IHSG, Sekretaris Perusahaan BEI Elsierra Putri Yosita menyampaikan nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut menyusut 1,34% menjadi Rp8.744 triliun dari pekan lalu sebesar Rp8.862 triliun.
“Rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 23% menjadi Rp11,04 triliun atau dari Rp14,34 triliun pada pekan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (7/11/2026).
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian melorot 3,50% menjadi 31,29 miliar saham, sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian berkurang 16,44% menjadi 1,29 juta kali dari 1,54 juta kali transaksi pada sepekan sebelumnya.
Adapun pada perdagangan penutupan akhir pekan, Jumat (6/11/2026), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp328,20 miliar. Meski demikian, sepanjang tahun berjalan 2026, pemodal asing masih mencatatkan net sell secara kumulatif senilai Rp98,08 triliun (year to date/YtD).
Di tengah pelemahan data perdagangan sepekan, BEI menggulirkan serangkaian inisiatif untuk memperkuat ekosistem pasar modal. Langkah diawali dengan penguatan keterbukaan informasi struktur pemegang saham melalui penerbitan Surat Keputusan (SK) Direksi BEI No. Kep-00160/BEI/11-2026.
Ketentuan tersebut mewajibkan publikasi informasi kepemilikan saham di atas 1%, yang dilengkapi status pemegang saham sebagai pengendali maupun afiliasi pengendali secara bulanan di situs resmi bursa efek.
“Penyempurnaan bertujuan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur dan konsentrasi kepemilikan saham, sehingga dapat menjadi referensi bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi,” ujar Elsierra.
BEI turut memperluas basis calon emiten lewat peluncuran Go Public Academy for SMEs dan program RISE to IPO hasil kolaborasi dengan Kementerian UMKM, PT Surveyor Indonesia, serta perguruan tinggi.
Sektor korporasi dan literasi publik turut digalang masing-masing lewat gelaran CEO Networking 2026 yang melibatkan 400 pimpinan Perusahaan Tercatat, serta Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November 2026 yang menargetkan inklusi pasar modal berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Track all markets on TradingView




