BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengesankan dengan ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Pergerakan ini menandai pembalikan arah yang signifikan setelah sehari sebelumnya indeks mengalami kemerosotan yang cukup tajam, memberikan sinyal positif bagi sentimen pasar di akhir pekan perdagangan. Rebound ini tidak hanya memulihkan sebagian kerugian sebelumnya tetapi juga menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Perdagangan pada hari Jumat tersebut menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan indeks secara cermat, terutama setelah periode volatilitas.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui platform RTI Business, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,04%. Penguatan ini mendorong indeks menuju level 6.093,75 pada penutupan sesi perdagangan. Angka penutupan ini menjadi indikator penting bahwa tekanan jual yang mendominasi pasar pada hari sebelumnya telah mereda, digantikan oleh aktivitas beli yang cukup agresif. Kenaikan lebih dari satu persen dalam satu hari perdagangan adalah capaian yang patut diperhitungkan, terutama dalam konteks pasar yang berpotensi fluktuatif. Ini menunjukkan adanya kepercayaan investor yang kembali muncul, atau setidaknya upaya untuk mengambil posisi beli pada harga yang dianggap menarik setelah penurunan sebelumnya.
Penguatan IHSG pada hari Jumat tersebut juga berkontribusi pada kinerja indeks sepanjang pekan. Dengan kenaikan harian yang solid, IHSG tercatat membukukan kenaikan kumulatif sebesar 0,94% sepanjang pekan ini. Meskipun terlihat moderat, kenaikan mingguan ini menjadi bukti bahwa pasar berhasil mengatasi tekanan yang terjadi di awal atau pertengahan pekan. Hal ini juga mengindikasikan bahwa sentimen positif di hari terakhir perdagangan cukup kuat untuk mengimbangi pergerakan negatif sebelumnya, bahkan mengubah tren mingguan menjadi positif. Kinerja mingguan yang positif ini memberikan harapan bagi investor untuk prospek pasar di pekan-pekan berikutnya, menunjukkan bahwa pasar memiliki kapasitas untuk pulih dan mencetak keuntungan meskipun menghadapi tantangan.
Cermati Saham yang Banyak Ditadah Asing dalam Sepekan Saat IHSG Ambruk ke 6.036
Sepanjang sesi perdagangan Jumat, IHSG secara konsisten bergerak di zona hijau, mencerminkan dominasi sentimen positif di kalangan investor. Pergerakan harian indeks menunjukkan level terendah pada 5.995 dan mencapai puncak tertinggi di 6.100. Rentang pergerakan ini menggambarkan fluktuasi yang terjadi sepanjang hari, namun dengan kecenderungan yang jelas ke arah penguatan. Fakta bahwa IHSG sebagian besar berada di zona apresiasi menunjukkan bahwa upaya beli lebih dominan dibandingkan tekanan jual, mendorong indeks untuk terus menguji level resistensi yang lebih tinggi. Investor memanfaatkan peluang ini untuk mengakumulasi saham, terutama setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya, yang mungkin telah menciptakan valuasi yang lebih menarik di mata sebagian pelaku pasar.
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Jumat tersebut juga menunjukkan partisipasi pasar yang substansial. Tercatat volume perdagangan mencapai 38,38 miliar saham, dengan nilai transaksi agregat yang menyentuh angka Rp 9,95 triliun. Angka volume dan nilai transaksi yang tinggi ini mengindikasikan likuiditas pasar yang sehat dan minat investor yang kuat dalam berpartisipasi di bursa. Volume saham yang besar menunjukkan bahwa banyak transaksi telah dieksekusi, sementara nilai transaksi yang signifikan mencerminkan besarnya dana yang berputar di pasar. Ini adalah tanda pasar yang aktif dan dinamis, di mana baik pembeli maupun penjual terlibat dalam skala besar, yang pada gilirannya mendukung pergerakan harga indeks.
Distribusi kinerja saham pada hari tersebut juga memberikan gambaran yang jelas mengenai sentimen pasar. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 381 saham berhasil menguat, menunjukkan adanya dukungan luas terhadap kenaikan indeks. Di sisi lain, 238 saham mengalami pelemahan, sementara 172 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan harga yang signifikan. Proporsi saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah mengkonfirmasi bahwa penguatan IHSG pada hari Jumat bukan hanya didorong oleh beberapa saham berkapitalisasi besar, melainkan juga didukung oleh pergerakan positif di berbagai sektor dan jenis saham. Ini mencerminkan pemulihan sentimen yang lebih merata di seluruh spektrum pasar.
Di tengah pemulihan pasar domestik, investor asing juga menunjukkan partisipasi aktif pada perdagangan Jumat. Mereka membukukan beli bersih atau net buy sebesar Rp 29,63 miliar di seluruh pasar. Aliran dana masuk dari investor asing ini merupakan sinyal positif yang menunjukkan adanya kepercayaan mereka terhadap prospek pasar saham Indonesia, setidaknya dalam jangka pendek. Aktivitas net buy asing ini juga seringkali dianggap sebagai indikator penting bagi kesehatan pasar, karena menunjukkan bahwa dana global melihat peluang investasi di Indonesia. Pembelian bersih asing ini turut berkontribusi pada penguatan IHSG dan memberikan dorongan tambahan bagi sentimen positif yang sedang terbentuk.
