BANYU POS JAKARTA. Bitcoin sempat merespons positif setelah data inflasi Amerika Serikat dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar. Namun, harga kembali bergejolak dalam beberapa hari terakhir seiring penguatan dolar AS, sentimen risk-off, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Untuk informasi, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) merilis data Consumer Price Index (CPI)untuk Juni 2026.
Inflasi tahunan aktual tercatat melambat ke 3,5%, di bawah perkiraan pasar sebesar 3,8% dan turun dari 4,2% pada bulan sebelumnya. Inflasi inti turut melambat ke 2,6%, juga di bawah proyeksi 2,8%.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana menanggapi gejolak ini. Menurutnya, tekanan pasar kripto saat ini perlu dilihat dalam konteks makroekonomi yang lebih luas, bukan sebagai tanda melemahnya fundamental aset digital.
“Data inflasi AS yang lebih rendah sempat memberikan sentimen positif bagi Bitcoin. Namun, pasar masih mencermati penguatan dolar AS, tekanan pada aset berisiko, serta perkembangan geopolitik yang dapat kembali memengaruhi ekspektasi inflasi ke depan. Karena itu, volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi,” ujar Calvin dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan bahwa gejolak harga jangka pendek tidak mengubah arah besar industri kripto.
Baginya, masa depan sektor ini akan lebih banyak ditentukan oleh utilitas nyata, kualitas regulasi, dan inovasi yang berkelanjutan.
Calvin menyebut Tokocrypto terus fokus pada tiga hal: perlindungan investor, edukasi, dan akses ke aset-aset teregulasi dengan fundamental yang jelas.
“Prioritas investor dalam kondisi pasar seperti ini bukan reaksi emosional, melainkan disiplin, manajemen risiko, dan pandangan jangka panjang,” tambahnya.
Berdasarkan data Coin Market Cap pada Selasa (21/7) pukul 21.25 WIB harga Bitcoin di level US$ 66.615 atau meningkat 4,48% dalam sepekan terakhir.
Kendati demikian, Calvin memberikan peringatan untuk dicermati investor, bahwa perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian.
Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi.




