Kripto Bangkit! Prospek Harga BTC & ETH Cerah Hingga 2026

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar kripto, yang dikenal dengan dinamikanya yang cepat dan sering kali tidak terduga, kembali menunjukkan sinyal pemulihan yang signifikan dalam sepekan terakhir. Momentum positif ini terlihat dari penguatan harga aset-aset digital utama secara kompak, meskipun lanskap global masih dibayangi oleh berbagai tantangan regulasi yang terus berkembang serta gejolak kebijakan makroekonomi global yang memengaruhi sentimen investor secara luas. Pemulihan ini menarik perhatian para pelaku pasar, mengindikasikan adanya pergeseran dalam persepsi risiko dan potensi apresiasi nilai di tengah ketidakpastian.

Advertisements

Berdasarkan data yang dihimpun dari CoinMarketCap pada hari Jumat, 25 September 2026, pukul 15.53 WIB, dua aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), memimpin reli ini dengan kenaikan yang substansial. Bitcoin (BTC) mencatatkan penguatan impresif sebesar 8,18% dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, membawa harganya mencapai level US$84.293,15 per koin. Tidak kalah, Ethereum (ETH) juga menunjukkan kinerja yang kuat dengan melesat 7,84% dalam sepekan, menempatkan nilainya di level US$2.688,48 per koin. Penguatan harga secara bersamaan dari kedua aset kripto dominan ini sering kali diinterpretasikan sebagai indikator kesehatan pasar kripto secara keseluruhan, menandakan adanya minat beli yang luas dan sentimen positif yang merata di antara investor.

Penguatan kompak yang terjadi pada Bitcoin dan Ethereum ini bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan didorong oleh kombinasi sentimen positif yang saling memperkuat, menciptakan momentum bullish yang signifikan. Salah satu pemicu utama adalah reaksi pasar terhadap perkembangan regulasi dan kebijakan moneter. Kegagalan pembahasan “Clarity Act,” sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan untuk memberikan kejelasan regulasi bagi aset digital di Amerika Serikat, ternyata tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan seperti yang mungkin diperkirakan sebelumnya. Hal ini karena pasar dinilai sudah mengantisipasi kemungkinan hasil tersebut, sehingga potensi ketidakpastian regulasi yang lebih besar berhasil dihindari, setidaknya untuk saat ini. Demikian pula, antisipasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) juga telah membatasi dampak negatifnya. Para investor telah memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat ini dalam strategi mereka, sehingga keputusan The Fed tidak lagi mengejutkan dan dampaknya terhadap pasar kripto relatif terbatas.

Advertisements

Kondisi tersebut, di mana ketidakpastian regulasi dan kebijakan moneter sudah diantisipasi dan dampaknya berhasil diminimalisir, kemudian memicu serangkaian reaksi positif di pasar. Pertama, terjadi arus balik modal atau inflow yang signifikan pada instrumen Exchange Traded Fund (ETF) spot. ETF spot kripto, yang memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa harus memegang aset tersebut secara langsung, menjadi saluran penting bagi masuknya modal institusional. Arus masuk modal ini menunjukkan peningkatan minat dari investor institusional dan korporasi, yang mencari cara yang lebih mudah dan teregulasi untuk berinvestasi di pasar kripto. Kedua, pasar juga menyaksikan aksi short covering berukuran besar. Short covering terjadi ketika investor yang sebelumnya meminjam dan menjual aset kripto dengan harapan harganya akan turun (posisi short) terpaksa membeli kembali aset tersebut untuk menutup posisi mereka karena harga justru naik. Aksi beli paksa ini secara signifikan berkontribusi pada dorongan harga ke atas. Ketiga, dan yang tidak kalah penting, adalah perbaikan minat risiko atau risk appetite di kalangan para pelaku pasar. Dengan meredanya kekhawatiran terhadap faktor-faktor makroekonomi dan regulasi, investor menjadi lebih berani untuk mengambil risiko pada aset yang lebih volatil seperti kripto, mencari potensi keuntungan yang lebih tinggi.

Menyikapi dinamika pasar yang kompleks ini, Analis Reku, Andri Fauzan, memberikan pandangannya. Menurut Andri, pasar kripto saat ini tampak lebih berfokus pada likuiditas dan permintaan pasar spot ketimbang sekadar merespons isu regulasi tunggal. Ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas di kalangan investor, dari kekhawatiran akan ketidakpastian regulasi yang bersifat sporadis menjadi fokus pada fundamental pasar yang lebih substansial, yaitu ketersediaan modal dan minat beli yang nyata. Permintaan dari pasar spot, di mana aset kripto diperdagangkan secara langsung, menjadi indikator penting bagi kesehatan dan pertumbuhan pasar jangka panjang.

