Saham pilihan BNI Sekuritas saat IHSG hari ini (31/3) berpotensi menguat terbatas

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menunjukkan penguatan yang terbatas dalam perdagangan Selasa (31/3/2026). Proyeksi ini muncul di tengah bayang-bayang tekanan global, terutama dari lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan yang terjadi di bursa saham internasional.

Advertisements

Berdasarkan analisis teknikal dari tim riset BNI Sekuritas, IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang support 6.900–7.000 dan resistance 7.150–7.280. Proyeksi ini memberikan gambaran tentang potensi pergerakan pasar bagi para investor.

Faktor sentimen global masih memegang peranan krusial dalam membentuk arah pasar. Terpantau, bursa saham Wall Street menunjukkan kecenderungan melemah, dipicu oleh kenaikan signifikan pada harga minyak serta koreksi pada saham-saham sektor teknologi. Situasi serupa juga terlihat di bursa Asia, yang kompak mengalami penurunan akibat kekhawatiran akan inflasi global dan memanasnya konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran ini kian mendalam menyusul potensi gangguan distribusi minyak yang meluas setelah Iran secara de facto menutup Selat Hormuz.

Namun, di tengah gejolak tersebut, pasar mendapatkan sedikit angin segar dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell. Ia mengindikasikan bahwa Federal Reserve belum akan mengambil langkah kebijakan agresif dalam waktu dekat, hal ini sedikit meredakan ketegangan dan memberikan ruang bagi pasar untuk mencari titik stabilitas.

Advertisements

Tidak hanya itu, sentimen positif lainnya datang dari Presiden AS Donald Trump. Ia menyampaikan adanya peluang meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah pernyataan yang turut berfungsi sebagai penyeimbang di tengah ketidakpastian pasar.

Trump menjelaskan bahwa Amerika Serikat sedang terlibat dalam pembicaraan serius dengan pihak-pihak yang lebih moderat di Iran. Meskipun demikian, ia juga memberikan peringatan tegas: jika kesepakatan damai tidak segera tercapai dan Selat Hormuz tetap tertutup, AS tidak akan ragu untuk menghancurkan fasilitas energi utama Iran. Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa Iran telah menyetujui sebagian besar rencana damai yang diajukan AS, termasuk membuka kembali jalur vital bagi kapal tanker minyak.

Merespons berbagai dinamika pasar tersebut, BNI Sekuritas telah merilis daftar saham pilihan yang dijagokan untuk perdagangan hari ini. Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang menarik perhatian mereka:

  • PT Vale Indonesia Tbk. (INCO)
    Rekomendasi: Buy on Weakness. Area beli di 5.025-5.100, batas kerugian (cut loss) di bawah 4.930. Target jangka pendek berada di 5.250-5.350.
  • PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG)
    Rekomendasi: Speculative Buy. Area beli di 1.600, batas kerugian (cut loss) di bawah 1.570. Target jangka pendek berada di 1.690-1.760.
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI)
    Rekomendasi: Speculative Buy. Area beli di 190-193, batas kerugian (cut loss) di bawah 190. Target jangka pendek berada di 199-205.
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU)
    Rekomendasi: Buy on Weakness. Area beli di 4.800-4.950, batas kerugian (cut loss) di bawah 4.750. Target jangka pendek berada di 5.100-5.275.
  • PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA)
    Rekomendasi: Buy on Weakness. Area beli di 3.520-3.700, batas kerugian (cut loss) di bawah 3.500. Target jangka pendek berada di 3.800-3.900.
  • PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL)
    Rekomendasi: Buy on Weakness. Area beli di 3.520-3.700, batas kerugian (cut loss) di bawah 3.500. Target jangka pendek berada di 3.800-3.900.

Disclaimer: Perlu diperhatikan, artikel ini murni bersifat informatif dan tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu, termasuk saham. Segala keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab dan pertimbangan pribadi pembaca. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas potensi kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi ini.

Advertisements

Also Read