Suasana khidmat acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih mendadak diguncang insiden penembakan pada Sabtu (25/4). Tersangka utama, yang kemudian diidentifikasi oleh pejabat penegak hukum sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria dari Los Angeles dengan latar belakang mengejutkan sebagai guru paruh waktu dan pengembang game, telah berhasil ditangkap. Menurut Kepala Polisi Sementara Washington D.C., Jeffery Carroll, Allen merupakan tamu di Hotel Washington Hilton, lokasi acara tersebut. Dinas Rahasia mengonfirmasi bahwa penangkapan terjadi setelah Allen melepaskan tembakan ke arah agen mereka di luar ruang pertemuan, tempat Presiden Donald Trump, istrinya Melania, Wakil Presiden JD Vance, dan sejumlah sekretaris kabinet tengah berkumpul. Beruntungnya, Carroll memastikan tidak ada individu lain yang berada dalam bahaya selama insiden ini.
Insiden yang memicu ketegangan itu melibatkan baku tembak antara Cole Tomas Allen dan aparat penegak hukum. Meski tembakan telah dikonfirmasi dilepaskan, rincian mengenai jumlah pasti tembakan atau berapa banyak petugas keamanan yang terlibat dalam baku tembak dengan Allen masih dalam penyelidikan. Carroll menambahkan bahwa Allen “bersenjata lengkap dengan senapan, pistol, dan beberapa pisau”, menunjukkan tingkat ancaman yang signifikan. Merespons seriusnya situasi, Presiden Trump mengumumkan bahwa FBI dan Dinas Rahasia segera melakukan penggeledahan di alamat Allen di California, menandakan langkah cepat untuk mengumpulkan bukti dan memahami motif di balik aksinya.
Akibat tindakannya, Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Washington, menyatakan bahwa Cole Tomas Allen menghadapi dua dakwaan serius: penggunaan senjata api selama kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya. Ia dijadwalkan untuk didakwa secara resmi pada hari Senin. Hingga kini, motif di balik penembakan ini masih diselimuti misteri, namun Presiden Trump telah berjanji akan memberikan pembaruan informasi pada hari Minggu, membuka peluang terkuaknya alasan di balik insiden yang tak terduga ini.
Latar belakang Cole Tomas Allen menjadi sorotan tajam, terutama setelah ditemukan unggahan Facebook yang mengindikasikan ia pernah dinobatkan sebagai “Guru Bulan Ini” pada Desember tahun lalu oleh kantor Torrance dari C2 Education. C2 Education sendiri merupakan penyedia layanan persiapan ujian dan bimbingan belajar swasta terkemuka bagi siswa yang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi. Penghargaan ini kontras dengan perannya dalam insiden penembakan, melukiskan gambaran sosok dengan dua sisi yang sangat berbeda.
Profil LinkedIn atas nama tersangka semakin memperdalam misteri seputar dirinya. Profil tersebut menggambarkan Allen sebagai “insinyur mekanik dan ilmuwan komputer berdasarkan gelar, pengembang game independen berdasarkan pengalaman, dan guru sejak lahir.” Pencapaian akademisnya pun tidak main-main: ia meraih gelar sarjana teknik mesin dari California Institute of Technology (Caltech) pada tahun 2017, sebuah fakta yang dikonfirmasi oleh Caltech sendiri. Menariknya, profil tersebut juga menyebutkan ia memiliki gelar master ilmu komputer dari California State University di Dominguez Hills pada tahun 2025, mengindikasikan bahwa ia kemungkinan sedang atau akan menyelesaikan studi lanjutan.
Rekam jejak profesional Allen juga cukup beragam. Beberapa tahun terakhir, ia aktif sebagai guru paruh waktu di C2 Education dan mengembangkan karier sebagai pengembang game wiraswasta. Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai insinyur mekanik di IJK Controls di South Pasadena selama setahun, dan pernah pula menjadi asisten pengajar di Caltech. Profilnya bahkan dilengkapi dengan artikel surat kabar lokal yang mengisahkan kemenangan timnya dalam kompetisi robotika di Caltech pada tahun 2016, menunjukkan minatnya yang mendalam pada bidang sains dan teknologi, yang juga tertera sebagai “Penyebab” (Causes) dalam profilnya.