Andri Fauzan juga mengidentifikasi beberapa sentimen penggerak utama yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan pasar kripto hingga akhir tahun 2026. Faktor-faktor ini mencakup arus ETF spot, yang akan terus menjadi barometer penting bagi adopsi institusional dan aliran modal ke dalam ekosistem kripto. Selanjutnya, kebijakan The Fed akan tetap menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang luas terhadap likuiditas global dan keputusan investasi pada aset berisiko. Perkembangan regulasi alternatif dari lembaga seperti Securities and Exchange Commission (SEC) atau Commodity Futures Trading Commission (CFTC) juga akan diamati dengan cermat, karena kejelasan regulasi dapat mengurangi ketidakpastian dan menarik lebih banyak investor. Selain itu, aksi buyback obligasi Treasury AS oleh pemerintah dapat memengaruhi ketersediaan likuiditas di pasar keuangan yang lebih luas, yang pada gilirannya dapat mengalir ke aset alternatif seperti kripto. Terakhir, kondisi likuiditas global secara keseluruhan dan data makroekonomi yang dirilis dari berbagai negara akan terus menjadi faktor penentu bagi sentimen dan arah pasar. Semua elemen ini secara kolektif membentuk lanskap yang kompleks namun penting untuk dicermati oleh investor.

Di samping faktor-faktor jangka pendek dan menengah tersebut, Andri menambahkan bahwa ada dua faktor fundamental yang tetap menjadi penopang struktural bagi pergerakan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dalam jangka panjang. Pertama adalah faktor fiskal Amerika Serikat. Kebijakan fiskal pemerintah AS, termasuk pengeluaran dan perpajakan, memiliki dampak besar pada perekonomian global dan nilai dolar AS. Dalam konteks ini, Bitcoin dan Ethereum sering kali dilihat sebagai aset alternatif yang dapat menawarkan lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi yang mungkin timbul dari kebijakan fiskal. Kedua adalah narasi store of value atau penyimpan nilai. Terutama Bitcoin, semakin diterima sebagai “emas digital,” sebuah aset yang dapat mempertahankan nilainya di tengah gejolak ekonomi atau inflasi. Narasi ini memberikan fondasi yang kuat bagi permintaan jangka panjang terhadap aset kripto, menjadikannya pilihan investasi yang menarik di mata banyak pihak.

Melihat berbagai dinamika pasar yang kompleks dan beragam sentimen yang memengaruhinya, tren pergerakan Bitcoin dan Ethereum hingga akhir tahun 2026 diperkirakan masih cenderung konstruktif. Artinya, ada potensi pertumbuhan dan apresiasi nilai, namun perlu diingat bahwa pasar kripto secara inheren diwarnai oleh volatilitas yang tinggi. Fluktuasi harga yang tajam adalah karakteristik yang melekat pada aset digital, dan investor harus bersiap menghadapi pergerakan harga yang cepat. Namun, pemulihan tajam yang terjadi dari tekanan pertengahan September menunjukkan daya serap pasar yang kian solid. Ini mengindikasikan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk menyerap tekanan jual dan menemukan dukungan, mencerminkan peningkatan ketahanan dan kematangan pasar.

Dalam analisis teknikal, level-level harga tertentu menjadi sangat krusial untuk memantau kelanjutan tren. Untuk Bitcoin (BTC), area dukungan di kisaran US$78.000–US$80.000 menjadi sangat vital. Sementara itu, untuk Ethereum (ETH), level dukungan penting berada di kisaran US$2.400–US$2.500. Selama area dukungan ini dapat bertahan dan tidak ditembus ke bawah, bias jangka menengah untuk kedua aset kripto terbesar ini tetap mengarah ke atas. Ini berarti bahwa, meskipun ada potensi kenaikan lebih lanjut, kondisi ini belum bisa dipastikan sebagai “bull market penuh” yang ditandai oleh pertumbuhan eksponensial dan sentimen euforia yang tak terbendung. Sebaliknya, ini lebih mengarah pada tren naik yang berkelanjutan namun masih dalam koridor fluktuasi yang normal dalam pasar kripto.

Advertisements

Also Read

Tags