Aturan sedang disiapkan, ETF emas bisa jadi pilihan investor

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. PT Bahana TCW Investment Management mengamati adanya pergeseran paradigma yang signifikan dalam dunia investasi. Jika di masa lalu emas identik dengan kepemilikan fisik berupa batangan yang disimpan dalam brankas atau perhiasan yang disembunyikan, era digital kini telah mengubah wajah aset ini menjadi jauh lebih efisien dan modern.

Advertisements

Di tengah dinamika pasar global yang terus bergejolak, instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas muncul sebagai pilihan cerdas dan esensial untuk diversifikasi portofolio investor modern.

Sejak tahun 2025, publik telah menyaksikan momentum kenaikan harga emas yang sangat substansial. Mengutip data Bloomberg, harga emas berhasil mencatatkan kenaikan impresif sebesar 64,52% sepanjang tahun 2025.

Konflik Timur Tengah Memanas, Emas, Dolar dan Yen Jadi Safe Haven Investor

Advertisements

Danica Adhitama, Direktur Pemasaran PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), menjelaskan bahwa lonjakan harga emas ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, terutama di Timur Tengah, serta langkah strategis bank sentral di berbagai negara yang terus memperkuat cadangan devisa mereka dengan logam mulia. Tercatat, bank sentral global menambah kepemilikan emas sebanyak 254 ton sepanjang tahun 2025, menjadikannya penambahan terbanyak keempat dalam abad ini.

Di Indonesia, tren ini semakin teramplifikasi secara signifikan. Masyarakat mulai menyadari bahwa emas bukan sekadar perhiasan, melainkan sebuah instrumen investasi yang relatif lebih tahan terhadap dinamika perekonomian global. Danica menambahkan, “Namun, seiring dengan tingginya harga emas fisik, muncul tantangan baru, yaitu bagaimana cara berinvestasi emas dengan biaya rendah, keamanan terjamin, dan fleksibilitas tinggi? Hal ini yang dapat ditawarkan salah satu model investasi baru di Indonesia yaitu ETF Emas,” ujar Danica dalam keterangan resmi pada Senin (9/3/2026).

Harga Emas & Nikel Naik, Pendapatan Antam (ANTM) Diproyeksi Tembus Rp 126 Triliun

Secara sederhana, ETF Emas adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setiap unit ETF Emas yang dibeli mencerminkan kepemilikan atas emas fisik yang disimpan secara aman di lembaga kustodian emas. Popularitas ETF Emas yang terus meningkat dapat dijelaskan melalui beberapa keunggulan utama berikut:

1. Likuiditas Tinggi

Salah satu kendala utama investasi emas fisik adalah proses jual-beli yang sering kali memakan waktu dan melibatkan serangkaian prosedur, mulai dari mendatangi toko emas atau butik logam mulia, melakukan pengecekan kadar, hingga negosiasi harga buyback. Berbeda halnya dengan ETF Emas, instrumen investasi digital ini dapat diperjualbelikan secara real-time selama jam perdagangan bursa berlangsung. Tingginya likuiditas ini memungkinkan investor untuk bereaksi cepat terhadap perubahan kondisi pasar, memberikan fleksibilitas yang superior.

2. Efisiensi Biaya dan Menguntungkan

Banyak investor belum menyadari bahwa pembelian emas fisik sering kali dibebani oleh selisih harga jual-beli (spread) yang lebar, serta biaya penyimpanan dan asuransi. Sebaliknya, ETF Emas menawarkan spread yang relatif lebih tipis. Kenaikan harga emas dapat langsung terefleksi pada nilai aktiva bersih (NAB) ETF secara transparan. Investor tidak perlu lagi memikirkan biaya brankas (safe deposit box) atau risiko kehilangan secara fisik, karena aset akan disimpan secara profesional dan diatur oleh OJK yang tengah mematangkan regulasi ETF pada semester I – 2026 ini, menambah lapisan keamanan dan kepercayaan.

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 25.000 Menjadi Rp 3.024.000 per Gram, Jumat (6/3)

3. Transparansi

Dalam dunia investasi, kepercayaan adalah mata uang utama. ETF Emas menawarkan tingkat transparansi yang tidak dimiliki oleh pasar emas fisik atau toko emas kecil. Harga ETF bergerak sejalan dengan harga emas internasional secara presisi. Selain itu, aset emas fisik yang mendasari (underlying asset) ETF ini diaudit secara berkala, memastikan bahwa setiap unit yang dipegang investor benar-benar didukung oleh emas fisik yang nyata dan terverifikasi.

Atas dasar keunggulan-keunggulan tersebut, prospek ETF Emas dan emas digital diprediksi akan terus cerah ke depannya. Integrasi teknologi finansial semakin memudahkan akses ke pasar emas, kini hanya dalam genggaman melalui ponsel pintar. Danica menambahkan bahwa pemerintah dan regulator terus mendorong pendalaman pasar modal melalui instrumen-instrumen inovatif seperti ini. Bagi investor ritel, ini adalah kesempatan emas untuk melakukan diversifikasi portofolio investasi dengan modal yang lebih terjangkau.

“Tidak perlu menunggu punya uang puluhan juta untuk membeli batang emas 10 gram, dengan ETF, berinvestasi bisa dimulai dalam satuan unit yang setara dengan porsi kecil emas namun dengan nilai pertumbuhan yang sama,” ujar Danica.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 4.000 Menjadi Rp 3.049.000 per Gram, Kamis (5/3)

Merespons tingginya permintaan terhadap produk investasi emas modern ini, Bahana TCW telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna merancang produk ETF Emas yang diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menarik bagi masyarakat. Nantinya, produk ini direncanakan akan dipasarkan dengan denominasi Rupiah (IDR) dan sesuai prinsip syariah, memperluas pilihan bagi investor di Indonesia.

Advertisements

Also Read

Tags