Kinerja saham big banks kompak melemah pada penutupan perdagangan Kamis (19/2/2026)

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (19/2/2026) sore, tepatnya hingga pukul 16.00 WIB, ditutup dengan kabar kurang menggembirakan bagi investor sektor perbankan. Saham-saham berkapitalisasi besar, atau yang dikenal luas sebagai big banks, kompak menorehkan kinerja negatif, mengakhiri sesi di zona merah.

Advertisements

Empat emiten raksasa perbankan milik negara, meliputi Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), semuanya membukukan koreksi harga. Penurunan ini terjadi setelah pergerakan saham yang cukup fluktuatif sepanjang sesi perdagangan hari ini, mencerminkan sentimen pasar yang menekan sektor tersebut.

Dari keempat bank papan atas ini, Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan penurunan harga terdalam, menjadi sorotan utama di tengah pelemahan sektor ini. Di sisi lain, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berhasil membukukan koreksi yang paling tipis, menunjukkan sedikit resistensi dibandingkan rekan-rekan seprofesinya.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai kinerja masing-masing emiten, berikut adalah ringkasan pergerakan harga saham keempat bank tersebut selama sekitar tujuh jam perdagangan hari ini:

Advertisements

BBCA Melemah 1,37%

Saham Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengakhiri perdagangan di level Rp 7.175 per saham pada pukul 16.00 WIB. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 1,37% dibandingkan dengan harga penutupan pada hari Rabu (18/2). Sepanjang sesi perdagangan, saham BBCA sempat menyentuh level tertinggi Rp 7.325, sebelum akhirnya mengalami tekanan jual yang menyeretnya ke bawah hingga penutupan sesi kedua.

BMRI Terkoreksi Paling Dalam, Anjlok 3,79%

Sorotan utama tertuju pada saham Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), yang mencatatkan koreksi harga paling dalam di antara saham bank besar lainnya. Pada penutupan perdagangan, saham BMRI berada di posisi Rp 5.075 per saham, melemah signifikan sebesar 3,79% dari harga penutupan sehari sebelumnya. Meskipun sempat mencapai puncak intraday di Rp 5.300, tekanan jual yang kuat berhasil membalikkan arah pergerakan saham ini, menempatkannya di zona merah dengan persentase penurunan tertinggi.

BBRI Turun 1,57%

Di tengah sentimen negatif yang melanda sektor perbankan, saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga tak luput dari koreksi. Saham BBRI ditutup pada harga Rp 3.770 per saham, menunjukkan pelemahan sebesar 1,57% dibandingkan penutupan hari Rabu (18/2). Pergerakan ini sejalan dengan tren umum yang menekan saham-saham perbankan besar sepanjang perdagangan hari ini, mencerminkan respons pasar terhadap faktor-faktor tertentu.

BBNI Melemah Paling Tipis, 0,89%

Berbeda dengan rekan-rekannya, saham Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik, meski tetap harus mengakhiri perdagangan di zona merah. Saham BBNI ditutup pada level Rp 4.450 per saham, dengan penurunan sebesar 0,89% dari harga penutupan sebelumnya. Koreksi ini menjadikannya saham dengan penurunan paling dangkal di antara keempat bank besar yang diamati pada perdagangan Kamis ini, memberikan sedikit harapan di tengah sentimen negatif.

Advertisements

Also Read

Tags