IHSG Menguat 0,94% Sepekan, Didorong Peningkatan Transaksi Harian BEI

Hikma Lia

Laporan kinerja pasar modal yang dirilis oleh media Banyu Pos memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan perdagangan saham di Indonesia. Dalam kurun waktu sepekan pada periode 5 hingga 9 Oktober 2026, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 0,94 persen. Pencapaian ini menunjukkan daya tahan pasar modal nasional di tengah iklim perdagangan yang secara umum ditutup pada zona bervariasi.

Advertisements

Pernyataan resmi mengenai performa pasar saham ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Aulia Noviana Utami Putri. Dalam keterangan tertulis yang diterima pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, beliau memaparkan bahwa seluruh data perdagangan saham di BEI sepanjang rentang waktu 5 sampai 9 Oktober 2026 menunjukkan performa yang beragam di berbagai indikator utama bursa.

Secara lebih mendalam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen sehingga berhasil ditutup pada posisi 6.093,759 pada akhir pekan perdagangan. Pencapaian level ini menandakan adanya peningkatan dibanding posisi penutupan pekan sebelumnya, di mana IHSG berada pada tingkatan 6.036,888. Kenaikan sebesar 0,94 persen atau pergeseran poin ke level 6.093,759 ini mencerminkan apresiasi harga saham-saham penopang indeks selama kurun waktu lima hari perdagangan tersebut.

Advertisements

Di antara berbagai variabel indikator statistik bursa yang dilaporkan oleh PT Bursa Efek Indonesia, pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh rata-rata nilai transaksi harian. Menurut pemaparan Aulia Noviana Utami Putri, rata-rata nilai transaksi harian di BEI melonjak hingga 28,52 persen. Kenaikan persentase yang signifikan ini mengerek rata-rata nilai transaksi harian menjadi Rp 16,23 triliun, naik tajam dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang berada pada angka Rp 12,63 triliun.

Lonjakan rata-rata nilai transaksi harian sebesar 28,52 persen dari Rp 12,63 triliun menjadi Rp 16,23 triliun ini mengindikasikan tingginya arus pemutaran modal yang terjadi di lantai bursa. Peningkatan nilai transaksi harian yang mencapai Rp 16,23 triliun per hari tersebut sekaligus menjadi indikator utama maraknya aktivitas beli dan jual di antara para pelaku pasar modal sepanjang kurun waktu 5 hingga 9 Oktober 2026.

Indikator utama lainnya yang turut mencatatkan pertumbuhan positif adalah total kapitalisasi pasar bursa. PT Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa kapitalisasi pasar mengalami peningkatan sebesar 0,69 persen dalam kurun waktu sepekan. Dengan pertumbuhan tersebut, nilai kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan melonjak menjadi Rp 10.701 triliun dari posisi pekan terdahulu yang berada di tingkatan Rp 10.627 triliun.

Pertumbuhan kapitalisasi pasar dari Rp 10.627 triliun menjadi Rp 10.701 triliun tersebut mencerminkan bertambahnya nilai pasar keseluruhan atas emiten-emiten yang terdaftar di pasar modal Indonesia. Kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 0,69 persen ini berbanding lurus dengan penguatan yang dialami oleh pergerakan harga saham dan IHSG yang berada pada level 6.093,759.

Berbeda dengan pergerakan nilai transaksi harian dan kapitalisasi pasar yang mencatatkan pertumbuhan positif, indikator rata-rata volume transaksi harian di BEI mengalami penyesuaian. Berdasarkan data resmi bursa, rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan atau penurunan sebesar 7,62 persen selama periode 5 hingga 9 Oktober 2026. Volume perdagangan harian tercatat berada pada tingkat 46,53 miliar lembar saham, bergerak turun dari pencapaian pekan sebelumnya yang berada di posisi 50,37 miliar lembar saham.

Penurunan rata-rata volume transaksi harian sebesar 7,62 persen dari 50,37 miliar lembar saham menjadi 46,53 miliar lembar saham ini memperlihatkan penurunan jumlah unit lembar saham yang ditransaksikan. Menariknya, meskipun volume saham yang diperdagangkan mengalami penurunan menjadi 46,53 miliar lembar saham, secara nilai nominal transaksi harian justru mengalami lonjakan drastis hingga mencapai Rp 16,23 triliun. Hal ini menandakan bahwa transaksi selama pekan tersebut didominasi oleh saham-saham dengan nominal harga per lembar yang lebih tinggi.

Selanjutnya, untuk parameter rata-rata frekuensi transaksi harian, bursa efek mencatat pergerakan yang cenderung stabil. Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 0,27 persen pada rentang waktu 5 sampai 9 Oktober 2026. Frekuensi transaksi harian berada pada tingkatan 1,67 juta kali transaksi, bergeser tipis jika dibandingkan dengan catatan pekan terdahulu yang sebanyak 1,68 juta kali transaksi.

Pergeseran tipis sebesar 0,27 persen dari 1,68 juta kali menjadi 1,67 juta kali transaksi harian ini menunjukkan bahwa tingkat konsistensi pelaku pasar dalam melakukan transaksi relatif terjaga. Jumlah transaksi sebanyak 1,67 juta kali per hari mencerminkan kestabilan aktivitas perdagangan saham harian yang dilakukan oleh para investor di pasar modal Indonesia.

Mengenai pergerakan arus modal asing, aktivitas investor asing mencatatkan dinamika yang bervariasi antara transaksi harian dan statistik kumulatif tahunan. Pada perdagangan hari Jumat, 9 Oktober 2026, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 30,40 miliar di PT Bursa Efek Indonesia. Masuknya aksi beli bersih dari pemodal asing sebesar Rp 30,40 miliar ini memberikan dorongan positif pada penutupan sesi perdagangan akhir pekan.

Namun demikian, jika diperhitungkan sepanjang tahun 2026 berjalan (year to date), arus modal asing secara keseluruhan masih menunjukkan akumulasi aksi jual. Otoritas bursa mencatat bahwa sepanjang tahun 2026, investor asing telah membukukan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 84,99 triliun. Angka Rp 84,99 triliun ini menggambarkan total akumulasi pelepasan aset saham oleh pemodal asing dari pasar modal Indonesia sepanjang periode tahun 2026.

Keterangan tertulis dari Pelaksana Harian Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Aulia Noviana Utami Putri, pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, mempertegas seluruh pencapaian data perdagangan bursa tersebut. Keseluruhan indikator—mulai dari penguatan IHSG sebesar 0,94 persen ke level 6.093,759, lonjakan nilai transaksi sebesar 28,52 persen menjadi Rp 16,23 triliun, peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 0,69 persen menjadi Rp 10.701 triliun, perubahan volume menjadi 46,53 miliar lembar saham, perubahan frekuensi menjadi 1,67 juta kali transaksi, hingga statistik aksi beli bersih harian asing sebesar Rp 30,40 miliar dan jual bersih tahunan sebesar Rp 84,99 triliun—menjadi rujukan resmi kinerja bursa sepekan.

Di samping laporan komprehensif mengenai kondisi pasar modal nasional dari Banyu Pos tersebut, publikasi media juga memuat informasi geografis dan cuaca regional pada periode yang sama. Informasi tersebut melap

Advertisements

Also Read

Tags