
BANYU POS – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (3/3/2026) dengan kinerja yang kurang memuaskan, ditutup melemah signifikan 0,96% ke level 7.939,77. Pelemahan ini tentu menarik perhatian para pelaku pasar yang kini menantikan arah pergerakan selanjutnya di tengah volatilitas pasar.
Menyikapi kondisi pasar yang dinamis, sejumlah analis pasar modal telah merilis rekomendasi teknikal saham-saham pilihan mereka untuk perdagangan Rabu (4/3/2026). Prospek saham-saham ini diharapkan dapat menjadi panduan berharga bagi investor dalam mengambil keputusan. Berikut adalah ulasan lengkap potensi pergerakan saham yang patut dicermati:
1. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
Saham LSIP menunjukkan performa positif pada perdagangan Selasa (3/3/2026), ditutup menguat 3,25% secara harian ke harga Rp 1.270. Menurut analisis Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, posisi LSIP saat ini masih berada dalam fase uptrend yang kuat dan didominasi oleh volume pembelian, meskipun ada sedikit kecenderungan penurunan volume. Indikator MACD terpantau terus menguat di area positif, sementara Stochastic menunjukkan penguatan yang agresif menuju area overbought.
Rekomendasi: Buy if Break
Support: Rp 1.240
Resistance: Rp 1.290
LSIP Chart by TradingView
IPO 2026 Masih Seret, Begini Prospeknya di Tengah Kenaikan Free Float
2. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
Pada penutupan perdagangan Selasa (3/3/2026), saham PWON terkoreksi 1,12% ke level Rp 352. Achmad Yaki dari BCA Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham ini, dengan target resistance terdekat di level 382 dan proyeksi support yang kuat di 338. Analisis teknikal menunjukkan munculnya inverted hammer candle, indikasi RSI yang melemah, serta volume transaksi yang menurun. Namun, di sisi lain, indikator Stochastic telah memasuki area oversold, yang bisa menjadi sinyal potensi pembalikan arah.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 338
Resistance: Rp 382
PWON Chart by TradingView
3. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS)
Saham PGAS ditutup terkoreksi 2,04% secara harian ke harga Rp 2.400 pada Selasa (3/3/2026). Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menyoroti bahwa PGAS kembali gagal menembus level tertinggi sebelumnya, yaitu di area 2.500, disertai dengan penurunan RSI dari zona overbought. Dengan demikian, investor diimbau untuk mengantisipasi potensi tekanan yang berkelanjutan dengan menerapkan strategi wait & see.
Momentum buy on weakness bisa dipertimbangkan di area Rp 2.250-Rp 2.300. Jika terjadi rebound, PGAS berpotensi menuju resistance Rp 2.470. Namun, disarankan untuk melakukan stop loss apabila harga turun menembus level Rp 2.200 untuk membatasi risiko.
Rekomendasi: Wait and See
Support: Rp 2.200
Resistance: Rp 2.470
PGAS Chart by TradingView
IHSG Rawan Lanjutkan Koreksi pada Rabu (4/3), Ini Kata Analis




