BEI endus konsentrasi transaksi di saham NSSS, FUJI, dan CASA

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memeriksa tiga saham, yakni PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS), PT Fuji Finance Indonesia Tbk. (FUJI), dan PT Capital Financial Indonesia Tbk. (CASA) terkait adanya indikasi konsentrasi transaksi yang dikuasai oleh segelintir investor.

Advertisements

Berdasarkan pengumuman bursa No. Peng-PTE-00003/BEI.WAS/11-2026 tertanggal 6 November 2026, BEI mendeteksi adanya konsentrasi transaksi pada saham NSSS sepanjang periode 1 Desember 2025 hingga 30 Oktober 2026.

“Mengindikasikan adanya transaksi yang dilakukan oleh 19 investor melalui 15 Anggota Bursa dengan kontribusi sekitar 52% dari total transaksi,” tulis Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dan Kepala Divisi Kepatuhan Anggota Bursa BEI Fajar Piscesa dalam pengumuman resminya.

Advertisements

Pemeriksaan serupa juga menyasar saham FUJI melalui pengumuman No. Peng-PTE-00002/BEI.WAS/11-2026. Data bursa periode 2 Maret 2026 hingga 30 Oktober 2026 menunjukkan akumulasi transaksi yang sangat terkonsentrasi. 

Sebanyak 16 investor yang menggunakan 10 Anggota Bursa (AB) tercatat menyumbang kontribusi dominan hingga 87% dari total transaksi saham FUJI.

Sementara itu, pada saham CASA, BEI mencium adanya indikasi transaksi mencolok dalam jangka pendek. Sebab pada perdagangan 26 Oktober 2026 hingga 2 November 2026, sebanyak 6 investor melalui 6 AB mendominasi perdagangan saham CASA dengan porsi mencapai 98% dari total transaksi.

Atas temuan tersebut, manajemen BEI meminta seluruh pihak terkait dan para pemodal untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ketiga perseroan tersebut dalam mengambil keputusan investasi.

Adapun langkah pemeriksaan diambil BEI dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan perdagangan efek dan perlindungan investor, sekaligus menjaga agar perdagangan saham berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read