Hippindo bidik produk UMKM masuk ritel modern, bagikan 4.100 barcode SKU

Hikma Lia

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) membagikan 4.100 barcode berstandar internasional kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempermudah akses produk ke pasar ritel modern. 

Advertisements

Ketua Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, barcode menjadi salah satu kebutuhan penting agar produk UMKM dapat masuk ke sistem penjualan ritel modern. 

Barcode SKU merupakan kode identitas produk yang digunakan untuk memudahkan pencatatan stok, pengelolaan barang, dan transaksi penjualan. Di ritel modern, barcode dipindai oleh kasir untuk mengenali produk dan menampilkan harganya di sistem. 

Advertisements

“Tanpa barcode itu sangat sulit. Kasir-kasir di ritel modern hanya perlu memindai barang, lalu harganya langsung keluar di komputer. Sementara, biaya untuk mendapatkan barcode cukup mahal,” kata Budiarjo dalam acara Trade Expo Indonesia (TEI), Kamis (15/10).

Pemberian barcode ini diharapkan membantu UMKM bersaing dengan produk lain yang sudah lebih dahulu masuk ke jaringan ritel modern. Inisiatif ini juga diharapkan meningkatkan penjualan UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan sektor ritel.

Hippindo turut mendorong perluasan pasar produk UMKM, termasuk melalui peluang ekspor. Dengan standar barcode internasional, produk UMKM diharapkan lebih mudah diproses dalam sistem perdagangan di pasar domestik maupun luar negeri.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Sofwan mengatakan, kepemilikan barcode bukan satu-satunya syarat agar produk UMKM dapat diterima oleh peritel. Produk juga perlu memenuhi ketentuan keamanan dan standar yang berlaku.

Untuk produk makanan, misalnya, pelaku usaha perlu memenuhi persyaratan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta kewajiban sertifikasi halal. Produk tertentu juga perlu memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, kemasan harus mencantumkan informasi produk secara jelas, termasuk isi dan berat bersih. Informasi tersebut harus sesuai dengan produk yang dijual dan tidak menyesatkan konsumen.

Kualitas produk juga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan penjualan. Produk makanan dan minuman perlu memiliki rasa dan kualitas yang baik agar konsumen bersedia melakukan pembelian berulang.

“Kalau sudah dipercaya mereknya, rasanya juga harus enak. Kalau produk UMKM makanan atau minuman, pelan-pelan pasti bisa dibeli secara terus-menerus,” ujar Iqbal.

Hippindo membagikan barcode ini selama rangkaian TEI 2026 mulai dari Rabu (14/10) hingga Minggu (18/10). Adapun syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  • UMKM Binaan Kementerian Perdagangan 
  • Produk Sudah dipasarkan minimal 1 tahun 
  • Legalitas usaha dan dokumen produk

Adapun produk yang bisa didaftarkan berupa produk makanan ringan, bumbu & olahan pangan, minuman, kerajinan, kebutuhan rumah tangga, serta health & beauty. 

Advertisements

Also Read

Tags