
Sentimen negatif menyelimuti pasar modal Indonesia pada penutupan sesi I perdagangan Kamis (2/4), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot tajam ke zona merah. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, IHSG harus rela kehilangan 89,91 poin atau setara dengan 1,26%, sehingga parkir di level 7.094,526. Pelemahan ini turut diiringi oleh aktivitas perdagangan yang cukup ramai, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 6,90 triliun, volume sebesar 14,49 miliar lembar saham, dan frekuensi transaksi menembus 1,04 juta kali.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, memimpin daftar Top Gainers pada sesi ini. Saham ALKA (Alakasa Industrindo) melonjak 180 poin atau 24,83% ke level 905. Disusul oleh MSIN (MNC Digital Entertainment) yang menguat 165 poin (24,63%) menjadi 835. Sementara itu, YPAS (Yanaprima Hastapersada) melesat 265 poin (22,94%) ke 1.420. Kenaikan juga dialami oleh MSKY (MNC Sky Vision) sebesar 16 poin (21,33%) ke 91, serta BATR (PT Benteng Api Technic) yang tumbuh 16 poin (18,60%) menjadi 102.
Kontras dengan itu, beberapa saham justru mengalami tekanan jual yang kuat, menjadi bagian dari daftar Top Losers. Saham DATA (Remala Abadi) ambles 380 poin atau 14,84% ke 2.180. Kemudian, ATAP (Trimitra Prawara Goldland) merosot 79 poin (14,77%) ke level 456. Penurunan juga menimpa TALF (Tunas Alfin) yang anjlok 115 poin (14,56%) ke 675. Selanjutnya, FWCT (Wijaya Cahaya Timber) terkoreksi 13 poin (12,04%) ke 95, dan BUVA (Bukit Uluwatu Villa) kehilangan 85 poin (7,73%) menuju 1.015.
Dalam kategori Top Value, saham-saham dengan nilai transaksi terbesar didominasi oleh nama-nama besar di pasar modal. BUMI (Bumi Resources) memimpin dengan nilai transaksi mencapai Rp 468,43 miliar. Posisi kedua ditempati oleh BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp 457,15 miliar. Kemudian, DEWA (Darma Henwa) mencatatkan nilai transaksi Rp 311,91 miliar, diikuti oleh ENRG (Energi Mega Persada) dengan Rp 283,81 miliar, dan BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp 228,61 miliar.
Dari sisi Top Volume, volume perdagangan terbesar tercatat pada saham BUMI (Bumi Resources) sebanyak 20,31 juta lembar. Disusul oleh BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) dengan 7,03 juta lembar. Selanjutnya, DEWA (Darma Henwa) diperdagangkan sebanyak 6,47 juta lembar, CHEM (Chemstar Indonesia) 6,04 juta lembar, dan BULL (Buana Lintas Lautan) sebanyak 4,62 juta lembar.
Tren pelemahan tidak hanya melanda bursa domestik, tetapi juga terpantau di pasar saham kawasan Asia pada sesi I perdagangan. Beberapa indeks regional utama kompak ditutup di zona negatif, mencerminkan sentimen pasar global yang kurang kondusif. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut adalah pergerakan indeks-indeks utama Asia:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 2,22% ke 52.540,38
- Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 1,10% ke 25.017,23
- Indeks SSE Composite di China terkoreksi 0,53% ke 3.927,60
- Indeks Straits Times di Singapura turun 0,78% ke 4.936,88




