Emiten Danantara masih menarik, analis jagokan sejumlah saham ini

Hikma Lia

BANYU POS –  JAKARTA. Sorotan Moody’s Ratings terhadap tata kelola Danantara belum menggoyahkan prospek investasi saham-saham BUMN.

Advertisements

Sejumlah analis justru menilai emiten pelat merah dengan fundamental kuat masih berpeluang mengungguli pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada semester II-2026, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, infrastruktur, hingga energi.

Moody’s sebelumnya menilai keberadaan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berpotensi meningkatkan risiko terhadap prospek kredit Indonesia.

Advertisements

Kinerja Emiten Danantara: Sektor Bank & Tambang Jadi Tulang Punggung Utama

Lembaga pemeringkat itu menyoroti belum jelasnya batas kewenangan DSI yang berada di bawah BPI Danantara sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai potensi intervensi negara dalam aktivitas ekonomi.

Meski demikian, pasar sejauh ini belum menunjukkan reaksi negatif yang signifikan. Dalam sebulan terakhir, indeks IDX BUMN20 masih menguat 4,87%, melampaui kenaikan IHSG sebesar 3,65%.

Sejumlah saham Danantara juga mencatatkan penguatan, antara lain PGEO 12,85%, JSMR 8,17%, TLKM 6,59%, BBRI 4,78%, dan BMRI 3,94%.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Hari Rachmansyah menilai isu tata kelola memang berpotensi meningkatkan volatilitas dalam jangka pendek.

“Semakin tinggi persepsi intervensi nonkomersial, semakin besar diskon valuasi yang diminta investor,” ujarnya, Selasa (21/7).

  BBRI Chart by TradingView  

Meski demikian, Hari menilai prospek saham-saham Danantara tetap konstruktif sepanjang paruh kedua 2026.

Menurutnya, sektor perbankan menjadi pilihan utama berkat pertumbuhan kredit yang masih solid, biaya dana yang membaik, serta valuasi yang mulai menarik.

Saham Konglo Digebuk, Blue Chip Terkapar, Jumlah Saham Layak Investasi Kian Terbatas?

Sementara itu, saham sektor pertambangan dan hilirisasi juga dinilai prospektif selama didukung harga komoditas yang kuat dan proyek strategis yang layak secara ekonomi.

Sebaliknya, BUMN dengan utang tinggi, kebutuhan belanja modal besar, serta ketergantungan terhadap dukungan pemerintah berisiko tertinggal.

Pandangan serupa disampaikan BRI Danareksa Sekuritas. Analis Abida Massi Armand memperkirakan saham-saham Danantara masih berpotensi mengungguli IHSG pada semester II-2026, meski kenaikannya akan lebih selektif.

Menurut dia, investor tetap perlu mencermati implementasi Danantara, kinerja laba emiten, arah suku bunga Bank Indonesia dan Federal Reserve, serta perkembangan ekonomi global sebagai faktor yang memengaruhi valuasi saham.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta juga melihat investor akan lebih memilih emiten Danantara yang memiliki profitabilitas tinggi, arus kas sehat, dan prospek pertumbuhan laba yang jelas.

Ia menilai saham sektor perbankan, infrastruktur, energi, dan pertambangan masih menjadi kandidat utama.

Comeback Ace Hardware Ancam Azko? Analis Ungkap Prospek Saham ACES, MDIY, dan MAPI

Investor asing pun dinilai tetap berminat pada saham-saham likuid seperti Himbara, JSMR, dan PGEO karena memiliki rekam jejak tata kelola yang baik dan likuiditas tinggi, sementara saham konstruksi dan sektor siklikal masih cenderung dihindari hingga restrukturisasi menunjukkan hasil nyata.

Dari sisi rekomendasi, analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty menempatkan BBRI, BMRI, TLKM, dan PGAS sebagai saham yang layak dicermati.

Target harga masing-masing berada di level Rp 3.700 untuk BBRI, Rp 5.400 untuk BMRI, Rp 3.500 untuk TLKM, dan Rp 2.000 untuk PGAS.

Dividen 7% & Buyback Jumbo Rp 4 T, Analis Rekomendasi Beli Saham Blue Chip Ini

Sementara itu, Nafan merekomendasikan strategi akumulasi beli pada BBRI, BBNI, BMRI, BRIS, JSMR, PGEO, dan TLKM, seiring kuatnya fundamental emiten-emiten tersebut dan peluang pertumbuhan kinerja yang masih terbuka.

Advertisements

Also Read

Tags