Dipimpin GOTO dan Big Caps Perbankan, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan
Meskipun investor asing membukukan beli bersih pada hari Jumat, gambaran yang berbeda terlihat pada skala mingguan. Secara keseluruhan sepanjang pekan, investor asing justru mencatatkan jual bersih atau net sell yang cukup besar, mencapai Rp 3,75 triliun di seluruh pasar. Angka jual bersih mingguan yang signifikan ini mengindikasikan bahwa meskipun ada aktivitas beli di akhir pekan, tekanan jual dari investor asing jauh lebih dominan pada hari-hari sebelumnya. Hal ini mencerminkan strategi rebalancing portofolio, profit taking, atau mungkin kekhawatiran terhadap faktor-faktor tertentu yang mendorong mereka untuk melepas kepemilikan saham di Indonesia. Jual bersih mingguan yang besar ini juga menjelaskan mengapa IHSG sempat mengalami tekanan dan bahkan ambruk ke level 6.036 seperti yang disebutkan sebelumnya, sebelum akhirnya rebound di hari Jumat.
Namun demikian, di balik tren jual bersih mingguan tersebut, terdapat beberapa saham pilihan yang justru menarik minat beli dari investor asing. Ini menunjukkan bahwa investor asing melakukan seleksi yang cermat, mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang dianggap memiliki fundamental kuat atau prospek pertumbuhan menarik di tengah gejolak pasar. Daftar saham-saham ini menjadi sorotan karena mereka berhasil menarik dana asing meskipun secara agregat investor asing masih mencatatkan jual bersih yang substansial.
Berikut adalah 10 saham dengan nilai net buy terbesar oleh investor asing selama sepekan perdagangan:
1. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) memimpin daftar dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp 118,09 miliar. Sebagai salah satu pemain utama di sektor barang konsumsi, khususnya produk susu dan minuman, ULTJ seringkali dianggap sebagai saham defensif yang stabil di tengah volatilitas pasar. Minat asing terhadap ULTJ menunjukkan kepercayaan pada ketahanan sektor konsumsi domestik, yang didukung oleh permintaan yang relatif stabil dari populasi yang besar.
2. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyusul dengan beli bersih asing sebesar Rp 54,38 miliar. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan emas ini menarik perhatian investor seiring dengan dinamika harga komoditas global. Investasi pada EMAS dapat mencerminkan pandangan positif terhadap harga emas di masa depan atau potensi pertumbuhan operasional perusahaan di sektor sumber daya mineral.
3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga menjadi pilihan investor asing dengan nilai beli bersih Rp 49,52 miliar. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, MEDC memiliki eksposur terhadap harga minyak dan gas global. Minat asing pada MEDC bisa jadi didorong oleh ekspektasi terhadap pemulihan atau penguatan harga komoditas energi, serta prospek proyek-proyek strategis perusahaan.
4. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp 32,1 miliar. PTBA adalah salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Sama seperti MEDC, investasi pada PTBA seringkali terkait dengan pandangan investor terhadap permintaan dan harga batu bara di pasar internasional, yang dapat dipengaruhi oleh kebijakan energi global dan kebutuhan industri.
5. PT Timah Tbk (TINS) juga menarik beli bersih asing senilai Rp 22,71 miliar. TINS adalah perusahaan pertambangan timah terkemuka. Minat asing pada TINS dapat dikaitkan dengan prospek harga timah di pasar global, yang merupakan komoditas penting untuk berbagai aplikasi industri dan teknologi.
6. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mendapatkan beli bersih asing sebesar Rp 19,14 miliar. INDF adalah konglomerat makanan dan minuman terbesar di Indonesia, dengan berbagai merek yang mendominasi pasar. Ketahanan sektor konsumsi dan posisi pasar yang kuat menjadikan INDF sebagai pilihan menarik bagi investor yang mencari stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.
7. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatatkan beli bersih asing Rp 13,64 miliar. MAPI adalah perusahaan ritel gaya hidup terkemuka yang mengelola berbagai merek internasional. Minat asing pada MAPI bisa jadi didorong oleh optimisme terhadap pemulihan daya beli masyarakat dan pertumbuhan sektor ritel, terutama setelah periode-periode yang menantang.
8. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga menarik beli bersih asing sebesar Rp 9,71 miliar. BRMS, sebagai bagian dari grup usaha di sektor sumber daya, menunjukkan bahwa investor asing masih melihat potensi di sektor pertambangan mineral, meskipun dengan pendekatan yang lebih selektif.
9. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan beli bersih asing Rp 9,65 miliar. DSSA adalah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, termasuk energi dan infrastruktur. Diversifikasi bisnisnya mungkin menjadi daya tarik bagi investor yang mencari eksposur ke berbagai segmen ekonomi dengan potensi pertumbuhan.
10. PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menutup daftar 10 besar dengan beli bersih asing sebesar Rp 9,61 miliar. MMIX, sebagai perusahaan di sektor kesehatan dan produk konsumen, menunjukkan bahwa sektor ini tetap menjadi perhatian investor, terutama dalam konteks peningkatan kesadaran akan kesehatan dan gaya hidup.
Daftar saham-saham ini mengindikasikan bahwa meskipun terjadi jual bersih secara agregat dalam skala mingguan, investor asing tetap melakukan seleksi agresif terhadap saham-saham tertentu yang dianggap memiliki fundamental kuat, prospek pertumbuhan yang menjanjikan, atau potensi keuntungan dari pergerakan harga komoditas. Ini menunjukkan strategi investasi yang lebih terarah dan selektif di tengah kondisi pasar yang dinamis, di mana mereka mencari nilai di sektor-sektor yang dianggap tangguh atau sedang dalam tren pemulihan.




