BANYU POS JAKARTA. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) telah mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan struktur pendanaan entitas anak usahanya, PT Grha Swahita, melalui mekanisme refinancing fasilitas kredit.
Direktur Utama PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), Arianto Sjarief, mengungkapkan bahwa PT Grha Swahita telah berhasil melunasi fasilitas kredit yang sebelumnya diperoleh dari PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Pelunasan ini direalisasikan melalui proses pengambilalihan fasilitas kredit (take over atau refinancing) oleh PT Bank Ina Perdana Tbk. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Februari 2026, Arianto merinci bahwa nilai fasilitas kredit baru yang didapatkan PT Grha Swahita dari Bank Ina mencapai Rp 55,2 miliar.
Arianto lebih lanjut menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan transaksi refinancing ini didasari oleh beberapa tujuan utama, yakni dalam rangka pengelolaan struktur pendanaan Grha Swahita agar lebih efektif. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pembiayaan, meningkatkan efisiensi biaya dana, serta memperbaiki profil arus kas operasional entitas anak. Ia secara tegas menyatakan, “Transaksi refinancing ini tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha Magna Investama.”
Menariknya, transaksi penting ini dikecualikan dari kewajiban penggunaan penilai independen dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pengecualian ini berlaku karena pinjaman diperoleh secara langsung dari bank, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, kinerja saham MGNA menunjukkan respons positif di pasar. Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, harga saham MGNA terapresiasi 4,47% mencapai level Rp 187 per saham. Bahkan, dalam kurun waktu lima hari perdagangan terakhir, saham MGNA telah melonjak signifikan sebesar 15,43%, mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap langkah-langkah strategis yang diambil perusahaan.




