\n\n

Iran tolak usulan gencatan senjata AS, minta perang diakhiri permanen

Hikma Lia

Iran dilaporkan telah menolak mentah-mentah proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan oleh Amerika Serikat. Penolakan ini tidak hanya menegaskan sikap Teheran, tetapi juga menuntut diakhirinya perang secara permanen di kawasan tersebut. Keputusan krusial ini disampaikan menjelang tenggat waktu ketat yang ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk pembukaan kembali Selat Hormuz.

Advertisements

Menjelang batas waktu yang jatuh pada Senin malam waktu Washington atau Selasa pagi waktu Indonesia, Iran, melalui kantor berita resminya IRNA, menyatakan telah menyampaikan tanggapannya terhadap usulan AS kepada Pakistan. Seperti dikutip dari laporan Reuters, tanggapan Iran secara eksplisit menolak gencatan senjata, sebaliknya menekankan urgensi pengakhiran konflik yang berkelanjutan dan tidak sementara.

Tanggapan Iran ini disebut terdiri dari sepuluh klausul penting. Di antara poin-poin tersebut adalah seruan untuk mengakhiri konflik di kawasan, pembentukan protokol jalur aman bagi lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, pencabutan sanksi ekonomi yang membelenggu Iran, serta rencana rekonstruksi pasca-konflik. Klausul-klausul ini menunjukkan keinginan Iran untuk solusi komprehensif ketimbang hanya jeda sementara.

Ancaman keras sebelumnya telah dilontarkan oleh Presiden Donald Trump, yang menyatakan akan menghujani Teheran dengan “neraka” jika kesepakatan tidak tercapai pada Senin pukul 8 malam EDT, atau Selasa pukul 07.00 WIB. Ultimatum ini menegaskan tekanan besar yang ditempatkan Washington terhadap Iran.

Advertisements

Kesepakatan yang diharapkan Amerika Serikat ini sangat penting. Apabila tercapai, kesepakatan tersebut akan memungkinkan lalu lintas maritim untuk kembali bergerak melalui Selat Hormuz, sebuah jalur yang vital bagi pasokan energi global.

Menanggapi ancaman tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyebut pernyataan Trump “sembrono”, sebagaimana dilansir AP News. Di tengah ketegangan yang memuncak, Presiden Trump sendiri dijadwalkan akan menyampaikan pidato penting dari Gedung Putih pada Senin sore waktu Washington, yang diperkirakan akan menjadi sorotan dunia.

Advertisements

Also Read

Tags